Arahan Kerja Planters Profesional dan Planters Militansi BGA Tahun 2020

Hasil Foto Drone untuk Presisi Rencana Pembuatan Embung
0 0

Dear All RH, AC :
Berikut disampaikan Arahan Kerja Teknis Tahun 2020. Harap Bapak-Bapak turun langsung, mendemonstrasikan langsung, memastikan semua arahan ini dipahami dan dilaksanakan sampai ke Level pelaksana langsung di lapangan. Dipahami oleh Manager, Asisten, Mandor, Tukang Pupuk, Tukang Semprot, Tukang Panen, Operator Alat berat, Driver, dan seluruh karyawan pelaksana di lapangan.

Hasil Foto Drone untuk Presisi Rencana Pembuatan Embung
Hasil Foto Drone untuk Presisi Rencana Pembuatan Embung

I. Pemeliharaan Jalan
1. Konsep Pemeliharaan Jalan pada saat Musim Hujan :
– Fokus pada upaya mencegah dan memastikan tidak ada jalan rusak baru, perbaikan dimulai dari kerusakan yg paling ringan, dan Rotasi Regulernya sesuai Seksi Panen. Perbaikan jalan yg terlanjur rusak haruslah dilakukan oleh Tim Ad-Hoc dan hanya dilakukan untuk memastikan unit angkut TBS bisa lewat, bukan perbaikan total.
Miskonsepsi Strategi Pemeliharaan Jalan pada musim hujan akan mengakibatkan Involusi dan Perburukan kondisi jalan dengan sangat cepat, kecepatan perbaikan jauh lebih lambat dari kecepatan perburukannya. Tim Rawat Rutin difokuskan hanya pada perbaikan jalan rusak berat, yg outputnya sangat rendah (10 HK/Meter) tapi melalaikan tugas utamanya mencegah kerusakan jalan baru, memastikan kerusakan jalan ringan tidak menjadi berat, yg outputnya sangat tinggi (100 Meter/Hk) sehingga penambahan panjang jalan rusak baru, jauh lebih cepat daripada jumlah jalan yang mampu diperbaiki.
– Perbaikan jalan Rusak haruslah dilakukan oleh Tim Ad-hoc. Tim Reguler harus fokus pada upaya mencegah kerusakan jalan, memastikan tidak ada jalan rusak baru, memperbaiki kerusakan ringan sesuai rotasi regulernya (ancak panen hari ini).
– Potensi munculnya jalan rusak baru paling mungkin terjadi pada ruas jalan pada seksi panen hari ini oleh karenanya Rotasi Pemeliharaan jalan manual haruslah selaras dengan Seksi Panen Harian. Pastikan tidak ada genangan air pada ruas jalan yang akan dilewati hari ini.
– Penyebab utama kerusakan jalan adalah air, drainase jalan yg buruk, parit sisi jalan tersumbat dan lambat mengalir, jadi konsep utama perbaikan jalan adalah memperbaiki drainasenya, memastikan seluruh parit sisi jalan lancar, memastikan gradien/kemiringan parit sisi jalan diarahkan menuju drainase blok atau dimana ada kesempatan membuang air.
Momentum awal musim penghujan (biasanya 2 minggu pada awal musim hujan), pada saat frekuensi hujan masih jarang haruslah dimanfaatkan untuk mengkonsolidasi kondisi jalan akses kebun dan area. Kondisi jalan yg mulai lembab pada awal musim hujan ideal untuk membentuk dan memadatkan jalan. Saat frekuensi hujan mulai tinggi dan intensif tidak diizinkan melakukan pekerjaan grading muka jalan. Seluruh pekerjaan grading hanya ditujukan untuk perbaikan parit sisi jalan.
Fokus kerja Road Greader pada Musim Hujan adalah memperbaiki side drain jalan, memastikan tidak ada parit sisi jalan yg tersumbat dan lambat mengalir bukan Grading Total. Dilarang melakukan Grading Total, Grading Muka Jalan, mengupas badan jalan dan merusak lapisan hardpan jalan.
Jika ada kesempatan melakukan grading jalan karena diketahui pola curah hujan cenderung sore atau malam hari, maka pekerjaan grading dan compacting hanya boleh dilakukan pada ruas jalan yg lembab (tidak basah dan berair). Pekerjaan grading dan compacting haruslah diatur tuntas dalam kepingan ruas yg pendek secara bertahap. Setiap ruas jalan yg diperbaiki haruslah tuntas grading dan compactingnya. Hindari melakukan pekerjaan grading jalan pada ruas jalan yg panjang, grading muka jalan seperti pada saat musim kemarau.
– Minimalisasi Penggunaan Jalan dengan Sistem Management Transport yang baik, zero tractor, rasionalisasi TPH, system ancak panen yg baik & efisiensi evakuasi TBS.

Pembuatan Embung Air pada Areal Kosong di Palungan dengan Membuat Sekat Box dan Gorong-Gorong
Pembuatan Embung Air pada Areal Kosong di Palungan dengan Membuat Sekat Box dan Gorong-Gorong
  1. Pastikan Tim BGA Infrastructure Management System telah dibentuk oleh setiap Area dibawah komando langsung Area Controller. Tim BIMS merupakan satu Tim yg terintegrasi terdiri dari satu paket alat kerja perbaikan jalan, Road Greader, Compactor, Tim Laterisasi dan Perkerasan Jalan (DT, TLB, Exa) yg bekerja sesuai Rotasi/Rencana Kerja Pemeliharaan Jalan seluruh kebun, Jalan Akses yg dikoordinir oleh Traksi dengan Prioritas/Komando Kerja dari Area Controller.
  2. Pastikan Disiplin Rotasi Tunas Pasar “Rempes Pelepah” 2 kali setahun, sebelum musim penghujan dan pertengahan musim penghujan (Oktober dan Januari). Prioritas Pekerjaan Rempes Pelepah haruslah dimulai dari Jalan Akses Menuju PKS > Main Road > Collection Road. Jalan Akses dan Main Road haruslah telah mendapat intensitas penyinaran yg cukup mulai pukul 9 pagi.
  3. Pemeliharaan jalan secara manual dan sedini mungkin akan mencegah jalan dari kerusakan lebih parah, menekan biaya pemeliharaan jalan dan penggunaan alat berat.
  4. Asisten divisi harus membiasakan diri untuk sesegera mungkin menghilangkan air tergenang dijalan dan air yang tidak mengalir di side drain jalan, serta gorong-gorong yang tersumbat. Jangan biasakan menunggu alat berat seperti Road Greader dan TLB. Lakukan segera perbaikan jalan secara manual pada tingkat kerusakan masih kecil. Tanamkan Budaya Malu Jalan Akses Gelap, Ternaungi, Tergenang, Side Drain tidak Lancar dan Gorong Gorong tersumbat.
  5. Cutting Side Drain to Infield / Road Side Pit pada setiap penurunan jalan haruslah dibuat setiap ada kesempatan, agar kekuatan gerusan air dapat diredam, tidak merusak jalan dan air dapat dimanfaatkan untuk tanaman.
  6. Grading jalan pada areal bertekstur ringan (pasir) haruslah mempunyai side drain yang landai, sebisa mungkin hanya satu sisi sedangkan pada areal bertekstur berat (liat berat) side drain harus dibuat lebih tegas (punggung kerbau).
  7. Jalan yang baik adalah jalan yang segera kering begitu hujan berlalu, memiliki muka jalan padat, cembung, rata, slope jalan kurang dari < 10 % dan berdrainase baik.
  8. Managemen Estate dan Area haruslah telah mendesign jaringan jalan akses kebun dan wilayah. Jaringan jalan akses wilayah haruslah memiliki kriteria yaitu : merupakan penghubung tersingkat Estate-Mills-Area-Jalan Akses Negara (Bulking), menjadi jalan utama Logistik keluar masuk area, memiliki lebar minimal 9 meter, Telah dilakukan pengerasan dan mempunyai daya dukung maksimum dengan bearing capacity >20 Ton, seluruh jembatan telah menggunakan jembatan permanen dan Box Culvert, All Weather Road, Bebas Banjir, Bebas Klaim, mampu dilewati dengan kecepatan 40-60 km per jam dengan tingkat keselamatan tinggi, jika memungkinkan menggunakan pengerasan jalan chemical.
  9. Jaringan Jalan Akses Kebun merupakan Jalan Akses Utama Kebun yang menghubungkan Emplasemen Utama (Main Complex) ke Akses Penghubung Area, penghubung antara Main Complex Estate ke Secondary Complex (Emplasemen Divisi dan Kantor Divisi) dan haruslah memiliki kriteria yaitu : merupakan penghubung tersingkat Main Complex Estate ke Akses penghubung Area, memiliki lebar minimal 7 meter, Telah dilakukan pengerasan dan mempunyai Daya Dukung Maksimum dengan bearing capacity >15 Ton, seluruh jembatan telah menggunakan jembatan permanen dan Box Culvert, All Weather Road, Bebas Banjir, Bebas Klaim, mampu dilewati dengan kecepatan 40-60 km per jam dengan tingkat keselamatan tinggi, jika memungkinkan menggunakan pengerasan jalan chemical.
  10. Pembuatan badan jalan pada areal datar haruslah mengikuti Konsep Straight Road dan pada areal berbukit mengikuti “Konsep Contour Road”.
  11. Pembuatan jalan pada areal terasering haruslah dilakukan setelah terasering selesai dibuat.
  12. Pada saat pembuatan jalan pastikan top soil telah dihilangkan.
  13. Kurangi penggunaan jalan bantu untuk transport TBS. Penambahan jalan bantu angkong untuk mengeluarkan TBS lebih diperlukan dari penambahan jalan transport TBS.
Konsep Pembuatan Embung pada Palungan
Konsep Pembuatan Embung pada Palungan

