Posted on

Lakukan Upgrade Diri

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

·o°°o·..·o°°o·..·o°°o·..·o°°o·
Orang sukses adalah orang yang bertindak dan tidak berhenti belajar… belajar dan belajar terus
·o°°o·..·o°°o·..·o°°o·..·o°°o·

Yess… saya setuju sekali ungkapan di atas. Bagaimana dengan anda?…
Maaf sobat… bukan saya mau mengajari Anda. Pertanyaan-pertanyaan ini sering kali kita jumpai dalam hidup :

[ad#ad-4]

– Apakah anda ingin sukses?… semua jawabnya pasti ingin sukses.
– Apakah anda ingin kaya?… jawabannya pasti ya!
– Kenapa ya, kesuksesan yang saya dapatkan dulu, sekarang kok malah tidak sukses lagi?…
– Kenapa ya, si A sukses yang dia dapatkan lebih cepat dibandingkan dengan saya?…
– Kenapa… kenapa… kenapa?…
Pertanyaan-pertanyaan di atas, sering sekali kita hadapi dalam kehidupan ini. Benar kan?…

Nah… apa yang harus kita lakukan:

  • Koreksi diri, kesalahan apa yang sudah lakukan?…
  • Manajemen waktu dengan baik
  • Buat perencanaan yang baik
  • Lakukan upgrade diri

Sip… karena judul postingan kita kali ini adalah Upgrade diri. Kita fokus ke situ aja dulu ya… he he he.

[ad#ad-2]

Bagaimana cara melakukan Upgrade diri :
“Jika pertanyaan2 di atas sudah anda jawab, berarti anda sudah menemukan apa yang harus dilakukan. Kesalahan2 yang sudah pernah dilakukan… jangan dilakukan lagi. Belajar…. belajar… belajar…. dan terus belajar. Tujuan yang selam ini hanya sebatas di pikiran, sekarang sudah waktunya membuat tujuan itu jelas dan detail secara tertulis. Belajar bisa dilakukan kepada orang, mengikuti seminar atau pelatihan, membaca buku dan masih banyak yang lain”.

Oh ya…
Alternatif upgrade diri… kalau temanku saat ini… sedang intens di bisnis forex, saya menganjurkan kepada anda untuk membeli buku “SCALPING The Art of Science, Cara Dahsyat Mengeruk Keuntungan dari Pasar Uang” (silahkan dilihat gambar). Buku tersebut dapat dibeli di toko buku atau melalui Online. Melalui Online saya menganjurkan belinya di BukuKita. Silahkan KLIK DISINI!

Buku Rujukan Tambahan untuk Pelaku Pasar Uang
Buku Rujukan Tambahan

Buku tersebut bagus benar… gambar berwarna dan isinya lebih banyak ke praktikal yang dilengkapi dengan gambar dan cara-caranya. Ini merupakan salah satu Upgrade diri. Silahkan kawan… untuk memperdalam ilmu forex anda. Jangan sudah pernah merasa cukup yang sudah anda miliki sekarang, karena zaman terus berubah. Investasi tidak selamanya harus membeli rumah, tanah, reksadana, forex, dll… tapi dengan anda membeli buku dan mempelajarinya, ini juga merupakan investasi yang sangat luar biasa manfaatnya. Apalagi anda tularkan ke orang lain…. sangat luar biasa lagi.

Silahkan ditunggu… artikel-artikel BIC selanjutnya. Artikel yang akan BIC berikan adalah Strategi tambahan di Forex, berdasarkan pengalaman Admin BIC… tapi maaf kawan… ini hanya untuk konsumsi member PREMIUM BIC.

Sekian dulu kawan!
Salam sukses dan profit dari BIC

Posted on

Kunci Trading Menurut Pengalaman Pribadi-Ku

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

———————
Forex sebenarnya MUDAH asal Anda tahu kuncinya
———————

Ya… Saya sudah buktikan. Silahkan lihat DISINI!
Anda mungkin bertanya, apa kuncinya?…
Yess… pertanyaan yang bagus. Ini yang mau kita bicarakan.
Menurut pengalaman pribadi Saya yang sudah melanglang buana selama lebih kurang 3 tahun di dunia FOREX, mempunyai 3 orang guru. Guru yang terakhir sekarang adalah Bapak Nur S Cahyo, Amd (pemilik MandiriInvesta, sebuah situs yang berbasis investasi dan private online trading). Kuncinya adalah : Continue reading Kunci Trading Menurut Pengalaman Pribadi-Ku

Posted on

A Journey of Learning: Curiosity, Research, Action.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Experienced Non-Expert: Pengalaman tidak selalu mengajarkan kita jadi ahli: Mengapa tante kita telah memasak selamat tiga puluh tahun, tetap saja masakannya tidak enak?… Atau kenapa guru SMA kita sudah mengajar 20 tahun tetap saja membosankan kalau mengajar?… Bukankah mereka berpengalaman?… Kalau bukan pengalaman, apa yang membuat orang menjadi ahli?…

Coba bayangkan bila, tante kita itu punya rasa keingintahuan tinggi: Sebenarnya memasak soto yang enak itu bagaimana ya? Kenapa anak2 sukanya makan di soto Pak Sadi, dan rawon Setan, dan nasi Bu Rudi? Lalu tante me-riset, apa saja kira2 yang harus ditambah kurangi, mulai mencoba memasak, meninta keponakan2 mencoba dan mengkritik, memperbaiki lagi masaknya dengan beberapa bumbu tambahan dan mencoba lagi, lagi, lagi. Walaupun mungkin tidak akan seenak Pak Sadi, rawon Setan atau Bu Rudi, saya yakin setelah 2 tahun saja masakannya akan jauh lebih enak daripada sekarang.

Pengalaman tidaklah membuat kita jadi ahli, pengalaman membuat kita terbiasa. Padahal pada jaman ini, kecuali kita jadi ahli, kita sulit bersaing dengan kompetitor kita. Dunia sudah menjadi kompleks, kita akan cepat tertinggal tanpa memperbaiki diri secara terus menerus. “Bisa” saja tidak cukup, kita harus jadi “hebat”.

Segala kemajuan jaman diawali dengan “curiosity”, rasa keingintahuan untuk menjadi lebih mengerti, lebih tahu, lebih paham. Semua manusia dilahirkan dengan DNA ini, semua kemajuan jaman didorong oleh ini. Dari pemahaman bulan purnama, waktu menanam padi, menjaring ikan dilaut, media cetak, sampai internet. Sering “curiosity” kita mati dibunuh kesibukan yang berdatangan terus.

“Curiosity” dilanjutkan dengan “Research”, riset tentang hal2 yang berkaitan dengan apa yang ingin kita temukan, seperti tante kita mungkin harus kepasar melihat2 bahan, harus telpon teman2nya tanya, dan diselesaikan dengan “Action”, tindakan2 yang nyata. Kalau tante tahu, tapi tidak mencoba, bagaimana dia berhasil memasak soto yang enak, rawon yang nikmat?

Universitas Kehidupan, memberikan kesempatan kepada semua individu untuk belajar dan maju dalam bidang apa saja yang dimauinya. Hanya dibutuhkan “Curiosity, Research, Action” yang memadai untuk menjangkau apa saja yang kita inginkan. Untuk bidang pilihan apa saja yang kita memang mau.

Saya teringat almarhum Pak Teja, guru fisika SMA yang mengajar dengan jelas dan cerdas dan menarik, yang masih saja belajar sampai menjelang akhir hayatnya. Dan saya terlupa berpuluh guru yang tidak juga mau belajar untuk “mengajar dengan baik”, yang tidak punya “passion” ketika mengajar, yang jiwanya telah mati, dan hanya mengulang kata2 tanpa arti di depan kelas, dan kita semua mengantuk mulai membenci kata “belajar” dan “sekolah”.

Dalam batas tertentu kita diberi bakat untuk sebuah pekerjaan, tapi hasil riset terakhir mencatat bahwa faktor “deliberate practice” lah yang membuat orang menjadi hebat.
Bakat hanya memberi sedikit pemacu “booster”, sedangkan mesin penggerak kemajuan kemampuan kita adalah “Action”, tindakan2 berupa “latihan yang berkelanjutan”. Latihan yang membuat kita menjadi lebih baik, yang harus kita lakukan secara terus menerus.

*Tanadi Santoso