Sistem Panen BHS, Strategi Peningkatan Produksi dan Menekan Kerugian di Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit | ImpianClub.com
Kultur Teknis

Filosofi Sistem Panen BHS, In Out Together Blok by Blok

Kegiatan panen (harvest dalam perusahaan perkebunan kelapa sawit merupakan  prioritas utama (skala prioritas). Kegiatan pemanenan sangat menentukan kelangsungan suatu perusahaan perkebunan kelapa sawit. Filosofi dalam panen ini “semua potensi produksi harus tereksploitasi semua dengan losses yang minim atau ZERO LOSSES“.

Brand Identify Kit Dewa

Strategi eksploitasi produksi baik dengan losses yang minim, melalui tindakan :

1. Rencana panen yang baik
Implementasi cara panen yang baik dapat dilihat dari adanya : tabulasi ancak, master ancak, peta seksi panen, patron pusingan panen, monitoring Sistem Administrasi Panen (Buku Penerimaan Buah Kelapa Sawit, Notes Potong Buah, Monitoring Produksi Harian, Monitoring BJR, buku denda, buku permasalahan, laporan Quality Check harian, Monitoring penerimaan dan kembalinya docket, monitoring pemakaian alas brondolan, monitoring buah langsiran, monitoring taksasi vs real harian panen, monitoring output tenaga kerja panen, monitoring premi panen, monitoring pemakaian HK Panen harian, Rencana Kerja Harian Panen, buku permasalahan dan tindakan perbaikan, buku alat kerja panen dan buku visit).
Administrasi panen yang baik, bukti nyata rencana panen baik. Rencana kerja yang baik, 80% keberhasilan sudah dicapai. RKH Panen harian dibuat pada saat apel sore di kantor divisi. 
Implementasi sistem BHS, memiliki prinsip “masuk bersamaan dan keluar juga bersama blok demi blok, In Out Together Blok by Blok. Patokan penerapan sistem BHS ini di lapangan berdasarkan jumlah master ancak dan tabulasi ancaknya. Sudah bakunya sistem BHS ini, jika : pemerataan output TK panen, pusingan panen normal sepanjang masa, memperkecil biaya perawatan jalan, evakuasi TBS lebih cepat dan losses minim serta Performance Excellent.

Ada lima sistem pengancakan panen BHS :
a. Ancak giring tetap permandoran bergerak maju ke depan.
b. Ancak giring tetap permandoran melebar ke samping.
c. Plotting bergerak.
d. Plotting tetap di ujung seksi.
e. Plotting tetap dibantu tenaga kerja langsir.
Penerapan kelima sistem panen BHS ini disesuaikan dengan kondisi areal (berbukit, datar, berbatik, homogenitas tanaman, kondisi akses dan kondisi blok). Penentuan jumlah master ancak berdasarkan luasan panen (Ha Coverage) normal per tenaga kerja dan potensi produksi.

Jika pergerakan TK panen masih belum bersama, maka perlu dievaluasi kembali apa penyebabnya. Apakah ha panen yang terlalu luas, TK panen yang lemah, tidak ada kebersamaan dalam KKP (kelompok kerja panen) atau tidak adanya kerjasama antar KKP dalam mandoran yang sama atau antar mandoran. 

Filosofi lain dari sistem BHS ini adalah “Ancak Panen TUNTAS dan BERSIH adalah harga mati“.

2. Kondisi Tiga Akses (A1, A2 dan A3) ringan sepanjang masa
Kondisi jalan (CR, MR, jalan Alternatif, jalan poros, jalan utama) sebagai akses A1. Kondisi piringan, pasar pikul dan TPH sebagai akses A2. Kondisi pokok (prunning, sanitasi dan kastrasi) sebagai akses A3. Ketiga akses ini harus dalam kondisi RINGAN sepanjang masa. Untuk membuat ketiga akses ini dalam kondisi ringan: realisasi kerja sesuai rotasi, selain output yang tinggi kualitas kerja juga harus baik.

3. Fokus ekstra pengawasan di tempat masalah atau potensi masalah
Masalah atau potensi masalah di lapangan sering dijumpai : di areal semak, di palungan (rendahan), di areal rawan banjir, di peringgan (perbatasan). Fokus mengawasi di tempat-tempat ini.

4, Pemberlakuan Denda dan Reward yang bijak dan adil
Pemberian sanksi (denda) kepada tenaga kerja yang melanggar aturan kerja atau kerjanya tidak standard. Besarnya pemberian sanksi sesuai IOM/Surat Edaran dari pimpinan.
Reward diberikan kepada tenaga kerja yang bekerja baik, produktifitasnya baik, loyal dan  standard dalam bekerja. Reward ini sebagai rangsangan kepada tenaga kerja untuk bekerja lebih baik lagi.
Perlu juga diketahui, reward and punishment tidak akan berjalan dengan baik jika tidak tegas, tidak disiplin, tidak konsisten, tidak adil dan tidak bijak dalam menjalankannya.

Misal : jika sanksi diberikan kepada tenaga kerja yang masalahnya bukan datang dari tenaga kerjanya sendiri karena areal semak atau akses tidak ada, malah bisa membuat tenaga kerja berontak. Pada akhirnya mereka keluar.

Kesimpulan:
Penerapan sistem panen BHS, kondisi tiga akses ringan, pengawasan yang baik dan pemberlakuan sanksi/reward akan memberikan dampak output tenaga kerja maksimal, biaya lebih rendah dan turn over karyawan rendah. Performance Excellent bisa diraih.

Semoga bermanfaat !
Salam Planters “Jangan Pulang Sebelum Pergi, Just do it !”

Hasil pencarian yang terkait dengan artikel:

BHS panen sawit (1), uoput panen (1)
URL singkat : http://bit.ly/1MMnQoT
The following two tabs change content below.
Agronomist, Investor, Trader Forex, Reseller dan Internet Marketer. Saat ini saya bermitra dengan SkyWay (Investasi Saham Real Proyek), PT. Melia Sehat Sejahtera - MLM No 1 di Indonesia, Reseller beberapa produk terlaris, Private Forex Online Trading dan Mitra Bisnis PPOB Terbaik PayTren dan BebasBayar. Hal ini memberikan solusi bagi kawan-kawan yang menginginkan pekerjaan dan sumber penghasilan tambahan. Mau informasi selengkapnya tentang Kami, silahkan lihat [IdentitasKu] [PendidikanKu] [PekerjaanKu] dan dapat dilihat di profil social media Kami. Filosofi : Tidak ada kata GAGAL, yang ada hanya SUKSES atau BELAJAR - Semangat pantang menyerah. Target atau Goal yang sudah dibuat harus diberikan Perhatian, Energi dan Fokus. MAU berubah hidup 180 derajat?. KUASAI Kekuatan pikiran, kekuatan perasaan dan kekuatan spiritual. Perbanyak tindakan #JustDoIt, karena dengan bertindak pasti ada hasil. Sabar, tetap semangat dan maju terus meraih impian. Sukses buat kita semua !

Latest posts by Budi S @ImpianClub (see all)

  • 20
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    20
    Shares

Related posts

Silahkan berikan komentar Anda di sini ya Gan :)

2 Thoughts to “Filosofi Sistem Panen BHS, In Out Together Blok by Blok”

  1. MinimumLosses

    Keren pak !
    Mana yang terbaik dari kelima sistem pengancakan tersebut pak?…

    Makasih.

    1. Terimakasih sudah memberikan komentar di Blog/Web ImpianClub.com semoga menjadi sumber menambah ilmu dan inspirasi buat seorang planters.

      Saya coba jawab ya :
      Kelima sistem pengancakan sama-sama baik, cuma yang sering dipakai ancak giring tetap per mandoran maju ke depan. Kenapa?…
      Karena lebih tersentralisasi, mempermudah kontrol dan mempermudah dalam evakuasi TBS.

      Hanya saja…
      Sering sekali kan dijumpai areal batik-batik, kena inclave, blok tidak full karena kena sungai, dll. Maka dalam kondisi ini perlu dikombinasi dengan sistem pengancakan yang lain.

      Jelas ya Gan.
      Jika kurang jelas, silahkan ditanyakan kembali.

      Semoga bermanfaat !

Leave a Comment

X
0

Your Cart