Critical Point Preventive Maintenance

1 0

Yth. Bapak Budi Siregar Selaku Area Controller Region 1

Berikut saya sampaikan mengenai Critical point preventive maintenance di Central Mentaya Traksi

Kamis , 28 Mei 2020

Lokasi : Workshop CMNT.

Pada kali ini penulis mendapat kesempatan untuk melakukan OJT di Central Mentaya Traksi Wilayah 1 BGA di Metro Mentaya Provinsi Kalimantan Tengah. Penulis akan membahas tentang preventive maintenance beserta critical point nya.

Preventive Maintenance adalah kegiatan perawatan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan-kerusakan yang lebih parah (breakdown) pada unit kendaraan maupun mesin penunjang yang dilakukan secara terjadwal . Semua unit maupun mesin penunjang yang dilakukan preventive maintenance lebih menjamin kontinuitas dan umur ekonomis kerjanya serta selalu diusahakan dalam kondisi yang siap dipergunakan untuk setiap beroperasi.

Adapun tujuan dilakukan preventive maintenance secara teratur dan terjadwal antara lain :

  1. Mencegah  perbaikan berskala besar (breakdown) sehingga unit selalu dalam kondisi ready for use.
  2. Memperpanjang umur ekonomis unit.
  3.  Mengetahui lebih dini kondisi unit dan antisipasi terjadinya breakdown.
  4. Unit selalu siap untuk beroperasi, dan kebutuhan unit terpenuhi
  5. Persiapan sparepart yang dibutuhkan untuk perbaikan unit akibat keausan pada parts unit tersebut.
  6. Menghindari biaya yang lebih besar akibat kerusakan yang tidak terdeteksi lebih dini.

Pada Workshop CMNT preventive maintenance dilaksanakan tiap 1 kali dalam dua minggu. Sejauh ini untuk ketaatan dari pelaksanaan melakukan PM itu sudah mulai taat dan kesadaran nya sudah terbangun untuk perawatan terhadap unit yang dipakainya. Adapun dasar pelaksanaan PM adalah sebagai pencegahan breakdown terhadap unit. Kita ketahui bahwasanya unit setiap hari dioperasikan untuk melakukan pengangkutan tbs ke pks, jangkos, angkut karyawan, dll. Dimana unit yang dioperasikan membutuhkan tenaga untuk mengoperasikan supaya bisa beroperasi, sparepart yang digunakan selalu bekerja secara optimal guna menghasilkan tenaga untuk unit yang dioperasikan tersebut. Maka dari itu dibutuhkan pelaksanaan perawatan secara berkala yaitu 2 minggu sekali terhadap sparepart yang terdapat pada unit saat unit beroperasi, sehingga unit selalu siap untuk beroperasi, umur ekonomis unit lebih panjang, mencegah dari kerusakan yang lebih besar (breakdown) dan  Menghindari biaya yang lebih besar akibat kerusakan yang tidak terdeteksi lebih dini.

Berikut adalah rekapitulasi breakdown dan hasil pencapaian PMV (Preventive Maintenance Value) pada bulan mei 2020 :

Gambar data rekapitulasi breakdown dan PMV bulan mei 2020

Gambar data laporan breakdown unit periode 2 juni 2020

Berikut adalah list pelaksanaan preventive maintenance :

Gambar List Preventive Maintenance

Dari list point item preventive maintenance tersebut, titik kritis preventive maintenance terletak pada pelaksanaan greasing ( Pelumasan ). Greasing adalah kegiatan pelumasan grease (minyak gemuk) yang bertujuan untuk mengurangi kontrol gesekan, mengurangi keausan, mencegah korosi dan kontrol temperatur. Seluruh fungsi ini bermuara pada keselamatan, dan kelancaran unit pada saat dioperasikan. Tetapi disisi lain, terkadang driver maupun mekanik lupa masalah pelaksanaan greasing dalam PM, sehingga terkadang tidak dilakukan greasing secara menyeluruh atau bahkan tidak dilaksanakan sama sekali. Adapun dampak jika tidak dilakukan greasing pada unit antara lain keausan yaitu pada spring, joint, pin spring, hanger spring kingpin, sleeve, dll. Setelah bagian-bagian menjadi aus , bagian tersebut pun dapat korosi sehingga menyebabkan kerusakan yang lebih parah karena tidak dilakukan greasing pada saat pelaksanaan pm.

Greasing dilakukan dengan menggunakan pompa yang ada didalam tabung nya berisikan grease. pelaksanaan nya yaitu tempelkan pompa pada neeple sebagai contoh neeple pada hanger spring, lalu lakukan pemompaan pada tabung sampai keluar grease nya dan melumasi pada bagian hanger spring nya secara menyeluruh. Pelaksanaan greasing pada unit juga merupakan salah satu point yang sangat penting dalam pelaksanaan pm sehingga setiap komponen dapat dilumasi.

Demikian saya sampaikan, koreksi dan arahan dari bapak sangat saya harapkan.

Kami Bukan PECUNDANG, kami PEMENANG

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
1
Sleppy
Sleppy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
The following two tabs change content below.

Redho M. R.

Lahir di Palembang pada 24 Mei 1998. Beragama Islam. Merupakan Alumni Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Mesin Konsentrasi Teknik Produksi dengan Tahun lulus 2019.
Posted by

Redho M. R.

Lahir di Palembang pada 24 Mei 1998. Beragama Islam. Merupakan Alumni Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Mesin Konsentrasi Teknik Produksi dengan Tahun lulus 2019.

Anda mungkin juga suka...

(8) Komentar

  1. The Most Popular Traffic Exchange
  2. Budi S @ImpianClub

    Good job mas Redho…
    Saya bertanya ini:
    – Seberapa besar ketaatan pemakai dari jadwal PM yang sudah ditentukan dari semua unit yang ada di CMNT?…
    – Apa dasar dilakukan PM 2 minggu sekali?…
    – Pengamatan Anda saat ini, titik kritis list PM yang TERPENTING di mana?…
    – Coba munculkan data PM bandingkan dengan breakdown !

    Saran untuk tulisan ke depannya :
    – Profil link social media di update.
    – Keyphrase, Snippet dan tags dibuat agar tulisan yang bapak publish lebih mudah di indeks oleh Google Search Engine dan Search Engine lain.

    Thanks pak, tetap semangat dan mari selalu berbagi melalui tulisan online.

