Cara Ampuh Memutus Pusingan Panen Panjang

Dear All Team
(All EM, All Askep, All Asisten, All Tem Produksi)

Berikut saya sampaikan cara ampuh memutus pusingan panen panjang, sesuai kondisi yang terjadi di Area 1 BGA Region 1 :
1. Jumlah TK Panen harus sama dengan jumlah master ancak, untuk antisipasi disiapkan juga TK cadangan. Rata-rata Area 1 untuk cadangan 13%. Kekurangan TK panen tidak serta merta tarik sana sini dari kongsi kerja lain, evaluasi jam keberangkatan dan waktu kepulangan serta _inefisiensi_ yang terjadi. Semuanya harus diasumsikan dan dipreparasi dengan baik.

Quality Check Palungan, Rendahan, Pinggiran Parit dan Areal Potensi Losses. Foto BHJE


2. Preparasi alat: rumah BHS (Angkong, egrek, dodos, gancu, Kampak, dll). Pastikan semua dikembalikan ke rumah BHS, diantrikan sesuai locker serta sudah ready dipakai untuk besok (sudah diasah, ban tidak kempes, dll).
3. Keberangkatan karyawan dipercepat, usahakan dan harus terjadi mulai masuk ancak jam 06.00 WIB paling lama, ini ada kaitannya dengan KanBan TBS mulai muat jam 07.30 WIB. Waktu pulang karyawan juga memberikan kontribusi besar untuk tuntas dan bersih panen hari ini atau menambah luasan panen hari ini.
4. Pengancakan sistem panen BHS:
– Mulai masuk ancak di CR yang sama (sesuai arah seksi).
Setengah blok panen yang sudah diturunkan buah dikeluarkan dulu (khusus BHJE, Panen A to Z – Bila perlu dimintakan fluit atau semprit).
– Asumsi jika masuk ancak jam 06.00 WIB, diperkirakan jam 09.00 WIB – blok pertama sudah selesai. Langsung evaluasi pergerakan ancak, dievaluasi dan diambil tindakan, jika mengalami keterlambatan (bantu dalam KKP yang sama, antar KKP dalam satu kemandoran atau antar KKP antar kemandoran).
Gunakan Tools finger print (syarat karyawan boleh pulang), jika ada TK yang masih lambat untuk membantu teman lain atau menambah luasan panen.
– Pastikan juga, semua TBS diantrikan di TPH yang sudah beralas, V-Cut, Stempel, docket dan tidak potong tangkai di TPH. Gunakan bantuan pemanen, berondolan yang diangkut tidak ditumpahi langsung di TPH, tetapi di alas berondol dan tidak berserak. Ini ada kaitan dengan penegakan keteraturan agar BM tidak pakai garuk.
5. Disiplin ke semua TK Panen untuk panen MRS 5. Kita harus akui dan harus dirubah mulai saat ini, masih dijumpai panen TBS yang belum memberondol (panen mentah). Ini sudah pasti menghambat laju pergerakan luasan panen harian.
6.Jika semua itu sudah dilakukan dengan baik, cenderung rencana kerja hari ini bisa diselesaikan dengan baik (tuntas dan bersih harga mati). Karena kondisi force major (hujan, TK sakit sewaktu di lapangan, dll) seharusnya sudah bisa diantisipasi langsung dan/atau dimasukkan dalam rencana kerja besok yang tidak selesai hari ini.
7. Minimalisasi inefisiensi waktu, sewaktu proses berlangsung. Indikatornya bisa kita lihat “saat kita sudah membagi ancak cenderung sama”, idealnya hasilnya juga sama. Jika tidak terjadi, ada beberapa kemungkinan: buah tidak dipanen – karyawan malas, tanaman terlalu heterogen dan beberapa kemungkinan lain.
8. Evaluasi dan kekompakan serta sentuhan ke karyawan semakin ditingkatkan. Perlu dijalankan sarasehan antar KKP, Jum’at bersih, keagamaan dan olahraga bersama, dll.

Silahkan Baca :  Implementasi Konkrit Goes to The Next Level di Area 1B BGA Wilayah 1

Demikian untuk sekedar refresh dan dijalankan.

Best Regards

Keyword:
TK Panen, finger print, master hancak, inefisiensi waktu, MRS 5, Pusingan Panen, BHS

Sharing is caring!

URL singkat : http://bit.ly/30QbDNp
Cara Ampuh Memutus Pusingan Panen Panjang
The following two tabs change content below.
SWIG CRU VIP Club

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia
Kembali ke Atas
shares
0

Your Cart

%d blogger menyukai ini: