Posted on

GBPUSD Analysis 2010-11-18

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


4XEagleEye Dashboard

Date: 18 Nov 2010 06:06:59 GMT GBPUSD Short Term Market Outlook

Forex Automation letsfx.com

GBPUSD is at a crossroads, where it is recommended to evaluate the development of the activity of both parties.
A close above (1.5959) will call for (1.6167), and Loss of (1.5879) sees (1.5722).
We should wait for the victory of either team players (Bulls or Bears).


Summary

Direction

Moving Averages

Reversal Probability

Oscillator
1.6217
1.6167
1.6104
1.6052
1.5986
1.5866
1.5815
1.5722
1.5672
1.5622

Neutral Trend
18 Nov 2010 00:06:51 GMT
GBPUSD is struggling in a battle between both market forces (bulls and bears) the instrument has a trading range to break. Any four hours close above (1.5959) will open the way for a little push upward to test next resistance level, and a four hours close below (1.5879) will let the instrument test the next support level.

Hourly Alerts


Copyrights: FX Eagle Eye is a combined efforts for the JV between letsfx.com and 4XEagleEye.com381,143 hits

Posted on

GBPUSD Analysis 2010-11-17

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


4XEagleEye Dashboard

Date: 17 Nov 2010 07:06:27 GMT Short Term Market Outlook

Forex Automation letsfx.com

The bias remains neutral in nearest term. A need for a clear break from the range area (1.6097 – 1.5829) so we can see clearer direction. Break below (1.5829) could trigger further bearish pressure targeting (1.5441) and keep the major bearish scenario remains strong while break above (1.6097) could trigger further bullish correction testing (1.6134).
We need to hold for current session.


Summary

Direction

Moving Averages

Reversal Probability

Oscillator

Hammer

2010-11-17 00:00

1.6184
1.6134
1.6082
1.6028
1.5937
1.5788
1.5689
1.5540
1.5441
1.5391
Stochastic Oversold
17 Nov 2010 01:06:24 GMT
GBPUSD Stochastic (14) Main line has crossed above Signal line while both lines been below 20. This is a probable short term bullish turning point.
MACD Bullish Turning Point
17 Nov 2010 01:06:24 GMT
GBPUSD MACD signal line has crossed above the indicator`s histogram while both of them, MACD and histogram, been less than Zero. This is a probable bullish short term turning point.
Bullish Reversal Pattern
17 Nov 2010 00:06:25 GMT
On GBPUSD hourly chart there is a bullish reversal signal (Hammer). We recommend longing the pair with a stop loss below(Hammer)

Hourly Alerts


Copyrights: FX Eagle Eye is a combined efforts for the JV between letsfx.com and 4XEagleEye.com364,658 hits

Posted on

Siapa sich tidak mau jadi pemenang?… Jadi Pemenang sebenarnya MUDAH

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Temanku…
Bagaimana kabar Anda?… saya yakin tetap sehat, tetap semangat dan semakin sukses. Amiinn..

[ad#ad-2]

Ya… bertemu lagi dengan saya Budi Siregar SP (Agronomist & Internet Marketer). Kenapa saya berani mengatakan diri saya seorang Agronomist… karena saya background dan memiliki keahlian di bidang pertanian. Anda mungkin bertanya kepada saya : Kenapa juga saya berani katakan saya Internet Marketer?… jawabannya sederhana saya Pemilik ImpianClub Team dan Blog ImpianClub. Saya juga sekarang sedang intens mendalami ilmu internet marketing… bukan menyombongkan kawan… hanya sekedar intermeso… 🙂

Ok… langsung ke judul aja ya! 🙂

Continue reading Siapa sich tidak mau jadi pemenang?… Jadi Pemenang sebenarnya MUDAH

Hasil pencarian yang terkait dengan artikel:

kode akses telkomsel kartusakti (1)
Posted on

Rencana SBY Tentang Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta ke Palangka Raya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Penghargaan Asuransi Prudential Tahuan 2010SBY tengah memikirkan lokasi baru pusat pemerintahan. Kalau seperti Malaysia itu tanggung dan tidak sepenuh hati. Cuma 40 km. Sehingga sebagian tidak pindah rumah dan akhirnya jadi jauh dan macet.

Harusnya seperti Brazil yang memindahkan ibukotanya begitu jauh dari Rio de Janeiro ke Brasilia, atau Amerika Serikat dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin.
Karena jauh akhirnya pada pindah rumah. Kalau dekat, misalnya di Jonggol atau Sentul, niscaya orang Tangerang, Bogor, Jakarta, Bekasi, Depok tetap tinggal di rumahnya dan berkantor di ibukota baru. Jalan jauh dan kemacetan pun terus berlangsung.

Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta

Pertama-tama kita harus sadar bahwa pemindahan ibukota dari satu kota ke kota lain adalah hal yang biasa dan pernah dilakukan. Sebagai contoh, Amerika Serikat pernah memindahkan ibukota mereka dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin, sementara Brazil memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia. Indonesia sendiri pernah memindahkan ibukotanya dari Jakarta ke Yogyakarta .

Over Populasi (Jumlah penduduk melebihi daya tampung) merupakan penyebab utama kenapa banyak negara memindahkan ibukotanya. Sebagai contoh saat ini Jepang dan Korea Selatan tengah merencanakan pemindahan ibukota negara mereka. Jepang ingin memindahkan ibukotanya karena wilayah Tokyo Megapolitan jumlah penduduknya sudah terlampau besar yaitu: 33 juta jiwa. Korsel pun begitu karena wilayah kota Seoul dan sekitarnya jumlah penduduknya sudah mencapai 22 juta. Bekas ibukota AS, New York dan sekitarnya total penduduknya mencapai 22 juta jiwa. Jakarta sendiri menurut mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin, dirancang Belanda untuk menampung 800.000 penduduk. Namun ternyata di saat Ali menjabat Gubernur jumlahnya membengkak jadi 3,5 juta dan sekarang membengkak lagi hingga daerah Metropolitan Jakarta yang meliputi Jabodetabek mencapai total 23 juta jiwa.

Jadi pemindahan ibukota bukanlah hal yang tabu dan sulit. Soeharto sendiri sebelum lengser sempat merencanakan pemindahan ibukota Jakarta ke Jonggol.

Kenapa kita harus memindahkan ibukota dari Jakarta ? Apa tidak repot? Apa biayanya tidak terlalu besar? Jawaban dari pertanyaan ini harus benar-benar tepat dan beralasan. Jika tidak, hanya buang-buang waktu, tenaga, dan biaya.
Pertama kita harus sadar bahwa ibukota Jakarta di mana lebih dari 80% uang yang ada di Indonesia beredar di sini merupakan magnet yang menarik penduduk seluruh dari Indonesia untuk mencari uang di Jakarta. Arus urbanisasi dari daerah ke Jakarta begitu tinggi. Akibatnya jika penduduk Jakarta pada zaman Ali Sadikin tahun 1975-an hanya sekitar 3,5 juta jiwa, saat ini jumlahnya sekitar 10 juta jiwa. Pada hari kerja dengan pekerja dari wilayah Jabotabek, penduduk Jakarta menjadi 12 juta jiwa.

Jumlah penduduk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi diperkirakan sekitar 23 juta jiwa. Padahal tahun 1986 jumlahnya hanya sekitar 14,6 juta jiwa (MS Encarta). Jika Jakarta terus dibiarkan jadi ibukota, maka jumlah ini akan terus membengkak dan membengkak. Akibatnya kemacetan semakin merajalela. Jumlah kendaraan bertambah. Asap kendaraan dan polusi meningkat sehingga udara Jakarta sudah tidak layak hirup lagi. Pohon-pohon, lapangan rumput, dan tanah serapan akan semakin berkurang diganti oleh aspal dan lantai beton perumahan, gedung perkantoran dan pabrik. Sebagai contoh berbagai hutan kota atau tanah lapang di kawasan Senayan, Kelapa Gading, Pulomas, dan sebagainya saat ini sudah menghilang diganti dengan Mall, gedung perkantoran dan perumahan.
Hal-hal di atas akan mengakibatkan:

  1. Jakarta akan jadi kota yang sangat macet
  2. Dengan banyaknya orang bekerja di Jakarta padahal rumah mereka ada di pinggiran Jabotabek, akan mengakibatkan pemborosan BBM. Paling tidak ada sekitar 6,5 milyar liter BBM dengan nilai sekitar Rp 30 trilyun yang dihabiskan oleh 2 juta pelaju ke Jakarta setiap tahun.
  3. Dengan kemacetan dan jauhnya jarak perjalanan, orang menghabiskan waktu 3 hingga 5 jam per hari hanya untuk perjalanan kerja.
  4. Stress meningkat akibat kemacetan di jalan.
  5. Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) juga meningkat karena orang berada lama di jalan dan menghisap asap knalpot kendaraan
  6. Banjir dan kekeringan akan semakin meningkat karena daerah resapan air terus berkurang.
  7. Jumlah penduduk Indonesia akan terpusat di wilayah Jabodetabek. Saat ini saja sekitar 30 juta dari 200 juta penduduk Indonesia menempati area 1500 km2 di Jabodetabek. Atau 15% penduduk menempati kurang dari 1% wilayah Indonesia .
  8. Pembangunan akan semakin tidak merata karena kegiatan pemerintahan, bisnis, seni, budaya, industri semua terpusat di Jakarta dan sekitarnya.
  9. Tingkat Kejahatan/Kriminalitas akan meningkat karena luas wilayah tidak mampu menampung penduduk yang terlampau padat.
  10. Timbul bahaya kelaparan karena over populasi dan sawah berubah jadi rumah, kantor, dan pabrik. Saat ini pulau Jawa yang merupakan pulau terpadat di dunia 7 x lipat lebih padat daripada RRC. Kepadatan penduduk di Jawa 1.007 orang/km2 sementara di RRC hanya 138 orang/km2. Tak heran di pulau Jawa banyak orang yang kelaparan dan makan nasi aking.

Untuk itu diperlukan penyebaran pusat kegiatan di berbagai kota di Indonesia . Sebagai contoh, di AS pusat pemerintahan ada di Washington DC yang jumlah penduduknya hanya 563 ribu jiwa. Sementara pusat bisnis ada di New York dengan populasi 8,1 juta. Pusat kebudayaan ada di Los Angeles dengan populasi 3,9 juta. Pusat Industri otomotif ada di Detroit dengan jumlah penduduk 911.000 jiwa.

Di AS kegiatan tersebar di beberapa kota . Tidak tertumpuk di satu kota . Sehingga pembangunan bisa lebih merata.

Indonesia juga harus begitu. Semua kegiatan jangan terpusat di Jakarta . Jika tidak, maka jumlah penduduk kota Jakarta akan terus membengkak. Dalam 10-20 tahun, Jakarta akan jadi kota yang mati/semrawut karena jumlah penduduk yang terlampau banyak (saat ini saja kemacetan sudah luar biasa).

Biarlah Jakarta cukup menjadi pusat bisnis. Untuk pusat pemerintahan, sebaiknya dipindahkan ke Kalimantan Tengah.

Kenapa Kalimantan Tengah? Kenapa tidak di Jawa, Sulawesi, atau Sumatra ?

Pertama Jawa adalah pulau kecil yang sudah terlampau padat penduduknya. Luas pulau Jawa hanya 134.000 km2 sementara jumlah penduduknya sekitar 135 juta jiwa. Kepadatannya sudah mencapai lebih dari 1.000 jiwa per km2. Apalagi pulau Jawa yang subur dengan persawahan yang sudah mapan seharusnya dipertahankan tetap jadi lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan di Indonesia . Kalau dipaksakan di Jawa, maka luas sawah akan berkurang sebanyak 50.000 hektar! Produksi beras/pangan lain akan berkurang sekitar 200 ribu ton per tahun! Indonesia akan semakin kekurangan pangan karenanya. Selama ibukota tetap di Jawa, pulau Jawa akan semakin padat dan pembangunan tidak tersebar ke seluruh Indonesia. Jawa sudah kebanyakan penduduk/over- crowded!

Ada pun pulau Sumatera letaknya relatif agak di Barat. Dengan jumlah penduduk lebih dari 42 juta, pembangunan di Sumatera sudah cukup lumayan.

Sulawesi dengan luas 189.000 km2 dan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa masih terlalu kecil wilayahnya. Sumatera dan Sulawesi adalah pulau yang subur dan cocok untuk pertanian. Jadi sayang jika pertumbuhan jumlah penduduk dipusatkan di situ. Belum lagi kedua wilayah ini rawan dengan gempa bumi dan tsunami.

Ada pun Kalimantan luasnya 540.000 km2 dengan jumlah penduduk hanya 12 juta jiwa. Pulau Kalimantan jauh lebih luas dibanding pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dan jumlah penduduknya justru paling sedikit.

Di pulau Kalimantan juga tidak ada gunung berapi dan merupakan pulau yang teraman dari gempa. Sementara di pesisir Kalimantan Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa juga ombak relatif tenang dan aman dari Tsunami. Ini cocok untuk jadi tempat ibukota Indonesia yang baru.

Sebaliknya Jakarta begitu dekat dengan gunung Krakatau yang ledakkannya 30 ribu x bom atom Hiroshima dengan tsunami setinggi 40 meter. Efek ledakan Krakatau terasa sampai Afrika dan Australia . Sekarang gunung Krakatau yang dulu rata dengan laut telah “tumbuh” setinggi 800 meter lebih dengan kecepatan “tumbuh” sekitar 7 meter/tahun. Sebagian ahli geologi memperkirakan letusan kembali terulang antara 2015-2083. Jadi Jakarta tinggal “menunggu waktu” saja…

Salam Dahsyat

 

Berlangganan Artikel… GRATIS! Masukkan Email Anda :



ANDA DIPERBOLEHKAN MENG-COPY ARTIKEL INI DAN MENAMPILKANNYA KE BLOG ANDA TANPA PERLU IJIN KE SAYA. NAMUN DILARANG MERUBAH ISI ARTIKEL!
**Langsung Copy-Paste artikel yg ingin anda ambil ke dalam Form Posting blog anda TANPA merubah apapun isi darinya, dan TAMBAHKAN kode berikut ini ke bagian bawah artikel tersebut (dalam model HTML) di blog anda. Silahkan tekan Ctrl+A di dalam kotak untuk meng-Copy kode di dibawah ini.

Hasil pencarian yang terkait dengan artikel:

benarkah ibukota negara akan pindah ke palangka raya (1)
Posted on

Pemerintah Wajibkan Warga Punya Asuransi Kesehatan Tahun 2014

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rabu, 14/10/2009, 02:14:56 AM. Jakarta, RMexpose.

Masa Tua yang Bahagia
Masa Tua yang Bahagia

Jaminan kesehatan terhadap warga negara menjadi faktor utama yang tak bisa diabaikan. Makanya Pemerintah berharap, seluruh Penduduk Indonesia memiliki POLIS Asuransi Kesehatan pada tahun 2014. Dalam hal ini, Kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) sedang menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk mewujudkan target itu.

“Asuransi itu WAJIB, nanti dilaksanakan secara bertahap”, ucap Deputi Menkokesra Bidang Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Adang Setiana, baru-baru ini.

Secara serius dia mengingatkan, Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, mewajikan seluruh Penduduk membayar biaya jaminan kesehatannya.

Tapi karena keterbatasan dana, pemerintah hanya akan menjami asuransi bagi penduduk miskin. Premi asuransi Penduduk Miskin akan ditanggung pemerintah melalui program JAMKESMAS. “Di luar itu, ya, harus membayar sendiri”, tegasnya.

Adang menjelaskan, dari 230 juta Penduduk Indonesia , baru sekitar 95 juta orang yang memiliki Asuransi Kesehatan. Mereka adalah 61 juta orang peserta JAMKESMAS, 16 juta orang peserta Asuransi Kesehatan Pegawai Negeri Sipil, 4 juta peserta JAMSOSTEK, 3 juta orang peserta Asuransi Kesehatan TNI dan sisanya peserta Asuransi Kesehatan Individu.

Menko Kesra Aburizal Bakrie menambahkan, program JAMKESMAS yang semula mencapai 76,4 juta orang peserta, tahun depan jumlahnya bisa turun menjadi 61 juta orang. “Karena jumlah orang miskin menurun BPS menurun, maka jumlah penerima JAMKESMAS juga turun”, katanya.

Abdul Chalik Masulili, Kepala Pusat Jaminan Kesehatan Departemen Kesehatan menyatakan, prgram kepemilikan asuransi kesehatan untuk semua warga ini akan dinamakan JAMKESMAS SEMESTA atau Universal Coverage Social Insurance. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai 2010. GO.

INGAT!!!…

Peluang indah sudah di depan mata. Tinggal bagaimana Anda menghadapinya saja. Jika saat ini, Anda sudah berada di Industri Asuransi, tidak penting kondisi Anda sekarang. Jika Anda terus belajar maka Anda akan jadi Insan Asuransi yang Profesional.

Tahun 2014, apakah Anda akan menjadi PENONTON atau PEMAIN?…
Jawab dan katakan pada diri Anda, dan rekan di samping Anda. Saat Anda membaca tulisan ini…

Anda dapat menghubungi kami :

Budi Siregar SP
Financial Consultant
HP. 0815 2800 500
email : impianclub@gmail.com
atau masukkan komentar Anda melalui blog ini

Sukses buat Anda!

Hasil pencarian yang terkait dengan artikel:

content (1)