Zoom Meeting dengan Pak PC KalTeng : Dasar Penentuan Perhitungan Master Ancak Panen

Zoom Meeting - Dasar Penentuan Master Ancak Panen, 15 Juni 2020

Produksi tidak capai, kembalinya tetap ke kualitas. Arahan Pak PC KalTeng (Bapak Guntur Hamonangan Hasibuan) : Perwakilan masing-masing Region menetapkan ancak 1 kebun untuk dipresentasikan. Area Controller yang presentasi. Sebenarnya ini tamparan bagi kita, sampai Pak COO ngurusi penetapan Ancak, karena menghitung kebutuhan TK sering …

Preventif dan Antisipatif Pandemi Covid 19

Laporan Produksi Mill BGA, 31 Maret 2020
1 0

Dengan Hormat
Berikut kami sampaikan Laporan Produksi Harian Mill BGA Selasa , 31 Maret 2020 sbb:
PENERIMAAN BUAH DAN PENGOLAHAN
TBS Internal Hi = 10.096 Ton, TBS External Hi = 3.436 Ton, Total TBS diterima = 13.532 Ton, TBS Olah= 13.996Ton, TBS Restan = 4.745 Ton. CPO Produksi = 3.162 Ton, Kernel produksi = 667 Ton.
FFA CPO Produksi > 4%: SCMM(4,55%),

Dear all RH, AC,MOD.

Dalam kondisi pandemik COVID 19 yang diprediksi situasi menjadi normal memerlukan waktu 4-5 bulan (seperti di Wuhan Cina), berpotensi akan terjadi permasalahan logistik baik dalam penerimaan barang maupun penjualan Palm Product. Sesuai arahan COO, maka kualitas CPO produksi harus ditingkatkan dengan menjamin bisa bertahan disimpan di dalam storage tank selama 2-3 bulan, sehingga dimintakan Engineering Dept melakukan kalkulasi menentukan batasan maksimal kadar FFA CPO produksi yang menjamin aman CPO disimpan di ST sampai dijual ke buyer. Sementara ini ditetapkan batasan maksimal kadar FFA 3,5%.
Berdasarkan hasil pengolahan kemarin (tgl 31 Maret 2020), terdapat 5 unit PKS yang menghasilkan CPO dengan kadar FFA di atas 3,5%? meliputi SCMM (4,55%), PNBM (3,89%), SDMM (3,72%), KTWM (3,60%) dan SRSM (3,55%).

Laporan Produksi Mill BGA, 31 Maret 2020
Laporan Produksi Mill BGA, 31 Maret 2020

Posisi saat ini, volume CPO outspec (di atas 4,7%) sebanyak 1.969 ton, terdapat di SDMM (1.857 ton dengan FFA 5,88%) dan BBNM (113 ton dengan FFA 5,60%). Kapasitas storage tank all BGA (127.000 ton) hanya terisi 18.662 ton atau 15% masih cukup aman dari target maksimal 80% (menyisakan 20% untuk antisipasi jika diperlukan adanya treatment tertentu).
Harap menjadikan perhatian estate dan mill dalam menjaga mutu CPO ini. PKS yang mengolah buah internal seluruhnya seharusnya lebih mudah mengendalikan mutu produksinya. Untuk PKS yg mengolah buah yg menerima buah eksternal harus memberitahukan (sosialisasi) kepada suplier buah untuk menjaga freshness dan ripeness. Tks.

Sumber : Management BGA Via Bapak PQIC (Mr. Moh. Zazali)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleppy
Sleppy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
1

Zoom Meeting: Work Quality (Peningkatan Kualitas Tanaman & Kualitas Evakuasi)

Zoom Meeting Work Quality bersama Bapak PC. KalTeng, Sabtu 13 Juni 2020 - 16.00 WIB

Penyampaian Bapak PC KalTeng (Bapak Guntur H. Hasibuan) – Culture dirubah, agar lebih keren do’a nya. Bukan diunjuk Asisten Culun, bukan yang tidak bisa berdo’a disuruh berdo’a. – Keluarga besar BGA, kedatangan keluarga baru – Bapak Tri Haryono (Regional Head Pundu). Sudah malang melintang dan …

Cara Efektif untuk Menggulirkan Budaya Pelaksanaan PDCA Review dan Peningkatan Kompetensinya

Pengaturan Waktu Pelaksanaan PDCA Review di Operasional
1 0

Selamat Siang Bapak-Bapak RH, AC dan MOD,
Dalam rangka untuk menggulirkan budaya pelaksanaan PDCA Review dan agar pelaksanaannya lebih efektif maka sesuai dengan arahan pak COO agar diaturkan waktu pelaksanaan PDCA Review ini.
Pengaturan waktunya adalah:

  • Minggu Pertama, agar dilakukan PDCA Review/evaluasi kinerja serentak dan berjenjang dari tingkat Asisten, Unit, Area sampai dengan Region. Hal ini agar apabila ada penyimpangan antara PLAN dengan hasil aktual maka tindakan perbaikan dapat dipersiapkan sejak awal bulan, serta untuk penyelarasan dengan jadwal Review RH di HO yang direncanakan setiap minggu ke-2 sehingga RH mendapatkan informasi dan menguasai kondisi di lapangan secara aktual dan komprehensif.
  • Minggu ke-2 s.d ke-4, dilakukan PDCA Review/evaluasi tentang Kinerja dan Tematik lainnya seperti evaluasi tindak lanjut dari hasil visit, tindak lanjut dari hasil temuan dari QA, Audit ataupun Riset, evaluasi isu dan program Dept Support, serta evaluasi tematik inisiatif dari Pimpinan.
    Berikut pengaturan waktu pelaksanaan PDCA Review di Operasional:
Pengaturan Waktu Pelaksanaan PDCA Review di Operasional
Pengaturan Waktu Pelaksanaan PDCA Review di Operasional

Bapak Ibnul Khomisi Khoiri COE BGA: Kami tim PDCA & CI akan berkoordinasi dengan Fasilitator PDCA agar kegiatan PDCA Review terlaksana sesuai jadwal di unit kerjanya masing-masing. Mohon support dari Bapak-Bapak RH, AC dan MOD untuk turut mengarahkan timnya melaksanakan PDCA Review ini sesuai jadwal.

Sekilas mengenai PDCA Review yakni kegiatan evaluasi tentang seberapa jauh terjadi penyimpangan/ketidaksesuain antara PLAN dengan hasil/ perkiraan hasil yang akan dicapai, sehingga kita dapat memutuskan tindakan perbaikan atau perlu pengungkit baru untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Secara umum, PDCA Review bertujuan:

  • Bila ada penyimpangan/ ketidaksesuaian antara PLAN dengan hasil/ perkiraan hasil yang akan dicapai, dapat teridentifikasi lebih awal sehingga dapat segera diambil tindakan perbaikan atau perlu pengungkit baru untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
  • Pimpinan lapangan RH, AC, MOD dapat informasi yang komprehensif terhadap kondisi aktual di lapangan sehingga keputusan yang diambil lebih efektif.
  • Staff lebih menguasai permasalahan dan kondisi di lapangan.
  • Mengasah dan meningkatkan kemampuan analisa staff.
  • Membentuk pola pikir yang lebih terstruktur.
  • Membangun budaya pertanggungjawaban dari bawahan ke atasan.
Mengapa perlu PDCA Review...
Mengapa perlu PDCA Review…

Sumber : Bapak Ibnul Khomisi Khoiri COE BGA di Group WA Fokus Kerja 2020

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleppy
Sleppy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
1

