Hashtags BKCE 2016 #CostMindet All Supervisi

Bisnis perkebunan kelapa sawit merupakan bisnis padat karya, melibatkan banyak tenaga kerja untuk menjalankan bisnis prosesnya. Setelah dikalkulasi 44% – 50% masuk dalam upah karyawan, 30% – 34% masuk dalam biaya material atau bahan, 8% biaya pekerjaan borongan dan sisanya lain-lain.
Semua biaya yang disebutkan di atas bisa dikendalikan (controllable cost). Pengawalan dari seluruh komponen pekerjaan harus benar-benar dilakukan : secara harian, mingguan dan bulanan.

Strategi tindakan yang harus dilakukan dalam pengawalan pos-pos biaya ini:

  1. Batas minimal output tenaga kerja {garis merah (red line)} harus tercapai. Misal: norma PPT Chemist 2,5 Ha/TK.
  2. Monitoring biaya dari tiap-tiap pekerjaan, harus terupdate secara harian. Jika ditemui ada kendala atau masalah langsung bisa diatasi secara dini.
  3. Pengawalan dari setiap proses untuk setiap pekerjaan harus benar-benar dilakukan. Sedikit masalah berpotensi menaiknya pembengkakan biaya, apalagi masalah itu besar.
  4. Kuantitas dan kualitas harus jalan bersamaan, bukan saling bertolak belakang. Output tenaga kerja maksimal, dengan kualitas kerja excellent merupakan sesuatu yang diinginkan.
  5. Bekerja berdasarkan skala prioritas dan mengikuti sequence pekerjaan. Misal: jangan Prunning dulu di saat piringan semak. Bersihkan dulu Akses A2 (Piringan, Pasar Pikul dan TPH) —> baru prunning dilakukan —> pemupukan sudah bisa jalan —> Mempermudah dalam eksploitasi produksi, mempermudah kontrol, dll. Intinya: menjaga sequence pekerjaan ini, bagaimana pekerjaan awal mempermudah pekerjaan sesudahnya.
  6. Penggunaan alat dan bahan yang tepat, karena berpengaruh terhadap output tenaga kerja dan penghematan material.
  7. Menciptakan tenaga yang memiliki Skills sesesuai dengan pekerjaannya, bisa melalui tindakan pelatihan dan simulasi kerja rutin.
  8. Menanamkan di semua TK (karyawan dan All Supervisi) ada TARGET HARIAN yang harus dipenuhi. Jika target harian tidak terpenuhi, keesokan harinya harus bisa terpenuhi. Target harian ini sudah dihitung secara rata-rata kemampuan tenaga kerja dalam 7 jam kerja harian.
  9. Pada saat sore hari di saat apel sore, harus dilakukan evaluasi kerja hari ini. Tujuannya : pekerjaan hari ini sesuai target atau tidak?…, jika tidak sesuai target, bisa langsung diantisipasi keesokan harinya.
  10. Di semua lini supervisi harus bisa menyimpulkan “Apakah pada hari tersebut UNTUNG atau RUGI?…”. Untuk bisa menentukan ini harus diketahui terlebih dahulu NORMA PEKERJAAN.
  11. Perilaku JUJUR melaporkan secara real yang terjadi, jangan laporan di markup yang pada akhirnya  “cantik di atas kertas, tetapi di lapangan hancur (Nice On The Paper).

Intinya : setiap tindakan apapun dalam bisnis perkebunan kelapa sawit, MUARA AKHIR TETAP DI BIAYA. Biaya yang rendah dengan hasil maksimum merupakan TARGET IDEAL yang harus dicapai. Prinsip ekonomi dalam hal ini tetap berlaku.

Selagi masih di bawah kendali, yakinlah… Masih bisa dikendalikan. 
Go to Excellent Field and Excellent Report

Semoga bermanfaat !

Silahkan Baca :  Bukti Pengawalan Proses Benar di Perkebunan Kelapa Sawit

Sharing is caring!

URL singkat : http://bit.ly/1PyGGAd
Hashtags BKCE 2016 #CostMindet All Supervisi
SWIG CRU VIP Club

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia
Kembali ke Atas
shares
0

Your Cart

%d blogger menyukai ini: