Posted on

Bukti Trading KP yang Profitable

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Informasi ini diperoleh dari Admin KomisiPrima.com (Bpk. Dani & Dody)

———-
Tanggal : 18/12/2009 07:51
Bukti Trading KP yang Profitable

[ad#ad-2]

Menanggapi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang mengatakan bahwa KomisiPrima.com adalah Money Game, di sini kami menginfokan bahwa KP benar-benar bergerak di trading Forex dan CFD, anda bisa melihat langsung DETAIL STATEMENT yang kami PUBLISH di halaman depan web dan member area. Anda bisa membandingkan sendiri situs mana yang tergolong INVESTASI MURNI dan situs mana yang Money Game.

Sekali lagi jangan sampai terkecoh dengan situs-situs penjiplak KP yang memberikan Profit tidak rasional. Jika Anda juga sudah terjun di sana… mudah-mudahan uang Anda akan kembali.

Admin

Dani & Dody
———-

Dari Informasi di atas jelas sekali terlihat bahwa KomisiPrima.com benar-benar bergerak di bisnis Investasi. Makanya bagi yang belum bergabung, silahkan bergabung melalui ICON di bawah ini.

KomisiPrima.com Murni Investasi!
KomisiPrima.com Murni Investasi!

Sukses Selalu!

Posted on

Klaim Perdana Pru Parent Payor (Tabungan Pendidikan Anak)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Saudaraku…
Banyak cara orang mengungkapkan cinta, namun tentu kita sependapat bahwa cinta tidak terbatas hanya kata-kata.

Cinta perlu bukti dan pengorbanan, apapun akan kita lakukan demi orang yang kita cintai.

Bukti cinta sang Ayah pada anak si buah hati yang diberikan Alm Agus Mansur dengan memberikan program terbaik yang sedini mungkin menyiapkan tabungan pendidikan untuk anak yang beliau kasihi.

[ad#ad-4]

Prudential tidak bisa menggantikan almarhum pasti, namun setidaknya bukti cinta dan pilihan program pendidikan anak melalui asuransi adalah bukti tanggung jawab dan cinta beliau, demi masa depan anak di kelak kemudian hari nanti.

Semoga amal almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan diberikan ketabahan pada istri, anak beserta keluarga tercinta.

Untuk Financial Consultance Prudential, inilah bukti pekerjaan kita sungguh mulia untuk membantu merencanakan masa depan nasabah kita.

Semoga bermanfaat.

Salam Berkah

Daryana, SE
Unit Manager Prudential

Posted on

Rencana SBY Tentang Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta ke Palangka Raya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Penghargaan Asuransi Prudential Tahuan 2010SBY tengah memikirkan lokasi baru pusat pemerintahan. Kalau seperti Malaysia itu tanggung dan tidak sepenuh hati. Cuma 40 km. Sehingga sebagian tidak pindah rumah dan akhirnya jadi jauh dan macet.

Harusnya seperti Brazil yang memindahkan ibukotanya begitu jauh dari Rio de Janeiro ke Brasilia, atau Amerika Serikat dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin.
Karena jauh akhirnya pada pindah rumah. Kalau dekat, misalnya di Jonggol atau Sentul, niscaya orang Tangerang, Bogor, Jakarta, Bekasi, Depok tetap tinggal di rumahnya dan berkantor di ibukota baru. Jalan jauh dan kemacetan pun terus berlangsung.

Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta

Pertama-tama kita harus sadar bahwa pemindahan ibukota dari satu kota ke kota lain adalah hal yang biasa dan pernah dilakukan. Sebagai contoh, Amerika Serikat pernah memindahkan ibukota mereka dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin, sementara Brazil memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia. Indonesia sendiri pernah memindahkan ibukotanya dari Jakarta ke Yogyakarta .

Over Populasi (Jumlah penduduk melebihi daya tampung) merupakan penyebab utama kenapa banyak negara memindahkan ibukotanya. Sebagai contoh saat ini Jepang dan Korea Selatan tengah merencanakan pemindahan ibukota negara mereka. Jepang ingin memindahkan ibukotanya karena wilayah Tokyo Megapolitan jumlah penduduknya sudah terlampau besar yaitu: 33 juta jiwa. Korsel pun begitu karena wilayah kota Seoul dan sekitarnya jumlah penduduknya sudah mencapai 22 juta. Bekas ibukota AS, New York dan sekitarnya total penduduknya mencapai 22 juta jiwa. Jakarta sendiri menurut mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin, dirancang Belanda untuk menampung 800.000 penduduk. Namun ternyata di saat Ali menjabat Gubernur jumlahnya membengkak jadi 3,5 juta dan sekarang membengkak lagi hingga daerah Metropolitan Jakarta yang meliputi Jabodetabek mencapai total 23 juta jiwa.

Jadi pemindahan ibukota bukanlah hal yang tabu dan sulit. Soeharto sendiri sebelum lengser sempat merencanakan pemindahan ibukota Jakarta ke Jonggol.

Kenapa kita harus memindahkan ibukota dari Jakarta ? Apa tidak repot? Apa biayanya tidak terlalu besar? Jawaban dari pertanyaan ini harus benar-benar tepat dan beralasan. Jika tidak, hanya buang-buang waktu, tenaga, dan biaya.
Pertama kita harus sadar bahwa ibukota Jakarta di mana lebih dari 80% uang yang ada di Indonesia beredar di sini merupakan magnet yang menarik penduduk seluruh dari Indonesia untuk mencari uang di Jakarta. Arus urbanisasi dari daerah ke Jakarta begitu tinggi. Akibatnya jika penduduk Jakarta pada zaman Ali Sadikin tahun 1975-an hanya sekitar 3,5 juta jiwa, saat ini jumlahnya sekitar 10 juta jiwa. Pada hari kerja dengan pekerja dari wilayah Jabotabek, penduduk Jakarta menjadi 12 juta jiwa.

Jumlah penduduk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi diperkirakan sekitar 23 juta jiwa. Padahal tahun 1986 jumlahnya hanya sekitar 14,6 juta jiwa (MS Encarta). Jika Jakarta terus dibiarkan jadi ibukota, maka jumlah ini akan terus membengkak dan membengkak. Akibatnya kemacetan semakin merajalela. Jumlah kendaraan bertambah. Asap kendaraan dan polusi meningkat sehingga udara Jakarta sudah tidak layak hirup lagi. Pohon-pohon, lapangan rumput, dan tanah serapan akan semakin berkurang diganti oleh aspal dan lantai beton perumahan, gedung perkantoran dan pabrik. Sebagai contoh berbagai hutan kota atau tanah lapang di kawasan Senayan, Kelapa Gading, Pulomas, dan sebagainya saat ini sudah menghilang diganti dengan Mall, gedung perkantoran dan perumahan.
Hal-hal di atas akan mengakibatkan:

  1. Jakarta akan jadi kota yang sangat macet
  2. Dengan banyaknya orang bekerja di Jakarta padahal rumah mereka ada di pinggiran Jabotabek, akan mengakibatkan pemborosan BBM. Paling tidak ada sekitar 6,5 milyar liter BBM dengan nilai sekitar Rp 30 trilyun yang dihabiskan oleh 2 juta pelaju ke Jakarta setiap tahun.
  3. Dengan kemacetan dan jauhnya jarak perjalanan, orang menghabiskan waktu 3 hingga 5 jam per hari hanya untuk perjalanan kerja.
  4. Stress meningkat akibat kemacetan di jalan.
  5. Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) juga meningkat karena orang berada lama di jalan dan menghisap asap knalpot kendaraan
  6. Banjir dan kekeringan akan semakin meningkat karena daerah resapan air terus berkurang.
  7. Jumlah penduduk Indonesia akan terpusat di wilayah Jabodetabek. Saat ini saja sekitar 30 juta dari 200 juta penduduk Indonesia menempati area 1500 km2 di Jabodetabek. Atau 15% penduduk menempati kurang dari 1% wilayah Indonesia .
  8. Pembangunan akan semakin tidak merata karena kegiatan pemerintahan, bisnis, seni, budaya, industri semua terpusat di Jakarta dan sekitarnya.
  9. Tingkat Kejahatan/Kriminalitas akan meningkat karena luas wilayah tidak mampu menampung penduduk yang terlampau padat.
  10. Timbul bahaya kelaparan karena over populasi dan sawah berubah jadi rumah, kantor, dan pabrik. Saat ini pulau Jawa yang merupakan pulau terpadat di dunia 7 x lipat lebih padat daripada RRC. Kepadatan penduduk di Jawa 1.007 orang/km2 sementara di RRC hanya 138 orang/km2. Tak heran di pulau Jawa banyak orang yang kelaparan dan makan nasi aking.

Untuk itu diperlukan penyebaran pusat kegiatan di berbagai kota di Indonesia . Sebagai contoh, di AS pusat pemerintahan ada di Washington DC yang jumlah penduduknya hanya 563 ribu jiwa. Sementara pusat bisnis ada di New York dengan populasi 8,1 juta. Pusat kebudayaan ada di Los Angeles dengan populasi 3,9 juta. Pusat Industri otomotif ada di Detroit dengan jumlah penduduk 911.000 jiwa.

Di AS kegiatan tersebar di beberapa kota . Tidak tertumpuk di satu kota . Sehingga pembangunan bisa lebih merata.

Indonesia juga harus begitu. Semua kegiatan jangan terpusat di Jakarta . Jika tidak, maka jumlah penduduk kota Jakarta akan terus membengkak. Dalam 10-20 tahun, Jakarta akan jadi kota yang mati/semrawut karena jumlah penduduk yang terlampau banyak (saat ini saja kemacetan sudah luar biasa).

Biarlah Jakarta cukup menjadi pusat bisnis. Untuk pusat pemerintahan, sebaiknya dipindahkan ke Kalimantan Tengah.

Kenapa Kalimantan Tengah? Kenapa tidak di Jawa, Sulawesi, atau Sumatra ?

Pertama Jawa adalah pulau kecil yang sudah terlampau padat penduduknya. Luas pulau Jawa hanya 134.000 km2 sementara jumlah penduduknya sekitar 135 juta jiwa. Kepadatannya sudah mencapai lebih dari 1.000 jiwa per km2. Apalagi pulau Jawa yang subur dengan persawahan yang sudah mapan seharusnya dipertahankan tetap jadi lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan di Indonesia . Kalau dipaksakan di Jawa, maka luas sawah akan berkurang sebanyak 50.000 hektar! Produksi beras/pangan lain akan berkurang sekitar 200 ribu ton per tahun! Indonesia akan semakin kekurangan pangan karenanya. Selama ibukota tetap di Jawa, pulau Jawa akan semakin padat dan pembangunan tidak tersebar ke seluruh Indonesia. Jawa sudah kebanyakan penduduk/over- crowded!

Ada pun pulau Sumatera letaknya relatif agak di Barat. Dengan jumlah penduduk lebih dari 42 juta, pembangunan di Sumatera sudah cukup lumayan.

Sulawesi dengan luas 189.000 km2 dan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa masih terlalu kecil wilayahnya. Sumatera dan Sulawesi adalah pulau yang subur dan cocok untuk pertanian. Jadi sayang jika pertumbuhan jumlah penduduk dipusatkan di situ. Belum lagi kedua wilayah ini rawan dengan gempa bumi dan tsunami.

Ada pun Kalimantan luasnya 540.000 km2 dengan jumlah penduduk hanya 12 juta jiwa. Pulau Kalimantan jauh lebih luas dibanding pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dan jumlah penduduknya justru paling sedikit.

Di pulau Kalimantan juga tidak ada gunung berapi dan merupakan pulau yang teraman dari gempa. Sementara di pesisir Kalimantan Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa juga ombak relatif tenang dan aman dari Tsunami. Ini cocok untuk jadi tempat ibukota Indonesia yang baru.

Sebaliknya Jakarta begitu dekat dengan gunung Krakatau yang ledakkannya 30 ribu x bom atom Hiroshima dengan tsunami setinggi 40 meter. Efek ledakan Krakatau terasa sampai Afrika dan Australia . Sekarang gunung Krakatau yang dulu rata dengan laut telah “tumbuh” setinggi 800 meter lebih dengan kecepatan “tumbuh” sekitar 7 meter/tahun. Sebagian ahli geologi memperkirakan letusan kembali terulang antara 2015-2083. Jadi Jakarta tinggal “menunggu waktu” saja…

Salam Dahsyat

 

Berlangganan Artikel… GRATIS! Masukkan Email Anda :



ANDA DIPERBOLEHKAN MENG-COPY ARTIKEL INI DAN MENAMPILKANNYA KE BLOG ANDA TANPA PERLU IJIN KE SAYA. NAMUN DILARANG MERUBAH ISI ARTIKEL!
**Langsung Copy-Paste artikel yg ingin anda ambil ke dalam Form Posting blog anda TANPA merubah apapun isi darinya, dan TAMBAHKAN kode berikut ini ke bagian bawah artikel tersebut (dalam model HTML) di blog anda. Silahkan tekan Ctrl+A di dalam kotak untuk meng-Copy kode di dibawah ini.

Hasil pencarian yang terkait dengan artikel:

benarkah ibukota negara akan pindah ke palangka raya (1)
Posted on

Pemerintah Wajibkan Warga Punya Asuransi Kesehatan Tahun 2014

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rabu, 14/10/2009, 02:14:56 AM. Jakarta, RMexpose.

Masa Tua yang Bahagia
Masa Tua yang Bahagia

Jaminan kesehatan terhadap warga negara menjadi faktor utama yang tak bisa diabaikan. Makanya Pemerintah berharap, seluruh Penduduk Indonesia memiliki POLIS Asuransi Kesehatan pada tahun 2014. Dalam hal ini, Kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) sedang menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk mewujudkan target itu.

“Asuransi itu WAJIB, nanti dilaksanakan secara bertahap”, ucap Deputi Menkokesra Bidang Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Adang Setiana, baru-baru ini.

Secara serius dia mengingatkan, Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, mewajikan seluruh Penduduk membayar biaya jaminan kesehatannya.

Tapi karena keterbatasan dana, pemerintah hanya akan menjami asuransi bagi penduduk miskin. Premi asuransi Penduduk Miskin akan ditanggung pemerintah melalui program JAMKESMAS. “Di luar itu, ya, harus membayar sendiri”, tegasnya.

Adang menjelaskan, dari 230 juta Penduduk Indonesia , baru sekitar 95 juta orang yang memiliki Asuransi Kesehatan. Mereka adalah 61 juta orang peserta JAMKESMAS, 16 juta orang peserta Asuransi Kesehatan Pegawai Negeri Sipil, 4 juta peserta JAMSOSTEK, 3 juta orang peserta Asuransi Kesehatan TNI dan sisanya peserta Asuransi Kesehatan Individu.

Menko Kesra Aburizal Bakrie menambahkan, program JAMKESMAS yang semula mencapai 76,4 juta orang peserta, tahun depan jumlahnya bisa turun menjadi 61 juta orang. “Karena jumlah orang miskin menurun BPS menurun, maka jumlah penerima JAMKESMAS juga turun”, katanya.

Abdul Chalik Masulili, Kepala Pusat Jaminan Kesehatan Departemen Kesehatan menyatakan, prgram kepemilikan asuransi kesehatan untuk semua warga ini akan dinamakan JAMKESMAS SEMESTA atau Universal Coverage Social Insurance. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai 2010. GO.

INGAT!!!…

Peluang indah sudah di depan mata. Tinggal bagaimana Anda menghadapinya saja. Jika saat ini, Anda sudah berada di Industri Asuransi, tidak penting kondisi Anda sekarang. Jika Anda terus belajar maka Anda akan jadi Insan Asuransi yang Profesional.

Tahun 2014, apakah Anda akan menjadi PENONTON atau PEMAIN?…
Jawab dan katakan pada diri Anda, dan rekan di samping Anda. Saat Anda membaca tulisan ini…

Anda dapat menghubungi kami :

Budi Siregar SP
Financial Consultant
HP. 0815 2800 500
email : impianclub@gmail.com
atau masukkan komentar Anda melalui blog ini

Sukses buat Anda!

Hasil pencarian yang terkait dengan artikel:

content (1)