Praktek Pengendalian Gulma Terbaik di Perusahaan Perkebunan BGA

Alternatif Strategi Pengendalian Gulma sebagai Referensi
0 0

Dear All Area Controller :
Menyikapi banyaknya fakta dan temuan, praktek-praktek kerja yg tidak tepat, Miskonsepsi dan Misleading dalam Praktek Pengendalian Gulma di Estate, yg berdampak pada memburuknya Estate Field Condition yaitu :

  1. Memburuknya Estate Field Condition (Piringan dan Gawangan) yg dinisbatkan sebagai akibat dari Terbatasnya Jumlah Tenaga Kerja Pemeliharaan yg Diizinkan. Ketetapan Rasio TK 0.14 TK/Ha dianggap sebagai Handicap utama, sangat tidak relevan untuk mencapai Estate Field Condition yg baik. Ketetapan Rasio TK 0.14 dianggap sebagai kambing hitam memburuknya kondisi pemeliharaan kebun.
  2. Kondisi Gawangan yang semakin memburuk dari hari ke hari. Meningkatnya luasan areal gawangan berat, bahkan kondisi gawangan kembali menjadi berat setelah belanja rehabilitasi yg cukup besar, karena tidak adanya Program Chemist Gawangan bertahun-tahun, Tidak adanya Realisasi Chemist Gawangan juga selama bertahun-tahun. Sementara di sisi lain pengendalian gawangan dilakukan secara sporadis, dengan metode pengendalian manual tanpa kendali Manager dan Area Controller, yg justru memperburuk situasi. Tumbuh Narasi dan penyesatan bahwa Gawangan boleh semak dan tidak dikerjakan karena Fokus mengendalikan Piringan, menjaga Akses A2.

  3. Skill dan Kualitas Kerja Tim Semprot yg buruk. Managemen Operasi Tim BGS yg buruk , terkesan tanpa sentuhan Manager dan AC. Kondisi Selektif Weeding yg tidak dipahami sampai level karyawan semprot. Disparitas Kondisi Pemeliharaan dalam 1 blok. Pada sisi blok yg tinggi dan kanopinya sudah menutup cenderung sangat bersih (clean weeding), di sisi lain, pada daerah palungan, daerah yg kanopinya masih terbuka, sisipan, areal dominan MB, kondisinya cenderung berat, sangat bersemak bahkan banyak pokok mati karena terlilit MB.

  4. Penetapan Strategi Pengendalian, Desain Seksi Semprot, dan Pembuatan Pusingan Pemeliharaan tanpa campur tangan Manager dan AC. Dibuat hanya berdasarkan pemahaman Asisten BGS yg Notabene baru 1 tahun bekerja. Sebagai Contoh, Rotasi Kerja Piringan Chemist Divisi Areal TT 1998, yg kanopinya sudah menutup, yg sudah clean weeding; Disamakan (sama2 4 rotasi); dengan Divisi Area TT 2015, yg kanopinya masih terbuka dan jenis gulma dominannya MB. Akibatnya di satu sisi pada Areal TT 1998 kondisi clean weeding semakin parah, di satu sisi Areal TT 2015 kondisinya sangat berat.

  5. Dalam Pemeliharaan Piringan, Terjebak melakukan pengendalian manual pada kondisi piringan berat, dan mengarahkan Tim BGS untuk menuntaskannya, sehingga Outputnya rendah sehingga hanya mampu mengerjakan 50 Ha dalam 1 bulan , tetapi melalaikan Seksi Semprot Piringan bulan berjalan seluas 1.000 Ha, membaik 50 ha, tapi memburuk 1.000 Ha.
    Dalam kasus Pemeliharaan Piringan, Program Kerja yg wajib dituntaskan bulan ini adalah Seksi Semprot Bulan ini dan Penuntasan Kondisi Piringan beratnya (dengan tenaga khusus tanpa mengganggu penuntasan seksi chemistnya).

  6. Lalai dalam Follow chemist karena tidak ada monitoringnya, tidak segera melakukan Follow up chemist, padahal sudah habis2an melakukan pengendalian manual akan mendorong pertumbuhan gulma yg lebih hebat.

