7 Mental Profesional – 7.3. Mentalitas Melayani

Kaum profesional tidak bekerja untuk kepuasan diri sendiri saja tanpa peduli pada sekitarnya. Kaum profesional tidak melakukan onani profesi. Sebaliknya, kepuasan muncul karena konstituen, pelanggan atau pemakai jasa profesionalnya telah terpuaskan lebih dahulu via interaksi kerja.

Kaum profesional lahir karena kebutuhan masyarakat pelanggan. Seorang maestro seni lukis sekelas Michelangelo sajapun tetap punya pelanggan, yakni Sri Paus, sang penguasa Vatikan, yang keinginannya harus terpuaskan.

Seorang profesional bahkan dengan tegas mematok nilai moneter atas jasa profesionalnya. Dengan ketegasan ini berarti sang profesional berani berdiri di mahkamah tawar-menawar rasional dengan para pelanggannya. Maka seorang peofesional harus bisa melayani pelanggannya sebaik-baiknya. Dan sang profesional diharapkan melakukannya secara konsisten dengan segenap ketulusan dan kerendahan hati sebagai apresiasi atas kesetiaan pelanggannya di sepanjang karir profesionalnya.

Maka ciri ketiga seorang pekerja profesional adalah sikap melayani secara tulus dan rendah hati kepada pelanggannya dan nilai-nilai utama profesinya.

Motivasi hari ini:
Hanya karena segalanya BERBEDA, bukan berarti semuanya telah BERUBAH #TDW

Semoga bermanfaat!

Gabung Sekarang di Support System PayTren ImpianClub

Sharing is caring!

URL singkat : http://bit.ly/1gug87r
7 Mental Profesional – 7.3. Mentalitas Melayani
The following two tabs change content below.
SWIG CRU VIP Club

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia
Kembali ke Atas
shares
0

Your Cart

%d blogger menyukai ini: