BGA News

Kunci Keberhasilan Planters

Salah satu kunci keberhasilan adalah konsisten dan disiplin diri. “Penyakit” klasik yang dialami planters umumnya inkonsistensi. Sebagai pemimpin tugas utamanya adalah membentuk kultur (budaya) dan bukan hanya semata-mata mengajarkan pengetahuan (knowledge). Untuk membentuk budaya tersebut perlu disiplin dan konsistensi yang secara day today dikawal. Kita sebagai pemimpin harus “menyatu” bersama anggota kita. Tidak hanya main perintah atau marah-marah, tetapi kita harus mengayuh perahu bersama-sama dengan anggota kita. Kita harus menjadi panutan anggota kita, karena keteladanan harus dimulai dari atasan.

1. Peta master ancak panen di divisi. Sewaktu ditanya mana peta master ancak panen, sebagian besar Asisten kesulitan mencari peta master ancak panen di divisinya. Padahal master ancak panen ini kunci pengelolaan panen.

2. Daftar tabulasi ancak masing-masing pemanen. Ini juga sebagian besar Asisten tidak bisa menunjukkan. Kalaupun ada, penetapan ancak per pemanen tersebut tidak pernah diupdate disesuaikan dengan kemampuan aktual pemanen maupun setelah ada penambahan pemanen.

3. Monitoring output harian pemanen. Datanya ada, tetapi Asisten maupun manager kurang memfungsikan data tersebut. Padahal ini juga bagian dari pengendalian biaya panen yang bersumber dari output pemanen.

4. Buku Notes Palungan yang tidak difungsikan dengan benar. Seharusnya notes palungan tersebut diupdate statusnya sesuai dengan progress di lapangan dan dicantumkan “matematika jalan kaki” hasil kunjungan lapangan Asisten pada lembar catatan di samping peta palungan. Penomoran juga dibreakdown sesuai posisi di lapangan, bukan diartikan setiap satu blok satu palungan; tetapi palungan yang terpisah meski dalam satu blok perlu dinomori tersendiri.

5. Monitoring rencana dan realisasi kondisi palungan. Seharusnya rotasi konsolidasi palungan dibuat 2 bulan sekali dengan dibedakan ganjil – genap. Program kerjanya dimulai September, sehingga jika sampai dengan Desember 2013 seharusnya tercapai 2 rotasi; dimana rotasi pertama pengerjaan ‘kasaran’; sedangkan rotasi kedua pengerjaan lebih halus. Fakta yang ditemukan di lapangan; ada kebun yang membuat rotasinya 4 bulan sekali; ada yang tidak membuat monitoring blok by blok tetapi hanya global. Kesimpulannya: konsolidasi palungan masih belum menjadi fokus pekerjaan di sebagian besar divisi/kebun. Belum ada satu divisipun yang tuntas 1 rotasi sampai dengan Desember ini.

6. Buku Problema, buku solusi dan buku instruksi kerja di divisi tidak dijalan secara konsisten. Ada divisi yang tidak bisa menunjukkan keberadaan buku tersebut; ada yang pengisian terakhir bulan Oktober. Padahal buku ini dibuat dengan harapan informasi tentang problematika areal terdata berdasarkan informasi tentang problematika areal terdata berdasarkan informasi dari para mandor, terutama mandor panen yang frekuensi masuk blok paling sering dibandingkan mandor lainnya.

7. Rencana Kerja Harian dibuat tidak mengacu kepada urutan prioritas pekerjaan utama. Prioritas pekerjaan adalah keselamatan pokok; panen dan kegiatan terkait untuk evakuasi produksi; akses A1, A2 dan A3; kesehatan pokok; dst. Yang terjadi, masih ada diketemukan sekelompok areal yang tidak dipanen dan sejumlah pokok tidak dipanen karena masalah akses (A2-A3), tetapi karyawan justru dialokasikan ke pekerjaan racking atau pekerjaan lain yang sifatnya aksesoris.

8. Pemupukan tidak standar. Hampir semua Asisten dalam merencanakan pemupukan tidak mempertimbangkan kondisi akses dalam blok (piringan dan pasar rintis semak) maupun pokok gondrong (under prunning). Ditemukan banyak blok yang piringan dan pasar rintis kotor, maupun pokok gondrong terlambat ditunas, tetapi sudah dilakukan pemupukan. Sequence pemupukan sinergis maupun antagonis juga tidak menjadi pertimbangan asisten dalam merencanakan aplikasi pemupukan.

9. Measurement parameter. Pengisian kondisi lapangan (problematika areal) yang tercantum dalam measurement parameter ada yang tidak sesuai aktual di lapangan; data yang diisikan dibuat lebih ringan daripada kondisi riil lapangan. Ingat, segala sesuatu dalam perencanaan kerja harus dimulai dari kondisi riil lapangan (start from reality).

10. Kurangnya kemampuan Naratif Argumentatif. Penjelasan hampir semua manager tentang ketidakcapaian produksi terhadap budget mapun terhadap sensus, penurunan produksi bulan Nopember dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu maupun dibandingkan dengan bulan Oktober tidak mencerminkan penguasaan lapangan sebagai seorang planters.
Jawaban ketidakcapaian produksi disebabkan janjang kurang atau BJR kurang, itu bukan jawaban yang diharapkan. Itu semua datanya bisa dibaca dari monitoring produksi. Yang diharapkan jawaban dari Estate Manager adalah mengapa janjang tidak dicapai atau BJR menurun?… Estate Manager harus berani mengemukakan opini tentang ketidakcapaian produksi tersebut. Jika ada masalah atau apapun pertanyaan terkait dengan performance kita, seharusnya kita orang pertama yang paling tahu jawabannya. You have the problems; You have the answer.

Sumber tulisan:
Berdasarkan hasil kunjungan lapangan (field visit) Bapak RH-1 (Mr. Mohammad Zazali) BGA Group, Nopember 2013.

Gabung Sekarang di Support System PayTren ImpianClub

Hasil pencarian yang terkait dengan artikel:

inspirasi motivasi planters (1)
URL singkat : http://bit.ly/1gLMmZo
The following two tabs change content below.
Agronomist, Trader Forex, Reseller dan Internet Marketer. Saat ini saya bermitra dengan PT. Melia Sehat Sejahtera - MLM No 1 di Indonesia, Reseller beberapa produk terlaris, Private Forex Online Trading dan Mitra Bisnis PPOB Terbaik PayTren dan BebasBayar. Hal ini memberikan solusi bagi kawan-kawan yang menginginkan pekerjaan dan sumber penghasilan tambahan. Mau informasi selengkapnya tentang Kami, silahkan lihat [IdentitasKu] [PendidikanKu] [PekerjaanKu] dan dapat dilihat di profil social media Kami. Filosofi : Tidak ada kata GAGAL, yang ada hanya SUKSES atau BELAJAR - Semangat pantang menyerah. Target atau Goal yang sudah dibuat harus diberikan Perhatian, Energi dan Fokus. MAU berubah hidup 180 derajat?. KUASAI Kekuatan pikiran, kekuatan perasaan dan kekuatan spiritual. Perbanyak tindakan #JustDoIt, karena dengan bertindak pasti ada hasil. Sabar, tetap semangat dan maju terus meraih impian. Sukses buat kita semua !
  • 12
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares

Related posts

Silahkan berikan komentar Anda di sini ya Gan :)

Silahkan tanya atau diskusi disini!

X
0

Your Cart