Berikut kami sampaikan beberapa hal penting Konsep dan Strategi pengendalian Gulma guna merefresh kembali pemahaman kita bersama :
1. Dasar Perhitungan Rasio TK 0.14 TK/Ha pada pekerjaan Pengendalian Gulma adalah :
6 x Rotasi Piringan Chemist dengan Output 3 Ha/Hk.
2 x Rotasi Gawangan Chemist dengan Output 2 Ha/Hk.
4 x Rotasi Lalang dengan Output 5 Ha/Hk.
Artinya, Jika kita konsisten memilih metode pengendalian chemist, memilih strategi rotasi yg benar dan ketat dalam mengawal Disiplin Rotasi; Rasio TK 0.14 Ha adalah sesuatu yg mewah dan masih banyak ruang, bahkan untuk melakukan Normalisasi Area semak. Resiko terbesarnya justru terjadinya Clean Weeding. Jadi jika Field Condition memburuk, areal bersemak bertambah dapat dipastikan Strategi dan Rotasi Pengendalian Gulma kita Salah, Metode Pengendalian Kita Salah dan Tidak Ketatnya kita dalam mengawal Disiplin Rotasi Pengendalian Gulma, dan Dapat dipastikan akar masalah dari ini semua adalah Lemahnya Kendali AC dan Manager dalam Pengelolaan Kongsi Kerja Semprot Kebun.

Dasar Perhitungan Rasio TK 0.14 Tk per Ha
Dasar Perhitungan Rasio TK 0.14 Tk per Ha

Rasio TK 0.14 Tk/Ha adalah teramat sangat cukup jika kita memilih metode chemist dan ketat menjaga rotasinya; di sisi lain Rasio TK 0.25 Tk/Ha sekalipun akan teramat sangat kurang, jika kita memilih metode pengendalian manual.

Bahkan masih banyak ruang dari kuota pekerjaan lain ataupun peluang mengurangi TK umum kebun dari Rasio (0.03).
Contoh;
TK Pupuk : 3.04 HK/Ha dihitung berdasarkan dosis pupuk 8.5 x 136 pokok dibagi output pupuk 370 kg/hk.

3: Jadi jika perlu tambahan TK semprot untuk rehabilitasi areal, selalu terlebih dahulu cari peluang untuk mengurangi kuota pekerjaan lain, mengurangi TK umum, dll. Bukan lantas meminta dispensasi, dan fasilitas istimewa untuk kerusakan yg kita create sendiri.

Alternatif Strategi Pengendalian Gulma sebagai Referensi
Alternatif Strategi Pengendalian Gulma sebagai Referensi

Sumber : Bapak Guntur Hamonangan Hasibuan (Production Controller Kalteng)

Bapak Mubarak Ahmad COO BGA: Kemampuan Tactical.. RH,AC, Mgr dalam merencanakan dan mengeksekusi perbaikan kebun sangat menentukan. Dan itu harus didasarkan data kondisi yg akurat (tidak bohong) dan mengerti benar bagaimana kiat perbaikan cepat yg tdk memberi ruang pada pemburukan kembali.
Sebagai contoh: mengerti secara taktis bagaimana mengejar pusingan panjang panen.
Mengerti benar:
Bagaimana menjaga kondisi pemeliharaan ringan tetap terjaga dan kondisi berat selesai dengan cepat.

Sangat kritikal RH terlibat aktif dalam penetapan strategi dan design kerja penuntasan pekerjaan strategik, dan memeriksa nya dengan detail, dan memonitor progress nya secara ketat dari waktu ke waktu , dan melakukan adjustmen sesegera mungkin utk keperluan efektifness…

Pak Guntur H Hasibuan, Production Controller BGA Kalteng:
Ini adalah Alternatif Strategi Pengendalian Kondisi Piringan Berat. Chemist Oriented Vs Manual Oriented.

Alt. 1 Chemist Oriented :
1. Pekerjaan Manual dilakukan seminimal mungkin, hanya sekedar bisa masuk chemist dengan Output 1-2 HK/Ha.
2. Interval waktu pekerjaan Manual dengan Follow Chemist 1 diatur sedekat mungkin, selambat2nya 1 minggu setelah pekerjaan Manual (atau pada bulan yg sama), dengan Estimasi Output 1 Hk/Ha.
3. Follow up Chemist 2, diatur cukup dekat dengan Follow Chemist 1 dengan Interval waktu 1-2 bulan dengan Estimasi Output 2 Ha/Hk.
4. Follow up chemist 3, 4 dst diatur cukup dekat dengan Follow up 2, sampai kondisi areal / blok tersebut cukup ringan, tuntas dan bisa dikembalikan ke Rotasi Pemeliharaan Regulernya.
5. Estimasi Penuntasan dengan Alternatif 1 ini mencapai 500-600 ribu per Ha dengan Kondisi Akhir Areal adalah ringan.

Asumsi Dasar dari Alternatif 1 (Chemist Oriented) ini adalah ; Seburuk2nya kualitas Pengendalian Chemist Pasti Dampak perbaikannya jauh lebih besar dan lebih lama daripada manual, semahal2nya Pengendalian Chemist, pasti lebih murah daripada Manual.

Contoh Pusingan Kerja; Penuntasan Kondisi Piringan Berat dengan Alternatif 1 (Chemist Oriented)

Contoh Pusingan Kerja; _Penuntasan Kondisi Piringan Berat dengan Alternatif 1 (Chemist Oriented)_
Contoh Pusingan Kerja; _Penuntasan Kondisi Piringan Berat dengan Alternatif 1 (Chemist Oriented)_
Sequence Pemeliharaan Piringan Chemist.
Sequence Pemeliharaan Piringan Chemist.
Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleppy
Sleppy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0

Penertiban Pemakaian KWh Perumahan, Menekan Biaya Capital Genset

Kegiatan Tindaklanjut Arahan Bapak COO dan Bapak PQIC kaitan Genset

Dear all RH, AC. Terkait dengan banyaknya usulan pengadaan budget capital unit mesin genset baru dengan daya yang lebih tinggi pada tahun 2020 dengan alasan genset yang ada saat ini sudah overload karena perubahan gaya hidup dari karyawan (memasak makanan dengan rice cooker, memasak air …

Arahan Pak COO, Bapak Mubarak Ahmad – GERMAS Demam Berdarah, TBC VS Covid 19

Infeksi Emerging
1 0

Infeksi Emerging
Infeksi Emerging

GERMAS - Pandemi Covid 19
GERMAS – Pandemi Covid 19
GERMAS - Jika Anda Sehat, Namun...
GERMAS – Jika Anda Sehat, Namun…

GERMAS - Langkah-langkah pencegahan bagi Penyandang Diabetes Melitus
GERMAS – Langkah-langkah pencegahan bagi Penyandang Diabetes Melitus
GERMAS - Protokol Layanan Tuberkulosis (TBC) dalam Masa Pandemi Covid 19
GERMAS – Protokol Layanan Tuberkulosis (TBC) dalam Masa Pandemi Covid 19

GERMAS, Demam Berdarah - Simpan Baju Bekas Pakai dalam Tempat Tertutup
GERMAS, Demam Berdarah – Simpan Baju Bekas Pakai dalam Tempat Tertutup
GERMAS - Cukupi Asupan Sayur dan Buah untuk Cegah Tertular Covid 19
GERMAS – Cukupi Asupan Sayur dan Buah untuk Cegah Tertular Covid 19
GERMAS - Apa yang Pasien dan Mantan Pasien TBC harus lakukan untuk Mencegah Covid 19...
GERMAS – Apa yang Pasien dan Mantan Pasien TBC harus lakukan untuk Mencegah Covid 19…
GERMAS - Apa yang Harus Dilakukan Jika Hasil Rapid Tes Covid 19 Positif...
GERMAS – Apa yang Harus Dilakukan Jika Hasil Rapid Tes Covid 19 Positif…
GERMAS - 3M Plus Cegah Demam Berdarah
GERMAS – 3M Plus Cegah Demam Berdarah
BGA tidak MUDIK vs COVID 19
BGA tidak MUDIK vs COVID 19, Update 13 April 2020

Update Video Selasa, 28 April 2020

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
1
Sleppy
Sleppy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0

Zoom Meeting : Revitalisasi Pelaksanaan Klinik Kerja

Latar Belakang Revitalisasi Pelaksanaan KKM

Zoom Meeting : Revitalisasi Pelaksanaan Klinik Kerja (KKM, KKA, KKE), dilaksanakan pada tanggal 11 Juni 2020. Peserta : Pak Agus Sutrisno, Pak Ade Agung Laksono, Pak Suhendra, Pak Rizky Munadhil, All AC, All RPI Wilayah KalTeng Arahan Pak Ade Agung Laksono – Menjaga keberlangsungan : …

Review All AC: Pencapaian Produksi dan Antisipasi Meningkatkan dan Program Kerja Utama

Zoom Meeting Review All Area Controller BGA, 10 Juni 2020
1 0

Zoom Meeting dilaksanakan, 10 Juni 2020, pukul 13.30 WIB.
Peserta : Bapak COO, PQIC, EDSD, All RH, All PA dan All AC

Masukan Bapak PQIC (Bapak Moh. Zazali)
– Review RH Minggu II setiap hari Jum’at, Review All AC Minggu III dan Minggu IV.
– Pembahasan tematik, misalnya master ancak (ouput timpang, ancak tuntas output tidak dapat, dll).
– Ekstra pemupukan NPK sudah disetujui manajemen untuk Region Pundu dan Region Kotawaringin.
– Aplikasi MOP dan NPK, diharapkan sudah selesai Juni 2020 untuk Rotasi II, lakukan akselerasi untuk dapat bisa dirasakan peningkatan BJR, sequence pemupukan ditur kembali koordinasi dengan team Riset.
– Blok-blok yang belum dipupuk, koordinasi dengan Riset. Agar ada official dari Riset, sebagai panduan di lapangan.
– Estimasi produksi BERAT, produksi Mei sangat tidak menggembirakan turun 14% dibandingkan bulan April 2020, sd Mei -6% dibandingkan tahun lalu, -8% turun ton/ha dibandingkan tahun lalu. Bulan Juni ini harus ada recovery prooduksi, agar tidak minus – minimal flat dibandingkan dengan tahun lalu. Dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lalu.
– Trw II turun drastis, tidak sejalan dengan perusahaan-perusahaan lain (Astra, Sinar Mas).
– sd bulan Mei BGA shortage 75.000 ton dibandingkan dengan bulan lalu.
– RH mempresentasikan : aktual Juni 2020 dipertanggungjawabkan dan cara meningkatkan produksi (Pupuk, Man Power, Infrastruktur, dll).
– Yield Gap melebar 6% dari tahun lalu (35% – 41%).
– OER membaik, peningkatan 0,45% dibandingkan dengan tahun lalu.
– Penurunan produksi bukan hanya di tanah pasir (18%) tetapi tanah mineral juga (8%), tanaman prime juga turun.
– Rendahan low land, 13.500 Ha mengalami penurunan produksi.
– Gencar melakukan SPP dan SSPA, jangan juga tidak memperhatikan tanah mineral – karena mengalami penurunan juga.
– Over prunning (menjaga kecukupan pelepah) harus menjadi perhatian serius – signalsnya penurunan jumlah janjang. Impact water depisit sampai April 2020, seharusnya di bulan Mei 2020 sudah harus pulih. Iklim mikro juga harus dijaga.

Zoom Meeting Review All Area Controller BGA, 10 Juni 2020
Zoom Meeting Review All Area Controller BGA, 10 Juni 2020

PERINGATAN :
Kawal EM – Petty cash (dana taktis 10 juta), dijaga amanah tersebut. Moral hazard (penyimpangan), sempatkan periksa petty cash tersebut.

Arahan Bapak Mubarak Ahmad (COO BGA)
Situasi :
– Bisnis (pertumbuhan profit or loss/revenue), produksi dari waktu ke waktu membaik, faktor lain masalah harga.
– Produksi dominan dalam kontrol kita.
– Perusahaan baik : yield gap rendah, kualitas baik dan potensial tercapai.
– Cara bekerja : perbaikan kualitas dan pertumbuhan.
– Pertumbuhan : tahun lalu vs tahun sekarang, bulan lalu vs bulan ini, kualitas eksekusi, mengorganisasikan semua sumber daya (resources) yang ada untuk mencapai tujuan tersebut.
– Output : pertumbuhan dan standard kualitas membaik atau tidak dari waktu ke waktu, karena ada belanja untuk itu.
– Perusahaan publik : 1000 vs 1 juta – di Bank (tumbuh 6%), investor (bagaimana berkembang). Return dan nilainya bagaimana?…
– Bekerja, secara fisik harus bisa dilihat dari pertumbuhan semakin baik.
– Tumbuh : bisa tambah luasan (sizing), saat ini sudah tidak mungkin. Harapan tumbuh di revenue dan reputasi (penghasil perusahaan praktek-praktek terbaik, kualitas dikenal best quality) dan orang-orangnya. Masih ada harapan untuk tetap bertumbuh.
– Siapa sebenarnya yang memastikan semua itu terjadi?… All AC karena paling dekat dengan eksekusi di lapangan.
– Wajah, efektifitas kita adalah kualitas eksekusi kita. Keras kualitas, pastilah revenue kita dapat.
– Kualitas aplikasinya, praktek baik – cenderung produksi membaik.
– Eviden terbaik adalah peningkatan produksi, yield. Misalnya: rajin sholat, cenderung orang tersebut baik. Kaliberasi terakhir adalah yield itu sendiri.
– Kritisi : sok analis, penting melaporkan dalam memperbaiki produksi. Lakukan, turun ke lapangan dan datangi. Aktivitas AC yang penting di laporkan. Perbaikan buah, Pembuatan Buah dan Mengawal/Memastikan eksekusi yang terjadi di lapangan.

PERINGATAN :
Untuk semua: yang tidak berperilaku jujur, melakukan praktek-praktek melanggar (penyimpangan, fraud, dll), tidak digunakan untuk kepentingan perusahaan – pastilah di TINDAK TEGAS. Fraud bawahan kita langsung, bebas melakukan – kepemimpinan tidak masuk (nilai-nilai selalu tidak digaungkan), supervisi tidak ada dan PEMBIARAN. Setiap hari harus digaungkan. Pimpinan tempatan yang bersihkan (BERANGUSKAN), jika menemukan penyimpangan. Informasi yang tidak benar tentang sesuatu, dipastikan, datangi. Sebagai pemimpin anggap itu benar, sampai kita buktikan (upaya penelusuran : ya/tidak). TIDAK BOLEH DIABAIKAN INFORMASI ITU.

Koreksi Presenter AC :
– Gak usah analis, data itu hanya langkah awal untuk melakukan tindakan lanjutan.
– Sandingkan kualitas cek vs pendendaan yang dilakukan.
– Perlawanan, pembangkang, sedang menuju perbaikan dan membaik, orang semakin membaik, denda minim dan kualitas tinggi (harapan). Denda dikit, kualitas hancur – manajemen lokasi parah.
– Denda rendah : pelaksanaannya melempem dan pelaksanaan kencang/sulit melihat kesalahan.
– Supervisinya : manipulasi keuntungan buat Siapa?…
– Dibayar dengan adil, tidak ada yang memeras, bekerja baik – penghasilan juga baik.
– Symtoms, makin tinggi teknologi atau makin lama – juga akan semakin meningkat cara melakukan kejahatannya.
Data dirangking dan dikombinasi, agar lebih terarah memperbaikinya.
BJR lakukan penimbangan sendiri, bandingkan dengan data BJR yang dikompilasi – pemastian.
– Ikan itu busuk dari kepalanya, jika komandannya busuk – busuklah semuanya, itu produk kita, karena Supervisi kita mencontoh.
ANDA SENDIRI… ANDA SENDIRI… LAKUKAN… LAKUKAN…. Kok bisa AC sama banyaknya dengan RH.
– Minimalis, berikan yang lebih.
– Program-program mitigasi kekeringan sudah harus selesai di bulan Juni 2020.
Urutan-urutan pekerjaan penting dan dilaporkan, progressnya sudah sampai di mana. Resources itu penting. Sumber daya terbatas. Priority dan Scale.
– Dikombinasikan performance, quality check dan pendendaan.
– Menjelaskan lebih spesifik, masing-masing estate lihat pola yang terjadi.
– Over prunning, massive dan buatkan himbauan.
– Serangan Hama dan Penyakit (Tirathaba, Marasmius) – dikawal. Perhatikan iklim mikro, eradikasi gulma A (didormankan dulu, biarkan untuk sementara).
Bunch Formation ditampilkan dan foto-fotonya dilampirkan yang mewakili.
– Setiap AC harus punya gambaran buahnya berapa “AMAN, WASPADA, dll“.
– Program kerja utama, selesainya kapan?…
Perception of detection (menciptakan iklim yang selalu terawasi).
– Mitigasi pasif, pemasangan docket (lampirkan di SPB).
– Mengamankan air, jangan sampai keluar dari suatu kawasan. Batas Zona, langsung action.
– limited : waktu dan resources, jadi harus pandai memilih, diibaratkan seperti bangun rumah (bertahap – terpenting dan fundamental itu harus jadi prioritas).
– Evaluasi perubahan blok demi blok (misal: dari merah ke kuning, kuning ke hijau, dll).
– Rata-rata gaji pemanen (penghasilan), perbaikan kualitas.
– Target produksi dan Target Kualitas serta pemupukan (saat Review RH Jum’at ini disiapkan) serta denda over prunning sebagai tamabahan ditunjukin – sehingga ada perbedaan (diferensiasi)
– Menutup-nutup masalah, tanpa kita sadari kita sudah mengajari anak buah kita untuk BERBOHONG.
– Ukurlah segala sesuatu dengan eviden.
– Takut menepuk air di dulang, kepercik muka sendiri.
– Bekerja untuk siapa?…
– MENDEMONSTRASIKAN… Tuntaskan sendiri. Saya punya nilai-nilai karena….
– RH dan AC Salon, harus berubah.
– Kampanye harus dilakukan terus menerus. Koreksi pada diri kita, kenapa Staff kita menyimpang?… Apa tindakan setelah itu?…
– Baik gak bagi kapal kita?… Baik gak buat orang lain?… pertimbangan baik bagi kapal.
Tugas driver : campakkan dulu hantu-hantu/orang-orang sontoloyo di dalam bus (integrity) baru tentukan lain (target, dll).

Masukan Pak Uki :
– Cita-cita : Bisa gak kita mau bukan macam JI?… Failed Story (sejarah kegagalan).
– Harus ada menyampaikan apa adanya, kejujuran, keterbukaan – baru Failed Story keren.
– Failed story juga kebanggaan, yang penting ada solusi jalan keluar dan berhasil.

Download Zoom Meeting Versi Pak Ibnul (HO), bisa di download di sini :

Kelanjutan artikel ini hanya bisa dibaca oleh Member, silahkan login disini dulu atau Registrasi di sini

Hosting Unlimited Indonesia
X