Posted on

Konsolidasi Areal yang Tidak Bisa Dipanen

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pemandu 1 : Budi Siregar ( EM BMKE )
Pemandu 2 : A. Rahman Siregar (Askep BMKE)
Narator : Andri Wiyanto ( Asisten Divisi 05 BMKE )
Peserta : Mandor 1 dan supervisi All Divisi BMKE
Tema : Konsolidasi Areal yang Tidak Bisa Dipanen

Piringan Manual Menggunakan Cangkul
Piringan Manual Menggunakan Cangkul

Kegiatan simulasi ini dilakukan pada tanggal 29 Mei 2012 dan dipilih Blok P39 Divisi 04 BMKE. Tujuan dilakukannya kegiatan ini untuk melatih cara analisa berpikir bagi semua supervisi BMKE dalam menghadapi kondisi areal yang sulit bagi pemanen untuk panen dan item pekerjaan lain seperti pemupukan dan perawatan chemist sehingga pemanen dan karyawan perawatan mudah dalam menjalankan pekerjaan. Pada dasarnya, simulasi kali ini untuk melatih cara analisa berpikir supervisi sehingga dalam mengerjakan pekerjaan seefektif mungkin. Kegiatan simulasi ini dihadiri oleh 36 peserta dari semua Divisi dan Estate BMKE.
Simulasi konsolidasi areal tidak bisa dipanen dilakukan dalam waktu 45 menit, terbagi atas 6 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 6 peserta dari berbagai divisi. Alat yang digunakan berupa cangkul untuk membuat pasar angkong ataupun pasar pikul, dodos untuk pruning, parang untuk terbas gawangan dan rempes pelepah. Salah satu peserta di setiap kelompok bertugas sebagai timer untuk kalibrasi setiap pekerjaan dan notulen pekerjaan masing-masing pekerjaan. Setiap tim diberi 1 pasar untuk menyelesaikan tugasnya dalam waktu 30 menit dan sisa waktu (15 menit) untuk melakukan konsolidasi pokok doyong sebanyak 2 pokok besar.

Konsolidasi Pokok Doyong
Konsolidasi Pokok Doyong

Metode Kerja

  1. Setiap tim diberi ancak 1 pasar dan menganalisa pekerjaan apa yang dikerjakan pertama kali dan timer sudah mulai menghitung waktu.
  2. Setiap tim berbagi tugas untuk buka piringan, pruning, buka gawangan, dan buat pasar angkong/pasar pikul.
  3. Ketika timer sudah mulai menghitung waktu kerja, masing-masing peserta mulai bekerja sesuai tugas masing-masing.

Hasil Simulasi
Setelah dilakukan kegiatan tersebut, diperoleh data mentah yang dilakukan selama 30 menit, dengan rincian per kelompok sebagai berikut :
1. Kelompok 1:
 Pruning tanpa buka piringan dan susun pelepah = 6 pokok/30 menit,
rata-rata/TK = 1 pokok/TK
rata-rata per pokok = 5 menit/pokok
 Terbas Gawangan = 0.04 ha/30 menit
rata-rata/TK = 0.007 ha/TK
rata-rata per ha = 750 menit/ha = 12.5 jam/ha
 Buat jalan angkong = 10 meter/30 menit
Rata-rata/TK = 1.7 meter/TK
Rata-rata per meter = 3 meter/menit

Rawat Gawangan Manual
Rawat Gawangan Manual

2. Kelompok 2:
 Pruning tanpa buka piringan dan susun pelepah = 6 pokok/30 menit,
rata-rata/TK = 1 pokok/TK
rata-rata per pokok = 5 menit/pokok
 Terbas Gawangan = 0.04 ha/30 menit (kondisi sedang)
rata-rata/TK = 0.007 ha/TK
rata-rata per ha = 750 menit/ha = 12.5 jam/ha
 Piringan manual = 6 pokok/30 menit
Rata-rata/TK = 1 pokok/TK
Rata-rata per pokok = 5 menit/pokok

3. Kelompok 3:
 Pruning tanpa buka piringan dan susun pelepah = 6 pokok/30 menit,
rata-rata/TK = 1 pokok/TK
rata-rata per pokok = 5 menit/pokok
 Terbas Gawangan = 0.03 ha/30 menit
rata-rata/TK = 0.005 ha/TK
rata-rata per ha = 1000 menit/ha = 16.7 jam/ha
 Piringan manual = 6 pokok/30 menit
Rata-rata/TK = 1 pokok/TK
Rata-rata per pokok = 5 menit/pokok

Buat Pasar Angkong
Buat Pasar Angkong

4. Kelompok 4 :
 Pruning tanpa buka piringan dan susun pelepah = 9 pokok/30 menit,
rata-rata/TK = 1.5 pokok/TK
rata-rata per pokok = 3.3 menit/pokok
 Terbas Gawangan = 0.07 ha/30 menit
rata-rata/TK = 0.01 ha/TK
rata-rata per ha = 429 menit/ha = 7.1 jam/ha
 Piringan manual = 9 pokok/30 menit
Rata-rata/TK = 1.5 pokok/TK
Rata-rata per pokok = 3.3 menit/pokok

5. Kelompok 5 :
 Pruning tanpa buka piringan dan susun pelepah = 6 pokok/30 menit,
rata-rata/TK = 1 pokok/TK
rata-rata per pokok = 5 menit/pokok
 Terbas Gawangan = 0.04 ha/30 menit
rata-rata/TK = 0.007 ha/TK
rata-rata per ha = 750 menit/ha = 12.5 jam/ha
 Piringan manual = 7 pokok/30 menit
Rata-rata/TK = 1.2 pokok/TK
Rata-rata per pokok = 4.3 menit/pokok
 Jalan angkong = 18 meter/16 menit
Rata-rata/ TK = 3 meter/TK
Rata-rata/meter = 0.9 menit/meter

Pemberian Materi oleh EM BMKE sebelum peserta mempresentasikan hasil kalibrasi pekerjaan
Pemberian Materi oleh EM BMKE sebelum peserta mempresentasikan hasil kalibrasi pekerjaan

6. Kelompok 6 :
 Pruning tanpa buka piringan dan susun pelepah = 4 pokok/30 menit,
rata-rata/TK = 0.7 pokok/TK
rata-rata per pokok = 7.5 menit/pokok
 Terbas Gawangan = 0.04 ha/30 menit
rata-rata/TK = 0.007 ha/TK
rata-rata per ha = 750 menit/ha = 12.5 jam/ha
 Piringan manual = 4 pokok/30 menit
Rata-rata/TK = 0.7 pokok/TK
Rata-rata per pokok = 7.5 menit/pokok
 Jalan angkong = 36.8 meter/30 menit
Rata-rata/ TK = 6.13 meter/TK
Rata-rata/meter = 0.8 menit/meter

Sehingga dapat diperoleh data rata-rata dari ke-enam kelompok sebagai berikut;:
1. Pruning tanpa susun pelepah = 5.5 menit/pokok
1 HK = 7 jam kerja
7 jam kerja = 76 pokok
Atau = 0.06 ha/HK

Masing-masing kelompok mengirimkan perwakilan untuk presentasi di depan kelompok lain tentang hasil kalibrasi pekerjaannya
Masing-masing kelompok mengirimkan perwakilan untuk presentasi di depan kelompok lain tentang hasil kalibrasi pekerjaannya

2. Piringan manual = 5 menit/pokok
1 HK = 7 jam kerja
7 jam kerja = 84 pokok
Atau = 0.62 ha/HK

3. Terbas gawangan (manual) = 715 menit/ha
1 HK = 7 jam kerja
7 jam kerja = 0.59 ha
Atau = 0.59ha/HK

4. Buat jalan angkong = 1.2 meter/menit
7 HK = 7 jam kerja
7 jam kerja = 504 meter
Atau = 504 meter/HK

Kesimpulan

Dari hasil laporan masing-masing tim tersebut di atas, maka di peroleh kesimpulan bahwa:

  1. Norma Pruning adalah 0.06 ha/HK dengan SPH 136
  2. Norma piringan manual adalah 0.62 ha/HK
  3. Norma terbas gawangan (manual) adalah 0.59 ha/HK
  4. Norma buat jalan angkong adalah 504 meter/HK
  5. Adapun pembelajaran yang dapat kita peroleh di antaranya:
  • Kita dapat mengestimasi waktu yang di perlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pruning, piringan manual, terbas gawangan, dam buat jalan angkong.
  • Dapat mengerti secara umum tentang kalibrasi suatu pekerjaan.
  • Dapat mengestimasi kebutuhan tenaga yang akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan areal tidak bisa dipanen berdasarkan norma yang telah disimpukan

Demikianlah uraian kegiatan simulasi ini dibuat agar dapat dikoreksi dan diketahui bersama. Terima kasih

Hasil pencarian yang terkait dengan artikel:

pasar pikul sawit (1)
URL singkat : http://bit.ly/2t69nEz
The following two tabs change content below.

Budi S @ImpianClub

CEO dan Founder ImpianClub.com - at ImpianClub Group
Guru Forex, Forex Trader, Affiliate Marketer, Internet Marketer dan Dropshiper. Bisnis Utama dan Media Pembelajaran Online : ImpianClub.com, Bisnis PPOB Terbaik PayTren dan BebasBayar. Mau informasi selengkapnya tentang Kami, silahkan lihat [IdentitasKu] [PendidikanKu] [PekerjaanKu] dan dapat dilihat di profil social media Kami. Filosofi : Tidak ada kata GAGAL, yang ada hanya SUKSES atau BELAJAR - Semangat pantang menyerah.

Latest posts by Budi S @ImpianClub (see all)

Mari berkomentar ria disini gan :)

4 thoughts on “Konsolidasi Areal yang Tidak Bisa Dipanen

  1. Ga adil kalo kalibrasinya hanya dilakukan di awal waktu, karna stamina yang digunakan dalam kondisi yang paling fit. Perlu juga dilihat waktu dipertengahan dan diakhir kerja supaya adil. Metode seperti ini hanya untuk memeras manusia. Ingat bos, manusia bukan robot..

    1. Makasih atas komentarnya pak Atmaja.

      Benar, manusia bukan robot.
      Kita sudah lakukan waktu awal, tengah dan akhir… sehingga diperoleh rata-rata kalibrasi yang dilakukan. Justru kita bukan pekerja yang setiap hari melakukan pekerjaan tersebut. Ini kita jadikan sebagai dasar acuan yang dikonversi jika karyawan sendiri yang melakukan, sehingga seorang mandor atau supervisi mendapat gambaran sewaktu melakukan pengawasan di lapangan.

      Demikian, terimakasih.

  2. berapa lebar jalan angkong, berapa luas piringan sawit dalam simulasi tersebut , mohon penjelasan.

    1. Makasih pak Suleman atas komentar semoga silaturrahmi kita berjalan dengan baik.
      Untuk lebar jalan angkong standard saja : 1,2 m sedangkan lebar piringan 2,5 meter.

      Demikian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *