Posted on

Fokus Target

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Dear All Kepala Divisi SDME

Tahun 2017 tinggal menunggu beberapa hari lagi, diperlukan perubahan pola pikir, cara berpikir dan cara bertindak untuk mencapai target yang sudah kita buat. 

Salah satunya adalah perlu dilakukan perubahan jumlah ancak (jumlah tk panen), berikut rinciannya :
Divisi.    sebelum.   sesudah (2017). Ha cov.

1.                40.               50.                    2,91

2.                41.               48.                    2,97

3.                44.               50.                    2,85

4.                30.               36.                    2,96

5.                30.               36.                    2,98

Estate.     185.             220.                    2,93
Mohon untuk semua Kepala Divisi mulai mendiskusikan ke team produksi untuk membuat “master ancak dan tabulasi ancak”.

Target Produksi dan Jumlah TK Panen 2017
Target Produksi dan Jumlah TK Panen 2017

Besok malam Sabtu, jam 19.15 WIB kita finalkan di ruang meeting Estate : Continue reading Fokus Target

Posted on

Enam Fokus Strategi Region 1 Tahun 2014 I 1. Maksimalisasi Produksi

  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares

Mission Statement Region 1 BGA:
“Perkebunan Bertopografi Berbukit/Bergelombang, Berproduktifitas Tinggi, Sustain dengan Biaya Terkendali”

Strategi pertama ini “Maksimalisasi Produksi”, dapat dilakukan melalui beberapa tindakan:
1. MAKSIMALISASI EKSPLOITASI PRODUKSI TBS
a. Rotasi panen 4 kali/bulan dengan interval panen maksimum 7 hari sepanjang tahun (kecuali TT 2011 boleh 2 – 3 rotasi dengan interval 10 – 15 hari).
b. Konsistensi dan Disiplin Implementasi BHS Plus (Ancak giring tetap, Ancak ploting bergerak, Ancak Ploting Tetap, Peta Master Ancak Panen dan Daftar Tabulasi Ancak).
c. Penuntasan Rehabilitasi Problematika Areal.
c.1. Perbaikan akses ke pokok (A-2) (teras interrow), pembuatan platform di areal miring/berbukit yang sebelumnya tidak ada teras.

Continue reading Enam Fokus Strategi Region 1 Tahun 2014 I 1. Maksimalisasi Produksi

Posted on

Bahaya Over Prunning Pada Tanaman Kelapa Sawit

  • 7
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares

Semangat Pagi #Planters
Asal Mau Pasti Bisa… Yess!!!

#Prunning adalah memotong atau membuang pelepah-pelepah yang kurang produktif, mempertahankan jumlah pelepah tertentu sesuai dengan umur tanaman. Secara umum jumlah pelepah ideal yang dipertahankan dikenal dengan istilah #Songgo 2.
Songgo 2 rentang jumlah pelepah yang ada di pokok 48 – 56 pelepah.

Pada tanaman muda, TM 1 – TM3: jumlah pelepah minimal dipertahankan 56 pelepah/pokok.

Pada tanaman dewasa, TM4 – TM10: pelepah harus dijaga 48 – 56 pelepah/pokok.

Pada tanaman tua, TM11 ke atas: biasanya songgo yang bisa dipertahankan adalah songgo 1, karena dari peralatan panen sudah menggunakan egrek. Cenderung turun buah turun pelepah.

#Pelepah merupakan tempat bertenggernya helaian daun sebagai tempat untuk melakukan kegiatan #fotosintesis, maka jumlah pelepah ideal per pokok harus selalu dipertahankan.

Nah…
Apa yang terjadi?… Jika jumlah pelepah tidak ideal atau kurang. Inilah yang dinamakan #OverPrunning.

Apa bahaya Over Prunning?…
1. Proses #metabolisme tanaman terganggu, terutama fotosintesis.
2. Pembentukan bunga jantan, lebih dominan.
3. Berpotensi terjadi penurunan BJR (Berat Janjang Rata-Rata).
4. Butuh waktu dan energi besar bagi tanaman menjadikan pokok tersebut standard kembali.
5. Tanaman stress, karena terjadi pelukaan berlebih.

Intinya: “Hindari Over Prunning”. #Produksi yang tinggi dan kerjaan standardlah yang kita harapkan. Berpikirlah untuk jangka panjang, bukan untuk sesaat. Kata urang Minangkabau: “Enak di awak, sakit di urang”. Demikian!

Semoga bermanfaat!

Budi Siregar SP @ImpianClub
CEO and Founder http://ImpianClub.com
PIN BB: 7D74757B
email: support@impianclub.com