    1. redhomuhammadrizki

      Terima kasih pak atas pertanyaan , koreksi dan saran nya. Untuk kedepan saya akan melakukan postingan yang lebih baik lagi.
      Berikut juga saya akan menjawab pertanyaan yang bapak sampaikan.
      1. Sejauh ini saya melihat untuk ketaatan dari para supir unit untuk melakukan PM itu sudah mulai taat dan kesadaran nya sudah terbangun untuk perawatan terhadap unit yang dipakainya,tetapi masih ada beberapa supir DT yang masih lalai terhadap pelaksanaan pm terhadap unit nya sehingga unit nya dilakukan pm diluar jadwal yang telah ditentukan.
      2. Dasar pelaksanaan PM adalah sebagai pencegahan breakdown terhadap unit. Kita ketahui bahwasanya unit setiap hari dioperasikan untuk melakukan pengangkutan tbs ke pks, angkut jangkos, angkut karyawan, dll. Dimana unit yang dioperasikan membutuhkan tenaga untuk mengoperasikan supaya bisa beroperasi, sparepart yang digunakan selalu bekerja secara optimal guna menghasilkan tenaga untuk unit yang dioperasikan tersebut. Maka dari itu dibutuhkan pelaksanaan perawatan secara berkala yaitu 2minggu sekali terhadap sparepart yang terdapat pada unit saat unit beroperasi, sehingga unit selalu siap untuk beroperasi, umur ekonomis unit lebih panjang dan mencegah dari kerusakan yang lebih besar (breakdown).
      3. Untuk list pm semua nya penting untuk dilakukan pengecekkan. Menurut saya dari 11 list pm tersebut titik kritis yang terpenting terletak pada pelaksanaan greasing. Dimana greasing adalah kegiatan pelumasan grease (minyak gemuk) yang bertujuan untuk mengurangi kontrol gesekan, mengurangi keausan, mencegah korosi dan kontrol temperatur. Seluruh fungsi ini bermuara pada keselamatan, dan kelancaran unit pada saat dioperasikan. Tetapi disisi lain, terkadang supir maupun mekanik menganggap remeh masalah pelaksanaan greasing dalam PM, sehingga terkadang tidak dilakukan greasing secara menyeluruh atau bahkan tidak dilaksanakan sama sekali. Adapun dampak jika tidak dilakukan greasing pada unit antara lain keausan yaitu pada spring, joint, pin spring, kingpin, sleeve, dll. Setelah bagian-bagian menjadi aus , bagian tersebut pun dapat korosi sehingga menyebabkan kerusakan yang lebih parah karena tidak dilakukan greasing pada saat pelaksanaan pm. Greasing dilakukan dengan menggunakan pompa yang didalam tabung nya berisikan grease (minyak gemuk), pelaksanaan nya yaitu tempelkan pompa pada neeple sebagai contoh neeple pada hanger spring, lalu lakukan pemompaan pada tabung sampai keluar grease nya dan melumasi pada bagian hanger spring nya secara menyeluruh. Pelaksanaan greasing pada unit juga merupakan salah satu point yang sangat penting dalam pelaksanaan pm sehingga setiap komponen terlumasi dengan baik dan umur ekonomis sparepart pun lebih panjang.

  3. Budi S @ImpianClub

    Tampilkan dalam bentuk angka atau data Mas Redho.
    Kembangkan terus kreatifitas Anda, melalui tulisan dan berbagi antara sesama.
    Tetap semangat dan selalu berikan yang terbaik.

  4. chandra.situmorang

    Pak Redho …

    Berikut masukan dari saya mengenai tujuan dilakukannya Preventive Maintenance.
    1. Mecegah terjadinya kerusakan unit sehingga unit selalu dalam kondisi ready for use
    2. Mengetahui lebih dini kondisi unit dan antisipasi terjadinya breakdown.
    3. Memperpanjang usia pakai unit.
    4. Persiapan s.part yang dibutuhkan untuk perbaikan unit akibat keausan pada parts unit tersebut.
    5. Menghindari biaya yang lebih besar akibat kerusakan yang tidak terdeteksi lebih dini.

    Form Checklist Preventive Maintenance yang ditampilkan pada tulisan ini sebaiknya dicheck terlebih dahulu apakah sudah lengkap pengisiannya dan tanda tangannya.

    Tetap semangat dan maju terus.

    1. Budi S @ImpianClub

      Mas Redho… segera ditindaklanjuti ini.
      Ada prosedur atau kode etik (code of conduct) yang harus diikuti, bapak harus patuhi. Tetap semangat dan berikan yang terbaik.

      1. redhomuhammadrizki

        Siap pak telah diperbaiki. Terima Kasih atas arahan nya pak.

    2. redhomuhammadrizki

      Terima kasih atas masukkan dan saran nya pak. untuk form checklist preventive maintenance telah diganti contoh form nya dengan yang sudah lengkap pengisian dan tanda tangan nya.

      1. Budi S @ImpianClub

        Silahkan dikembangkan lagi… critical point di 5M + 1E (Man, Methode, Material, Machine, Money and Environmental). Dari kelima penyebab akar masalah (root cause factor) yang dominan terjadi di mana?… Kupas tuntas A to Z, khusus tentang PM Mbro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia
shares
X