Posted on

Motivasi Hari Ini, Idealisme Seorang Trader

  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares

90% kesuksesan seorang trader dipengaruhi oleh psikologis, sisanya adalah skills


Apa saja yang termasuk dalam psikologis tersebut:

  1. Yakin akan profit terhadap open posisi yang sudah dilakukan
  2. Sabar dalam situasi pasar bagaimanapun, di saat kala profit maupun di kala minus (loss).
  3. Tidak serakah, karena keserakahan membuat seorang trader kurang bisa berpikir logis. Cenderung mengedepankan Napsu dan emosi.
  4. Rasa takut yang tidak berlebihan, sehingga begitu sudah dianalisa, ada kesimpulan harus mengambil posisi apa (Instant or Pending order).
  5. Tidak ada balas dendam, karena sikap balas dendam sesuatu hal yang dibenci oleh Tuhan. Lagian gerak pasar belum tentu sesuai dengan harapan.

Dalam membuat rencana dan target trading haruslah logis, tidak terlalu memaksa… sehingga dengan rencana dan target trading tersebut bisa membuat tenang dan santai serta profit, sehingga waktu untuk keluarga dan ibadah lebih banyak.

Semoga bermanfaat!!

——-
There are no words fail… only success and learning

Posted on

Kisah Inspiratif – Susan Boyle

  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Dear sahabatku,
Saya setiap hari bertemu banyak rekan-rekan, teman-teman dan beberapa kehidupan sosial yang terus berkembang, baik di dunia maya maupun realita.
Meskipun tidak banyak, namun rata-rata teman-teman dekat saya merupakan sekelompok positive people, dengan positive thinking dan positive attitude, Namun tak kurang juga terdapat beberapa kelompok yang selalu hidup dalam kebiasaan negative.
Salah satunya adalah dalam setting impian mereka… saya sering sekali mendengar keluhan dari teman-teman trader dengan kata-kata “Saya menyerah”, “Saya tidak mampu”, “Ini bukan bidang saya”, “Dia kan terlahir kaya” dan banyak lagi alasan-alasan lainnya.

Akhir-akhir ini saya penasaran dan tertarik dengan 1 iklan dari tv kabel, yang menyorot seorang wanita tua berusia 47 tahun, mungkin Anda pernah dan sudah tahu tentang Susan Boyle, namun ijinkan saya mengutip artikel dari berbagai sumber mengenai wanita ini untuk yang belum tahu.

http://www.youtube.com/watch?v=8OcQ9A-5noM

————————————–

Susan Boyle Image

Dia jelas tidak memiliki penampilan artis. Gemuk, berusia 47 tahun, kikuk, cara berdandannya pas-pasan. Para juri Britain’s Got Talent–termasuk Simon Cowell yang terkenal karena ketajaman lidahnya dalam American Idol–meragukan Susan Boyle saat ia muncul di panggung. Begitu pula dengan para penonton yang melihat syuting dalam acara pencari bakat Inggris itu.

Tapi begitu Susan Boyle menyanyikan lagu opera, “I Dreamed a Dream” dari Les Miserables, semua takjub. Suaranya yang sangat indah, sangat merdu, membuat para penonton berulang-ulang berdiri memberi tepuk tangan. Para juri–Cowell, Piers Morgan dan Amanda Holden–ikut tergaga mendengar suara menakjubkan Susan Boyle.

Oprah Winfrey sudah mengundangnya datang untuk duduk di sofanya dalam acara yang ditonton di seluruh dunia. Ia memang memiliki cerita hidup yang layak diceritakan di Oprah Winfrey Show. Bukan hanya penampilan yang tidak “ngartis” tapi juga kehidupan sendiri yang cukup dramatis.

Saat lahir, ia sempat kehabisan oksigen dan membuat perkembangan otak sedikit abnormal. Saat sekolah, ia sedikit terbelakang dan sering menjadi bahan ejekan teman-temannya.

Tapi ia rajin datang ke gedung teater untuk menonton para penyanyi profesional. Sekitar 14 tahun silam, ia pernah ikut audisi acara televisi My Kind of People. Tapi ia begitu grogi sehingga gagal.

Boyle begitu serius bernyanyi sehingga ia belajar dari seorang guru vokal, Fred O’Neil. Satu dekade silam, ia pernah rekaman, berjudul “Cry Me a River” untuk album peringatan pergantian milenium di kampung asalnya.

Ibunya, sampai meninggal dua tahun silam pada usia 91 tahun, terus mendorong agar anaknya itu ikut kompetisi menyanyi nasional, bukan sekedar lomba menyanyi lokal yang beberapa kali ia menangkan. Tapi Boyle merasa tidak siap.

Pentas pertama setelah ibunya meninggal adalah di depan Simon Cowell yang mengguncangkan dunia itu. Sesaat sebelum tampil, Cowell sempat bertanya tentang umur dan hal-hal kecil lain. Boyle mengaku belum pernah pacaran. Ciuman juga belum pernah. Sekarang juga tinggal hanya dengan seekor kucing di rumahnya.

Pentas yang membuat sejarah ini membuatnya diundang ke acara Oprah. Cowell, juri yang juga produser itu, tahu arti diundang tampil ke acara Oprah Show. “Jika ia pergi ke acara Oprah, saya pikir besar peluang Susan Boyle memiliki album nomor satu di Amerika.” (dikutip dari tempo)

————————————–

http://www.youtube.com/watch?v=8OcQ9A-5noM

Semoga menjadi inspirasi teman-teman traders semua, bahwa mimpi tetap harus dikejar.. dan suatu hari akan menjadi kenyataan………

Salam sukses selalu,

Source: Tim Manajemen ServerKeren
ServerKeren.com: penyedian VPS handal (sangat stabil untuk trading di Forex)
Jl. Melawai VII No. 1 (Komp. Blok M Square) | Jakarta 12160 – Indonesia
P: +62.21.7919.3435 ext. 21 (hunting) | F: +62.21.722.01.09 | HP: +62.21.70095525
http://www.serverkeren.com

Posted on

Kisah Penyesalan Sang Tukang Kayu

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Menang, Bahagia atau MenyesalSeorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu,” katanya, “hadiah dari kami.”

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.

Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.

Spoiler
Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.

“Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri”.
Bagikanlah renungan ini kepada sahabat dan teman-teman anda, niscaya kebajikan dan hikmat akan kembali jua kepada kebaikan yang Anda bagikan.

Semoga bermanfaat!

Berlangganan Artikel… GRATIS! Masukkan Email Anda :