Ilmu Magnet Rezeki yang Menggugah

Baca ya teman2..?☺

, ditengah jalan ternyata hujan turun deras sekali.
Saya terpaksa meneduh dibawah jalan layang, karena saking derasnya hujan dan ada puluhan motor melakukan hal yang sama.

Disamping saya, ada seorang ayah yang juga memarkirkan motor bebeknya.
Ia kemudian berdiri disamping saya.
Dia seorang ayah dengan anaknya berusia kurang lebih 10-12 tahun.
Sang anak badan-nya sudah kuyup berdiri merapat badannya ke ayah-nya, tampaknya kedinginan.
Posisi kami yang disisi jalanan dan meletakan motor dipinggir jalan (raya) membuat jalanan menjadi menyempit dan menjadi agak macet bagi pengendara mobil.
Karena deras, air menggenang naik cepat sehingga sejajar trotoar tempat kami berdiri.

Tiba-tiba, ada mobil Avanza melaju dengan kecepatan tinggi di dekat kami.
Hal itu membuat siraman air kotor muncrat membasahi hingga tubuh kami.
Semua orang menghujat seketika.
Termasuk saya dan sang anak kecil di samping ayahnya tadi !.

Nampak sang ayah berusaha menenangkan anaknya.
Saya yang berdiri disampingnya tak kuasa untuk tidak mendengarkan percakapan ayah dan anak ini.

“Sudah nak, jangan marah-marah memaki begitu, gak baik itu, hayo sabar dan memaafkan” kata ayahnya santun walupun separuh kakinya juga terkena muncratan air.

“Tapi dia kurang ajar, Pa !” dia kotori orang-orang, si anak berargumen.
“Sombong bener pakai mobil tanpa menghargai orang”

“Ya sudah, selesaikan marahnya ya.
Marah dan memaki itu tidak pernah menyelesai-kan masalah” sang ayah berkata tetap dengan nada santun.
“Begini Nak, kita marah itu mengeluarkan energy negative dari diri kita.
Ingat, dunia ini bulat …… dan ingat satu lagi energy itu kekal.
Sekali energy itu tercipta, mereka akan terus ada dan karena kehidupan itu berputar, energy itu akan kembali ke diri kita sendiri”

Silahkan Baca :  Mengatakan "Tidak Bisa", Berbahayakah!

“Apa yang kamu berikan pasti akan kembali lagi ke kamu.
Jadi kalau kamu memberikan kebaikan kepada semesta, kepada orang lain, sesungguhnya kamu memberikan kebaikan kepada diri kamu sendiri.
Kalau kamu memberikan energy negative kepada orang lain, sesungguhnya kamu sedang memberikan “kesialan” dalam hidupmu”.

Saya terdiam termangu mendengarkan dan sang ayah melanjutkan.

“Mulai sekarang kamu harus bisa mengeluarkan energy hanya yang positif saja.
Misalnya, doakan orang tadi agar selamat sampai di rumah.
Ingat selalu Ikhlas dalam berdoa, ikhlas itu energynya positif.
Doakan semua orang yang berteduh di sekeliling sini juga agar selamat sampai dirumah dan tidak terkena penyakit”.

Doakan pengemis dipinggir jalan.
Doakan apa yang kamu lihat.
Doakan anak sekolah yang baru pulang.
Doakan tukang sapu jalanan.
Doakan anak-anak yatim-piatu yang sangat membutuhkan bantuan mu.
Jadi semua yang kamu lihat doakan.
Percayalah hidupmu akan lurus, mudah, dan selamat dunia akhirat”.

“Mama mu juga demikian, bahkan selagi menanak Nasi dia berdoa, dia ucapkan doa baik buat Petani yang menanam, doakan Pedagang yang berjualan, doakan Pengendara yang membawa beras ini, doakan Petani yang menggiling padi menjadi beras”.

“Bahkan Ikan yang dimasakpun mama selalu mendoakan, sehingga apa yg kita makan sudah di syukuri sudah di ikhlaskan, sudah di seimbangkan.
Kamu ngerti kan ?”

Sang ayah mencoba menekankan perkataannya agar si anak faham.

Anak tadi termangu, begitupun saya yang turut mendengar.
Tak lama ayahnya menerima telpon tanpa saya jelas mendengar percakapanya, hanya beberapa kata terdengar oleh saya : ……. “Iya, saya dibawah fly over, iya, iya, iya …”. hanya itu yang saya dengar.
“Berapa ? ……. 5 menit, iya kami tunggu”.

Silahkan Baca :  Semuanya Tergantung Diri Sendiri

Hujan tidak reda juga dan enam menit kemudian, sebuah Alphard warna hitam tepat berhenti didepan mereka dan pintu terbuka.
“Mamaaa …..!!!!” kata sang anak sambil naik kemobil tersebut.
Kemudian supir mobil tersebut keluar, bertukar posisi dengan sang ayah.
Sang supir membawa motor dan sang ayah mengemudikan mobil tersebut.

Saya termangu lama menyaksikan fenomena ini, ada beberapa orang juga yang memperhatikan seperti saya.
Sang ayah santun sekali, karena kami semua disapa dengan kalimat, “permisi, mohon maaf ya, kami duluan, permisi”.
Hampir ke semua orang yang ada disekitar dia dan ada beberapa yang dia salami.

Melihat itu pikiran saya melayang, eehhhmmm ……. rupanya ini TRAINING DAY sang ayah ke anaknya untuk melihat sisi lain dari kehidupan, entah mengapa saya merasa malu, saya tutup wajah saya dengan helm, saya senang sekali pelajaran parenting yang diajarkan olehnya ke anaknya.

Saya berkata dalam hati, Terima kasih ya Allah, hari yang luar biasa untuk pelajaranMu yang didapat”

Berpikir dan berkata positif tentang orang lain ataupun untuk diri sendiri itu penting…Karena pikiran positif dan perkataan positif akan kembali kepada dirimu sendiri.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Salah satu yg Penting dari Camp Rahasia Magnet Rezeki..
??

Sharing is caring!

URL singkat : http://bit.ly/2SXonOT
Ilmu Magnet Rezeki yang Menggugah
The following two tabs change content below.
Silahkan Baca :  Hari ini adalah hari terindah
SWIG CRU VIP Club

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia
Kembali ke Atas
shares
0

Your Cart

%d blogger menyukai ini: