Membentuk Team BGS Handal dan Terlatih, Terintegrasi OSBS

Team BGS BDME terbaik, Periode Juni 2020
0 0

[22/7 19:04] Pak Guntur H Hasibuan PC KalTeng:
Dear All Area Controller :

[22/7 19:04] Pak Guntur H Hasibuan PC KalTeng:
Menindaklanjuti Dinamika dan Permasalahan Operasional kebun yang berkembang saat ini, terutama terkait dengan masih buruknya Pengelolaan dan Perilaku Tim Semprot Kebun yaitu ;

  1. Penurunan Produksi (growth minus) pada blok blok dengan daya dukung tanah cukup baik, patut kita duga karena kondisi Ground Management yg tidak mendukung (Clean Weeding). Kondisi Clean Weeding ini tampak sangat mengkhawatirkan pada beberapa kebun, piringan dan pasar rintis terjadi over weeding, alur gerusan aliran permukaan di pasar pikul terlihat jelas karena kondisi piringan dan pasar pikul sangat terbuka, bahkan vegetasi lumut dan rumput lunak pun sangat minim karena disemprot berulang ulang. Di sisi lain pada sisi blok lainnya seperti palungan, areal yg kanopinya masih terbuka, gawangan, kaki lima parit, masih mudah dijumpai piringan berat, pokok terlilit MB, kaki lima parit semak, kentosan dan bapak kayu di gawangan menjadi pemandangan yg masih sangat mudah kita temukan. Kondisi diskriminatif ini adalah semata2 karena masih lemahnya Pengelolaan Tim Semprot Kebun.
  2. Kondisi Field Husbandry yang menurun pada beberapa kebun, piringan semak, kondisi gawangan yg terlanjur berat karena bertahun-tahun tanpa rotasi pengendalian gawangan, kaki lima blok kumuh, kondisi kaki lima parit, kaki lima palung dan pasar tengah tidak terawat, fosil kentosan didemonstrasikan di setiap sudut blok (TPH, Piringan, Gawangan, kaki lima blok), gulma tabu planter (bambu, pisang-pisangan, kakek kayu) sangat mudah ditemukan di setiap sudut blok.
  3. Kemunduran Field Condition di beberapa Kebun ini sangat paradoks dengan konsumsi Herbisida yg tidak terkendali dan selalu meningkat dari waktu ke waktu.
  4. Pentingnya membangun Ground Management System yg Establish sebagai fondasi peningkatan produksi yg Sustain dari tahun ke tahun. Guna merespon tantangan operasional tersebut serta dalam upaya kampanye peningkatan kualitas Ground Management System di BGA, perlu dilakukan, dikampanyekan Revitalisasi Tim BSS (BGA Spraying System). Terminologi BSS dikembangkan menjadi BGS (BGA Ground Management and Spraying System). BGS tidak hanya bertugas melakukan pengendalian gulma lebih dari itu Tugas utama Tim BGS adalah Membangun Ground Management System Estate yg Established.

[22/7 19:12] Pak Guntur H Hasibuan PC KalTeng: Tujuan dan Tugas Utama Team BGS (BGA Ground Managemen & Spraying System) yaitu :

Tujuan Utama Tim BGS (BGA Ground Managemen & Spraying System) :

  1. Merancang Strategi Aksi dan Membangun Ground Management System Estate, guna menciptakan lingkungan tumbuh tanaman yang sehat dan mendukung bagi produktifitas kelapa sawit yang tinggi dan berkelanjutan.
  2. Menjamin kondisi pemeliharaan setiap pokok bersih dan terjaga ringan sepanjang tahun (piringan, pasar pikul, TPH, gawangan, pasar tengah, kaki lima blok, pinggir parit, palungan), tidak diskriminatif, tidak clean weeding, dan bebas gulma tabu planter (kentosan, bambu, pisangan, kakek kayu, dll).
  3. Mengedepankan praktek-praktek kesehatan kerja, keselamatan kerja dan ramah lingkungan dalam operasional estate (sesuai Kaedah Sustainability).

Tugas dan Tanggung Jawab Tim BGS (BGA Ground Managemen & Spraying System) yaitu :

  1. Menanam, memelihara dan menumbuhkembangkan Land Cover Crop dan Beneficial Plant di areal tanaman (kacang-kacangan penutup tanah, Neprolephis sp, Soft Grasses, slow growth cover crop dan Beneficial Plant seperti Turnera, Casia, etc).
  2. Menjaga kondisi akses Piringan, Gawangan, Pasar Rintis, Pasar Tengah, Pasar Kumis, Pasar 8, TPH, kaki lima palung, kaki lima blok, kaki lima parit, selalu fungsional, bersih dan terjaga baik sepanjang tahun, Bebas dari Gulma Tabu Planter, Gulma kelas A dan seluruh Gulma merugikan dan berdampak negatif bagi persaingan hara dan pertumbuhan tanaman.
  3. Melakukan kontrol dan pengendalian terhadap gulma pengganggu pertumbuhan tanaman kelapa sawit, pengganggu Beneficial Plant, pengganggu Land Cover Crop, dan penurun kesuburan dan kesehatan tanah. Diutamakan pengendalian chemist dengan penggunaan bahan kimia secara bijak, selektif dan efisien dan tepat sasaran.
  4. Melakukan Eradikasi chemist gulma pengganggu secara sangat selektif dan bijak. Mengikuti rekomendasi dan ketentuan jenis chemical, dosis, konsentrasi, nozzle, volume semprot, teknik pencampuran, penggunaan air bersih, peralatan , handling bahan chemical yang proper dan aman bagi pekerja, tidak mencemari air dan lingkungan, serta dicatat dengan cermat jumlah dan cara penggunaannya untuk traceability. Penggunaan dan konsumsi herbisida/ chemical dalam praktik haruslah menurun dari waktu ke waktu, karena ditujukan untuk membangun ground menegement yang established.
  5. Menyelesaikan Program Pemeliharaan Akses Piringan dan Gawangan (Reguler dan Crash Program) dan Program Pembangunan Ground Management System kebun sesuai prioritas, tepat waktu, tepat sequence dan tepat sasaran yaitu :

5.1. Piringan chemist 2-6 kali setahun sesuai kondisi (jenis dan kecepatan pertumbuhan gulma).
5.2. Gawangan Chemist 1-3 kali setahun (Rotasi Minimal/Rotasi Wajib 1 kali setahun)
5.3. Lalang Chemist maksimal 4 kali setahun (jika diperlukan)
5.4. Program Penanaman LCC, Neprolephis, dan Beneficial Plant

Prosedur dan Panduan Tata Kelola Tim BGS (BGA Ground Managemen & Spraying System) :

  1. Pastikan Tenaga Penyemprot (25 – 35 orang) merupakan karyawan terlatih hasil seleksi langsung oleh Estate Manager. Tenaga Penyemprot tidak boleh diganti-ganti guna pengembangan skill dan profesionalisme kerja karyawan, meningkatkan tanggung jawab ancak dan kualitas kerja serta pemeliharaan alat semprot (knapscak) yg digunakan. Jumlah Kongsi Kerja BSS kebun Ideal sangat bergantung pada umur tanaman dan kondisi areal. Diharamkan menggunakan / mengalokasikan karyawan semprot (Tim BGS) untuk pekerjaan diluar Rencana Kerja Tim BGS. Penggunaan TT BGS untuk kepentingan di luar Rencana Kerja Tim BGS wajib mendapat ijin tertulis dari Regional Head. Penggunaan/Pengalihan Karyawan Team BGS diluar kepentingan diatas oleh Asisten dan Manager dapat dianggap sebagai pelanggaran indispliner.
  2. Jumlah Kongsi Kerja BSS kebun Ideal untuk luasan Areal 3.000 Ha pada kondisi Normal adalah 25 – 35 orang. Tugas dan Tanggung Jawab Utama Kongsi Kerja BSS kebun sesuai prioritas adalah;
  3. 2.1. Piringan Chemist Reguler 2 – 6 rotasi per tahun
    2.2. Gawangan Chemist Reguler 1 – 3 rotasi per tahun
    2.3. Lalang Chemist maksimal 4 rotasi per tahun (jika diperlukan)
    2.4. Tanam Neprolephis dan Beneficial Plant 1 – 2 rotasi per tahun.
    2.5. Rotasi Pengendalian Gawangan wajib dilakukan Minimal 1 kali setahun. Diharamkan meninggalkan pemeliharaan gawangan lebih dari 1 tahun.

  4. Mandor Semprot haruslah dididik dan didayagunakan menjadi penanggung jawab kerja pembangunan ground management kebun, haruslah diseleksi langsung oleh Manager dan diutamakan perempuan guna mendorong ketelitian, ketajaman pengawasan dan terbentuknya team semprot yg handal.
  5. Pastikan Alur kerja karyawan semprot sudah benar, tidak ada area semprot yg tertinggal sehingga tidak ada pekerjaan koreksi, repetisi, tidak ada kongsi kerja semprot lain selain Kongsi Kerja BGS kebun, tidak ada Tim Semprot divisi yang liar dan tidak standar.
  6. Alur kerja penyemprot dimulai dari penyemprotan kaki lima blok, TPH, Pasar Kumis, Piringan pasar rintis, kaki lima parit dan palungan, pasar tengah. Tenaga penyemprot bekerja dari CR ke CR dan haruslah dipahamkan dan memastikan semua area yang wajib disemprot (kaki lima blok, pasar kumis, TPH, piringan pasar pikul, kaki lima parit, kaki lima palungan dan pasar tengah) telah disemprot dengan benar.
  7. Mobil Tim Unit Semprot adalah Kendaraan yg sangat berdaya guna meningkatkan mobilisasi dan produktivitas team, sangat sakral perannya dalam perbaikan kondisi kebun, oleh karenanya Preventive Mainenance unit TUS haruslah dijaga dengan sangat ketat dan Disiplin. Diharamkan kerusakan unit TUS lebih dari 1 hari. Jika terjadi kerusakan unit TUS lebih dari 1 minggu, maka akan diberikan sanksi indisipliner kepada Manager Traksi dan Estate Manager.
  8. Diharamkan menggunakan Mobil TUS untuk keperluan selain Semprot. Penggunaan Mobil TUS untuk kepentingan diluar semprot wajib memperoleh persetujuan tertulis dari Regional Head.
  9. Pencampuran Racun wajib dilakukan di dalam Tangki Semprot berdasarkan Rencana Kerja Harian Semprot yg telah disetujui Estate Manager. Pencampuran Racun wajib disaksikan oleh Asisten Kepala atau Asisten Divisi.
  10. Pastikan Jenis Noozle, Jenis Herbisida, Volume Semprot dan Kualitas Larutan Herbisida yang digunakan efektif, efisien dan tepat dengan sasaran
  11. 9.1. Semprot Piringan + Pasar Rintis + Pasar Tengah + Kaki Lima Parit dan Blok + TPH dengan Komposisi gulma dominan rumput halus dan gulma berdaun Lebar . Pastikan hanya memakai Noozle setara VLV 100 dengan konsentrasi larutan semprot Glifosat (0,5% atau 75 cc per 15 liter air) dan Metil Metsulfuron (0.0375% atau setara 5 gram per 15 liter air) . Kisaran konsumsi larutan semprot aktual rata-rata mencapai 50 liter per ha (15 liter per 40 pokok semprot, 1 Ha rata-rata setara dengan 3 kap larutan). Kisaran Konsumsi Herbisida aktual rata-rata mencapai 250 cc per ha (Glifosat) dan 18 gram per ha (Metil Metsulfuron).

    9.2. Semprot Piringan + Pasar Rintis + TPH dengan Komposisi gulma dominan Kentosan (spot anak sawit). Pastikan memakai Noozle Solid Cone dengan konsentrasi larutan semprot Glifosat Murni (1,3 – 1.6% atau 200 – 250 cc per 15 liter air) . Pada kondisi / populasi kentosan ringan, konsumsi aktual larutan semprot mencapai 40-50 liter per ha (3-4 kap), kondisi sedang mencapai 60-70 (4-5 kap) liter per ha dan kondisi berat mencapai 80 liter per ha (5-6 kap).

    9.3. Semprot Gawangan dengan Gulma Dominan Bambu dan Kentosan (Spot)
    Pastikan memakai Noozle Solid Cone dengan konsentrasi larutan semprot Glifosat (1,3 – 1.6% atau 200 – 250 cc per 15 liter air) . Pada kondisi bambu sangat tinggi wajib dilakukan pekerjaan imas bambu terlebih dahulu dan di follow up dengan semprot 2-3 minggu setelah re-growth. Seluruh gulma berkayu di gawangan wajib dikendalikan / disemprot secara bersamaan.

    9.4. Semprot Gawangan dengan komposisi gulma dominan Gulma berkayu (Spot), Selectif Weeding / Targeted
    Pastikan memakai Noozle Solid Cone dengan konsentrasi larutan semprot Triclopir (0,15 – 0,20% atau 20 – 30 cc per 15 liter air) .

    9.5. Semprot Gawangan dengan Gulma Dominan Pakisan (Pakis Kawat, Pakis Udang, Krisan) .
    Pastikan memakai Noozle VLV-200/Polijet Biru dengan konsentrasi larutan semprot Amonium Glifosinat (0,33 atau 50 cc per 15 liter air) + Metil Metsulfuron (0,033 atau 5 gram per 15 liter air).

    9.6. Oles / Tebas Oles Anak Kayu. Gunakan Larutan Triclopir + Solar = 1 : 19.

    9.7. Pengendalian Pisang yaitu ; Rendam Stik ukuran 20 cm pada Larutan 2.4 diamine murni atau 0.1% metil metsulfuron selama 12 jam lalu ditusukkan sepanjang 15 cm ke bagian bawah batang pisang.

    9.8. Pastikan penggunaan sticker/perekat/agristik saat melakukan aktivitas penyemprotan pada musim hujan, pada gulma berkutikula tebal dan gulma berdaun bulu.

    10. Pastikan seluruh karyawan semprot mengerti tugas dan tanggung jawab serta target kerja yang telah ditetapkan, paham benar vegetasi yang harus dieradikasi, vegetasi yg harus dikendalikan dan mana vegetasi yang harus dipertahankan (beneficial plant, slow growth cover crop, etc).

    11. Pastikan kondisi Selective Weeding dipahami oleh Assisten, Mandor dan seluruh karyawan semprot melalui simulasi secara konsisten . Contoh : Piringan pasar rintis pada areal berkanopi baik, areal darat dan tinggi, dengan gulma dominan rumput halus/lumut tidak disemprot, Sebaliknya Piringan Pasar Rintis pada areal rendahan, areal palung, pinggir parit, kanopinya masih terbuka dan gulma dominan MB disemprot lebih lebar dari standar (3-4 meter), karena pertumbuhan gulma pada areal tersebut sangat cepat.

    12. Pastikan cara kerja Tim BGS bersifat One Stop Block Services dan Jangkauan Kerjanya lebih luas. Sebagai contoh : Pada pekerjaan semprot piringan, jika terdapat kondisi gulma berat (MB melilit pokok) pada sebagian pokok, Cara kerja dapat diatur dengan Sistem 1 KKP = 3 karyawan, dengan komposisi, 2 Penyemprot + 1 TK Manual yg bertugas memotong MB yg merambat ke pokok dan atau bertugas mengoles bapak kayu spot. Sistem dan cara kerja KKP ini dapat diatur sedemikian rupa sesuai dengan kondisi dan efektivitas kerja.

    13. Pastikan prosedur persiapan dan perencanaan pekerjaan semprot seperti persiapan alat kerja, persiapan alat kerja cadangan, kaliberasi nozzle secara periodik, pencampuran larutan induk, penetapan dosis dan konsentrasi, peralatan safety serta penetapan target kerja sudah dilakukan dengan benar.

    14. Maksimalkan pekerjaan Chemist dalam pekerjaan pengendalian Gulma. Pastikan rotasi semprot selalu tepat waktu dan tepat sasaran (pekerjaan chemist “murah efeknya bertahan lama”, pekerjaan manual “mahal efeknya hanya sebentar”). Pekerjaan Manual hanya ditujukan untuk mempermudah pekerjaan chemist (sekedar bisa masuk penyemprot saja).

    15. Pastikan tidak ada penggunaan pestisida secara berlebihan dan minimalkan penggunaan herbisida Wide Spectrum (Herbisida sapu jagad).

    16. Lakukan Time Motion Study untuk menentukan Standar Prestasi Kerja Karyawan Semprot dan lakukan monitoriong Prestasi Kerja Karyawan Semprot. Target Kerja Standar pekerjaan semprot piringan dengan Sprayer RB-15 adalah 3-4 HK/Ha dan MHS mencapai 5-7 Ha/Hk.

    17. Pastikan papan monitoring prestasi kerja karyawan diisi oleh Driver tim semprot. Fungsikan Driver Tim Semprot sebagai Mekanik Sprayer dan sebagai pengatur karyawan semprot. Manager Traksi Area haruslah memastikan tersedianya mekanik semprot yg handal di setiap kebun yang dilatih secara berkala oleh Mekanik Sprayer Traksi Wilayah .

    18. Pastikan prosedur keselamatan kerja dan perawatan alat kerja setelah penyemprotan dilaksanakan secara displin seperti mencuci, membersihkan dan menyimpan sprayer.

    19. Simulasi Semprot tingkat Kebun haruslah dilakukan secara periodik minimal 1 bulan sekali, dipimpin langsung oleh Estate Manager dan dihadiri oleh Assisten, Assisten Koordinator dan Askep.

    20. Simulasi Semprot tingkat Area haruslah dilakukan secara periodik minimal 3 bulan sekali, dipimpin langsung oleh Area Controller dan dihadiri oleh seluruh Estate Manager dan Assisten Koordinator Semprot dalam satu Area.

    21. Referensi penggunaan bahan kimia untuk pengendalian gulma, Dosis/Ha, Konsentrasi Larutan, Referensi Campuran Larutan Induk, Referensi penggunaan jenis Noozle yang tepat sasaran, haruslah menggunakan panduan yang dikeluarkan oleh Departement Riset.

Sumber : Bapak Guntur H Hasibuan (PC KalTeng BGA)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
0
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
Posted by

Budi S @ImpianClub

Saat ini saya bermitra dengan NET89 PT.SMI, SkyWay (Investasi Saham Real Proyek), Program CryptoUnit, Duyunov's Motor, Aquix, Gem4me : the first financial messenger, Immunoterapi UFG, AQUIX Indonesia, DigiU, Project Artificial Intelligence dan Member MLM Melia.

Saya dapat dihubungi di Telp/WA : 08115018144.
Silahkan dilihat : IdentitasKu - PendidikanKu - PekerjaanKu

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Hosting Unlimited Indonesia
error: Content is protected !!
X
%d blogger menyukai ini: