BGA News

Antisipasi Pencurian TBS

Pencurian TBS sudah merupakan isu marak yang terjadi di Perkebunan Kelapa Sawit baik punya perusahaan maupun punya petani sendiri. Beberapa faktor yang menyebabkan pencurian TBS ini, antara lain: kondisi perekonomian masyarakat yang cenderung tidak baik, kondisi areal yang berbatasan dengan peringgan hutan atau lahan masyarakat, minimnya pengamanan yang dilakukan.

Apel Pagi Rutin Estate SLNE mulai jam 07.00 WIB
Apel Pagi Rutin Estate SLNE mulai jam 07.00 WIB

Beberapa tindakan yang harus dilakukan untuk mengantisipasi pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit:
1. Merancang strategi pengamanan teritorial wilayah secara terorganisir melalui pembatasan jalur akses keluar masuk wilayah/kebun dengan pemasangam portal aktif (24 jam dengan sistem shift), portal setengah aktif (dibuka sampai batasan jam tertentu) dan portal mati permanen.


2. Semua kenderaan yang beroperasi dalam kebun/wilayah harus di data dan diberikan sticker. Sticker diberikan juga untuk kenderaan kontraktor maupun rekanan perusahaan dengan terlebih dahulu meminta salinan STNK kenderaan. Keputusan pemberian sticker disentralisasikan di wilayah.

3. Kenderaan yang bersticker jika hendak memasuki teritorial kebun/wilayah harus menyerahkan KTP atau identitas lainnya kepada petugas pos aktif, dan sebagai bukti sudah lulus pemeriksaan pos jaga diberikan semacam “kartu pass”.

4. Semua kenderaan internal perusahaan maupun eksternal yang keluar masuk pos jaga harus dicatat jam waktunya (keluar atau masuk).

5. Diaktifkan patroli siang dan malam untuk petugas security beserta aparat yang diperbantukan ‘PAM’ di perusahaan yang berkeliling di lokasi-lokasi rawan menggunakan mobil patroli. Petugas patroli wajib spot check jika dijumpai adanya kenderaan tidak bersticker yang berada dalam teritorial wilayah/kebun. Ini untuk memastikan petugas pos jaga tertib menjalankan aturan.

6. Petugas patroli wajib “menahan” kenderaan yang berada dalam teritorial wilayah/kebun tanpa mematuhi aturan yang ditetapkan.
Sistem ini diberlakukan untuk memberikan efek psikologis kepada semua pihak bahwa tidak sembarangan bisa memasuki teritorial wilayah atau kebun; tetapi ada aturan yang harus dipatuhi.

7. Semua staff tidak pandang remeh jika terjadi varian jumlah janjang antara hitungan riil dibandingkan data tertulis di SPB. Setiap terjadi varian, harus ditelusuri detil penyebab terjadinya selisih tersebut dan harus tindakan tegas jika diindikasikan mengisi datanya sembarangan maupun ada penyimpangan. Estate manager harus serius menyikapi adanya varian janjang tersebut.

8. Berupaya maksimal zero restan di lapangan. Ini perlu komitmen kuat dari estate dan traksi. Jangan lagi berargumen karena hujan, kondisi jalan atau ketersediaan kenek (tenaga bongkar muat).

9. Melibatkan GIS untuk memetakan posisi ladang-ladang masyarakat yang berada di sekitar perusahaan, untuk mendapatkan luasannya guna mengestimasi potensi produksinya.

10. Melibatkan Staff Commercial untuk meminta data kepada para pemegang SPK (pengumpul buah) yang menjual buah ke PKS. Meminta data siapa saja pemasok buahnya dan survey ke ladang-ladang masing-masing. Ini untuk mendapatkan gambaran kewajaran volume tonase buah yang dikirim ke PKS maupun verifikasi tahun tanam (BJR) untuk keperluan penentuan harga jualnya. Jangan sampai terjadi kita membeli dengan harga lebih tinggi karena data tahun tanamnya dimanipulasi.

11. Bekerjasama dengan pihak kepolisian setempat untuk mendata kepemilikan kendaraan truck maupun pick up warga masyarakat sekitar perusahaan. Ini juga sebagai upaya memberikan efek psikologis jika unitnya mau disalahgunakan untuk kepentingan pencurian TBS.

12. Khusus traksi wilayah maupun kebun. Rak spare part bekas harus teratur, rapi dan terdata. Manager traksi, asisten traksi maupun estate manager harus sering melakukan sidak untuk cek langsung minta ditunjukkan spare part yang sudah diganti.
Sering kejadian di tempat lain, spare part lama dilakukan rekondisi dipasangkan kembali, sedangkan spare part baru dijual keluar. Manager traksi wilayah harus responsility hal ini.

Beberapa hal saya (Mr. M. Zazali, Regional Head 1, BGA Group) sampaikan ini sifatnya masih normatif. Dimintakan wilayah dan kebun bisa mengimplementasikan lagi dengan lebih komplit dan aplicable di lapangan, sehingga keamanan terhadap aset perusahaan maupun aset individu karyawan terjaga.

Salam sukses buat para planters!

Gabung Sekarang di Support System PayTren ImpianClub

URL singkat : http://bit.ly/NXUT1O
The following two tabs change content below.
Agronomist, Investor, Trader Forex, Reseller dan Internet Marketer. Saat ini saya bermitra dengan SkyWay (Investasi Saham Real Proyek), PT. Melia Sehat Sejahtera - MLM No 1 di Indonesia, Reseller beberapa produk terlaris, Private Forex Online Trading dan Mitra Bisnis PPOB Terbaik PayTren dan BebasBayar. Hal ini memberikan solusi bagi kawan-kawan yang menginginkan pekerjaan dan sumber penghasilan tambahan. Mau informasi selengkapnya tentang Kami, silahkan lihat [IdentitasKu] [PendidikanKu] [PekerjaanKu] dan dapat dilihat di profil social media Kami. Filosofi : Tidak ada kata GAGAL, yang ada hanya SUKSES atau BELAJAR - Semangat pantang menyerah. Target atau Goal yang sudah dibuat harus diberikan Perhatian, Energi dan Fokus. MAU berubah hidup 180 derajat?. KUASAI Kekuatan pikiran, kekuatan perasaan dan kekuatan spiritual. Perbanyak tindakan #JustDoIt, karena dengan bertindak pasti ada hasil. Sabar, tetap semangat dan maju terus meraih impian. Sukses buat kita semua !
  • 20
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    20
    Shares

Related posts

Silahkan berikan komentar Anda di sini ya Gan :)

One Thought to “Antisipasi Pencurian TBS”

  1. Santi

    Bermanfaat Sekali !

Leave a Comment

X
0

Your Cart