II. PRECISE AGROCLIMATE MANAGEMENT
1. Lakukan Kampanye Pencegahan Clean Weeding dan Penghijauan areal Clean Weeding secara agresif dan massive sebagai berikut :
A. Pastikan penggunaan herbisida efisien dan tepat sasaran. Minimalkan penggunaan herbisida Wide Spectrum (herbisida sapu jagad). Haruslah dipahami penurunan konsumsi herbisida dan pestisida merupakan indikator utama pengelolaan operasional kebun yg semakin baik dari hari ke hari. Monitoring secara ketat konsumsi herbisida dan pastikan herbisida digunakan secara selektif, bijak dengan mengedepankan praktek praktek Eco-Friendly dalam seluruh aktivitas operasional kebun. Seluruh permintaan Herbisida haruslah disertai dengan Peta Rencana Kerja Selective Weeding.
B. Gerakan Transformasi Tim BGA Spraying System (BSS) menjadi Tim BGA Ground Management System (BGS) yang bertugas merancang strategi aksi dan membangun Ground Management System kebun, guna menciptakan kondisi micro climate yg mendukung peningkatan produktivitas tanaman.
C. Inventarisasi blok blok clean weeding dan buat rencana aksi penuntasannya. Pastikan seluruh program penanaman slow growth cover crop, tahan naungan (Neprolephis) diselesaikan selambatnya bulan Maret 2020 dan Kondisi Zero Clean Weeding telah dicapai di seluruh area BGA selambatnya bulan Juni 2020.
D. Pastikan kondisi Selective Weeding dipahami oleh Assisten, Mandor dan seluruh karyawan semprot melalui simulasi secara berkala. Pastikan seluruh karyawan semprot mengerti tugas dan tanggung jawabnya, alur kerjanya, paham benar mana vegetasi yang harus dieradikasi, vegetasi yg harus dikendalikan dan mana vegetasi yang harus dipertahankan, paham benar mana daerah yang harus dikendalikan lebih (rendahan, palungan, dominan MB), mana daerah yg harus disemprot minimal (areal tinggi, soft grasses, areal berkanopi baik).
2. Identifikasi kelemahan2 dasar kita terhadap daya tahan areal terhadap pengaruh kemarau tahun 2019. Kelemahan Tindakan Konservasi air dan Pengelolaan kelembaban tanah yg menyebabkan energi dan biaya yg sangat besar dan efek penurunan produksi tahun 2019
guna mengambil tindakan koreksi tata kelola kita:
2.1. Pastikan seluruh SPA telah dievaluasi, diidentifikasi kelemahaan dan daya tahannya terhadap situasi kemarau keras. Mana SPA, areal2 low land, peat soil yang gagal dikelola kebasahannya saat kemarau. Lakukan penyempurnaan mitigasinya; kekurangan sekat2 air, kekurangan embung konservasi, kurangnya embung/areal buffer, SPA tidak berfungsi, tidak ada sumur bor, kurang pompa dan tidak adanya tindakan irigasi dari badan air yang masih tersedia, dll. Rencanakan langkah langkah irigasi dan pembasahan areal peat soil/low land dari badan air yg masih mengalir saat kemarau. Petakan dan Rencanakan pembuatan embung embung konservasi secara masif.
2.2. Pastikan seluruh areal berpasir sudah dibuat SPP nya. Pastikan seluruh SPP telah dievaluasi daya tahannya terhadap pengaruh kemarau keras. Mana SPP yang paling cepat kering airnya saat kemarau, SPP yang tidak berfungsi haruslah dikaji ulang zona SPP nya, dikaji ulang langkah langkah penjagaan kelembabannya. Sediakan cadangan air konservasi, buat rencana pembuatan embung embung konservasi secara massif dan di plan sebarannya. Rencanakan langkah langkah meng-irigasi areal berpasir dari badan air yg masih tersedia saat musim kemarau atau dari sumur bor. Lakukan pembasahan areal dari badan air yg masih mengalir sebelum musim kemarau.
3. Tingkatkan Upaya Upaya Memanen Air Hujan (Rain Harvesting) untuk meningkatkan cadangan air tanah pada saat musim kemarau, tindakan antisipasi guna meminimalkan dampak kekeringan bagi tanaman dan bahaya kebakaran pada situasi kemarau berat. Seluruh program kerja Rain Harvesting haruslah sudah diselesaikan sebelum datangnya musim kemarau (Juli 2020) yaitu :
A. Penuntasan Program Kerja Pembuatan Embung Konservasi setiap ada kesempatan, pada areal kosong di palungan, areal kosong diantara main drain dan outlet, buffer low land, buffer zone sebelum datangnya musim kemarau (Juli 2020). Haruslah dipahami, gerakan memanen air hujan hanya akan berdaya guna jika dilakukan pada saat hujan masih ada.
B. Cutting side drain to infield, untuk memanen air dari parit sisi jalan ke dalam blok untuk menyediakan cadangan air bagi tanaman sekaligus mengurangi kekuatan gerusan air merusak badan jalan. Cutting side drain to field, dibuat setiap ada kesempatan penurunan jalan terutama pada tanah bertekstur berat (kaolin).
C. Pembuatan Silt Pit, Focal Feeder, Rorak, Sekat sekat air,
4. Tingkatkan upaya upaya mengendalikan dan meminimalkan aliran permukaan (surface run off), terutama pada areal berbukit, kaolin dan spodik. Aliran permukaan (surface run off) yg tidak terkendali berdampak buruk bagi tanah dan tanaman yaitu kehilangan cadangan air bagi tanaman, erosi tanah, hilangnya lapisan top soil tanah dan terangkutnya unsur hara, material pupuk sehingga mengakibatkan menurunnya tingkat kesuburan tanah secara signifikan. Oleh karena itu upaya upaya mengendalikan run off mutlak harus dilakukan yaitu:
✓ Disiplin penyusunan pelepah sesuai kontur pada areal berbukit, u-shapped frond stacking (mulching) pada areal datar untuk mengurangi volume dan kecepatan aliran permukaan dan memperbaiki sebaran bahan organik tanah.
✓ Pengembangan slow growth cover crop, tahan naungan (Neprolephis), soft grasses, beneficial plant yg dapat tumbuh dan berkembang pada areal terbuka, areal kosong setiap ada kesempatan, seperti Vertiveria zizanioides, Axonopus compresus, Ageratum conyzoides, Cassiatora, dll.
✓ Meningkatkan kapasitas Infiltrasi tanah melalui penambahan bahan organik (Aplikasi Jangkos/Kompos) dan Mulching (disiplin penyusunan pelapah), pembuatan bioretensi, parit angin, waduk resapan dan penanaman vegetasi penyangga.

Embung Alami
Embung Alami

Dear All AC :
Harap segera dibuat Peta Rencana Sebaran Pembuatan Embung Konservasi khususnya pada areal palungan, low land dan sandy area. Pastikan Rencana ini dieksekusi dengan segera secara masif. Pastikan kita lebih siap tahun ini. Waktu Terbaik memanen air hujan adalah saat musim hujan puncak.

Embung sebagai Kantong Air
Embung sebagai Kantong Air

Silahkan di download file penunjang di bawah ini :
1. Arahan Kerja Operasional Tahun 2020
2. BGA – Kumpulan Filosofi Planter BGA – BGA Sign Board

Download di sini ya !

Kelanjutan artikel ini hanya bisa dibaca oleh Member, silahkan login disini dulu atau Registrasi di sini

The following two tabs change content below.
Posted by

Budi S @ImpianClub

Agronomist, Investor, Trader Forex, Reseller dan Internet Marketer.

Saat ini saya bermitra dengan SkyWay (Investasi Saham Real Proyek), Program CryptoUnit, Duyunov's Motor, Aquix, Gem4me : the first financial messenger, Immunoterapi UFG, AQUIX Indonesia, DigiU, Project Artificial Intelligence dan Member MLM Melia.

Saya dapat dihubungi di Telp/WA : 08115018144 - 08124844544.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Hosting Unlimited Indonesia
shares
error: Content is protected !!
X
%d blogger menyukai ini: