Tausiah Agama

Fitnah Harta dan Kisah Rejeki Seekor Ulat di Dalam Lautan

( HIKMAH ) FITNAH HARTA DAN KISAH REJEKI SEEKOR ULAT DIDALAM LAUTAN.
Berita kedatangan Abu Ubaidah dengan sejumlah hartapun merebak dikalangan sahabat Anshar. Maka setelah melakukan sholat subuh bersama, Rasulullah berpaling kearah sahabat yang sudah menunggu-nunggu. Melihat mereka Rasulullah tersenyum seraya bersabda, “Saya kira kalian telah mendengar kedatangan Abu Ubaidah dengan sesuatu dari Bahrain ” Mereka menjawab ” Benar ya Rasulullah “, Rasulullah melanjutkan sabdanya, “Bergembiralah dengan apa yang kalian senangi ( harta ).

Allah: Sebaik-Baik Pemberi Rezeki

Demi Allah aku takut jika dunia dibukakan atas kalian sebagaimana dibukakan atas ummat sebelum kamu lalu kalian berlomba-lomba memperolehnya, sebagaimana orang-orang dahulu telah berlomba, lalu dunia itu akan menghancurkan kalian sebagaimana orang dahulu hancur karenanya.” Dalam riwayat lain ( Targhib:5/144 ) Rasulullah juga pernah bersabda, “Sesungguhnya fitnah kekayaan itu lebih aku takuti atas kalian daripada fitnah kemiskinan. Kalian telah mendapati fitnah kemiskinan dan kalian sabar, sedangkan (fitnah) dunia ini terasa manis dan menyenangkan .” Ketakutan fitnah dunia ini juga dirasakan para sahabat. Salah satu dari mereka adalah Salman al Farisi. Suatu saat Salman dikunjungi Sa`ad bin Abi Waqash lalu ia menangis. Sa`ad pun berkata “Apa yang membuatmu menangis ?” Engkau telah bertemu dengan para sahabatmu, dan akan mendatangi telaga Rasulullah dan beliaupun ridho padamu saat akhir kehidupannya.” Salman menjawab, “Aku menangis bukan karena takut mati atau tamak dunia. Tetapi karena janji yang telah Rasulullah ambil dari kita dengan sabda beliau,” Hendaklah kalian mengambil didunia seperti sekedar perbekalan seorang pengembara. “Dan sekarang ini barang-barang dirumahku?.” Subhanallah Salman, Ya Salman , padahal tiadalah barang dirumahmu kecuali ember tempat mencuci pakaian yang tak seberapa harganya. Tetapi engkau begitu takut bila telah jatuh dalam hidup berlebihan.

Lalu bagaimana dengan kami ini ? Rasanya kita memang perlu mengaca diri lagi tentang persepsi dunia ini, dengan gaya hidup sederhana sehingga bisa lepas dalam bersedekah terbaik, bukan malah sisa. Karena sadar atau tidak, sering kesedihan kita tak lain karena dunia ini. Sementara bekal menghadap-Nya kadang luput dari perhatian kita. Ketika harta menahan hati, kemudian terbayang rencana-rencana kesenangan hingga lambat laun kecintaan dunia merayap memakan hatinya hingga sulit bersedekah besar, ketika tingkat nikmat terlalu tinggi dibiarkan, tidak sebanding syukur maka yang ada masalah-masalah yang menghimpit, belum lagi dikurangi dosa kesalahan yang menumpuk, membuat hati berkarat tidak sanggup berbuat karena imannya dilemahkan bisikan syetan dengan angan-angan kosong, padahal keyakinan dan janji Allah SWT patut didengarkan.

( Simak si ulat yang dijamin rizkinya )
Suatu ketika Nabi sulaiman a.s melakukan sholat ditepi pantai. Usai sholat, beliau melihat ada seekor semut sedang berjalan di atas air sambil membawa daun hijau. Beliau yang mengerti bahasa binatang mendengar si semut memanggil-manggil si katak. Tak berapa lama kemudian, lalu seekor katak muncul. Ada apa gerangan dengan si katak itu sehingga si semut terus-menerus memanggilnya tadi ? Nabi Sulaiman menyaksikan bahwa begitu si katak muncul, katak itu langsung saja menggendong sang semut masuk ke dalam air menuju dasar laut. Ada apa di dasar laut ? Semut itu menceritakan kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa di sana ada berdiam seekor ulat. Sang ulat menggantungkan rejekinya kepada si semut. “Sehari dua kali aku diantar oleh malaikat ke dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat itu “. Demikian si semut memberikan penjelasannya kepada Nabi Sulaiman a.s. ” Siapakah malaikat itu, hai semut ?” tanya Nabi Sulaiman kepada si semut dengan penuh selidik. ” Si katak sendiri. Malaikat menjelmakan dirinya menjadi katak yang kemudian mengantarkan aku menuju dasar laut “. Setiap selesai menerima kiriman daun hijau dan melahapnya, si ulat tak lupa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, ” Maha Besar Allah yang men-takdir-kan aku hidup di dasar laut “. Dalam mengakhiri ceritanya itu, Rasulullah SAW memberi pandangannya. “Jika ulat saja yang hidupnya di dasar laut, Allah SWT masih tetap memberinya makanan, maka apakah Allah SWT tega menelantarkan umat Muhammad soal rejeki dan rakhmatnya ?”

Sumber: Ust. Yusuf Mansur Network

Motivasi hari ini:
Kita mungkin saja bebas melakukan apa pun yang hendak dilakukan, tapi tak akan pernah bebas dari konsekuensinya #TDW

Gabung Sekarang di Support System PayTren ImpianClub

Sharing is caring!

URL singkat : http://bit.ly/1PsO1qm
The following two tabs change content below.
Agronomist, Investor, Trader Forex, Reseller dan Internet Marketer. Saat ini saya bermitra dengan SkyWay (Investasi Saham Real Proyek), Program CryptoUnit, Duyunov's Motor, Aquix, PT. Melia Sehat Sejahtera - MLM No 1 di Indonesia dan Reseller beberapa produk terlaris. Hal ini memberikan solusi bagi kawan-kawan yang menginginkan pekerjaan dan sumber penghasilan tambahan. Mau informasi selengkapnya tentang Kami, silahkan lihat [ IdentitasKu ] [ PendidikanKu ] [ PekerjaanKu ] dan dapat dilihat di profil social media Kami. Filosofi : Tidak ada kata GAGAL, yang ada hanya SUKSES atau BELAJAR - Semangat pantang menyerah. Target atau Goal yang sudah dibuat harus diberikan Perhatian, Energi dan Fokus. MAU berubah hidup 180 derajat?. KUASAI Kekuatan pikiran, kekuatan perasaan dan kekuatan spiritual. Perbanyak tindakan #JustDoIt, karena dengan bertindak pasti ada hasil. Sabar, tetap semangat dan maju terus meraih impian. Sukses buat kita semua !. Kami dapat dihubungi di No: 0811 5018 144 - 0812 4844 544 (Telp/WA), eMail : support@impianclub.com.

Related posts

Silahkan berikan komentar Anda - Pembelajaran Buat Kita Semua

shares
0

Your Cart