Critical Point Brondolan Tinggal di Hancak BAGE Divisi 02

0 0

Yth. Bapak Budi Siregar Selaku Area Controller Area 1.

Berikut saya sampaikan mengenai Critical Point Brondolan Tinggal di Hancak.

BGA group merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produsen minyak CPO. Dimana CPO yang dihasilkan merupakan hasil pengolahan TBS kelapa sawit yang dipanen dari kebun. Untuk mendapatkan produksi CPO yang tinggi tentunya dibutuhkan pula produksi TBS yang tinggi. Salah satu parameter keberhasilan kebun yaitu mampu menghasilkan produktifitas yang tinggi dengan meminimalkan losses dilapangan. Salah satu sumber losses di lapangan yaitu brondolan tinggal di hancak.

Brondolan tinggal di hancak merupakan salah satu losses yang sangat di hindari oleh suatu perkebunan. Dimana kerugian secara langsung yaitu terjadinya pengurangan produksi di kebun tersebut. Selain itu efek samping jangka panjang yang di timbulkan sangatlah merugikan yaitu akan timbulnya kentosan yang mengotori area sekitar piringan serta sebangai tumbuhan pengganggu tanaman utama. Permasalahan inilah saat ini yang terjadi di kebun BAGE divisi 02. Dan adapun penyebab terjadinya angka brondolan tinggal di hancak yang masih tinggi di kebun BAGE divisi 02 yaitu :

  1. Budaya kerja rendah

Yaitu dimana masih rendahnya budaya kerja dimana rasa tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaanya masih kurang. Hal tersebut dapat dilihat dari bebrapa brondolan tidak dikutip karena alasan ada semut dan tidak di kutip ulang, maupun brondolan yang tidak diselesaikan karena mengikuti jam kerja dan tidak menyelesaikan tanggung jawabnya untuk mengutip brondolan hingga selesai.

  1. Panen buah mentah

Panen buah mentah merupakan perbuatan yang dilarang di dalam suatu kegiatan panen. Karena hal tersebut merupakan kegiatan sabotase terhadap tanaman sawit. Jika karyawan melakukan kegiatan panen buah mentah maka berpotensi hancak panen hari itu tidak selesai dan kecenderungan meninggalkan hancak atau lompat-lompat hancak karena pemanen berdalih output janjang sudah terpenuhi. Sehingga berpotensi janjang matang tidak terpanen serta brondolan tidak terkutip.

  1. Supervisi Lemah

Kurang kuatnya peran supervisi dalam mengawal kegiatan panen baik mandor maupun asisten. Hal tersebut terjadi karena masih tidak beraninya supervisi menyampaikan dan mempermasalahkan setiap pelanggaran yang di langgar oleh pemanen.  Sehingga perlu diperbaiki kembali pola pikir supervisi dalam mengemban amanah pekerjaan dan tanggung jawab dalam mengawal dan menegakkan kebenaran sesuai aturan kerja.

Dari beberapa permasalahan di atas maka akan dilakukan tindakan perbaikan sebagai berikut:

  1. Memperbaiki budaya kerja
  2. Penegakan disiplin kerja
  3. Tidak ada panen buah mentah
  4. Perbaikan supervisi

Adapun manfaat yang didapat ketika pendisiplinan terhadap brondolan tinggal di hancak telah dilakukan yaitu :

  1. Berat janjang rata-rata meningkat
  2. Produksi meningkat
  3. Target basis janjang pemanen menurun
  4. Semangat pemanen mengejar basis meningkat
  5. Piringan tidak ditumbuhi kentosan

Demikian saya sampaikan pak, koreksi dan arahan dari bapak sangat saya harapkan terimakasih.

Kami MAU, Kami Juga BISA.

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
The following two tabs change content below.
Alumni INSTIPER Yogyakarta Angkatan 2012 Program Study Managemen Perkebunan Kelapa Sawit. Tahun 2016 - sekarang : bekerja di perkebunan kelapa sawit di perusahaan BGA Group, Khususnya sebagai asisten lapangan di BAGE divisi 02.
Posted by

sugiarto

Alumni INSTIPER Yogyakarta Angkatan 2012 Program Study Managemen Perkebunan Kelapa Sawit.
Tahun 2016 - sekarang : bekerja di perkebunan kelapa sawit di perusahaan BGA Group, Khususnya sebagai asisten lapangan di BAGE divisi 02.

Anda mungkin juga suka...

(1) Komentar

  1. The Most Popular Traffic Exchange
  2. Budi S@ImpianClub.com

    Pak Sugi… thanks sudah memberikan resopon dari setiap arahan atau instruksi yang diberikan.
    Seperti yang sudah kita diskusikan tadi malam, Selasa 16 Juni 2020 mengenai “root cause factor analysis” dan “Five Why Analysis” – seharusnya jika sesuatu yang terjadi menyebabkan tidak standard (brondolan tinggal di atas 25 butir/ha) dan selalu berulang ketidakbaikan itu – Cari tau akar masalahnya di mana.

    Pastikan minimum 5 pertanyaan kenapa dilakukan….
    Sehingga akar masalahnya kita tau, jika diselesaikan ! cenderung masalah tersebut tidak akan berulang.
    Tetap semangat dan fokus satu-satu kita selesaikan.

    Go to the dream.

Tinggalkan Balasan

Hosting Unlimited Indonesia
error: Content is protected !!
X
%d blogger menyukai ini: