Notulensi Visit ke Area Komposting Mill GMKM

Kondisi areal lapangan komposting terkini
1 0

Notulensi Visit Area Controller 1 bersama Staff Mill GMKM (Asisten Sortasi, Asisten Kepala, Mill Manager, MOD)
Notulensi Apel Sore Bapak Budi Siregar (Area Controller 1) bersama Staff Mill GMKM
Hari/tanggal : Senin / 08 Juni 2020
Agenda : Menindaklanjuti keluhan unit kebun terkait Area Komposting yang kurang baik jalannya
Tempat : Area Komposting Mill GMKM

Pengarahan dari Area Controller 1 Region Mentaya
Pengarahan dari Area Controller 1 Region Mentaya

Komposting adalah proses pengendalian penguraian secara biologi dari bahan organik, menjadi produk seperti humus yang dikenal sebagai kompos. Penguraian bahan organik itu (disebut juga dekomposisi) dilakukan oleh mikro-organisme menghasilkan senyawa yang lebih sederhana. Pada saat komposting terjadi proses-proses perubahan secara kimia, fisika dan biologi. Untuk wilayah perkotaan, metoda komposting aerobik adalah yang banyak disarankan karena beberapa keunggulan.

Kompos ibarat multivitamin untuk tanah pertanian. Kompos akan meningkatkan kesuburan tanah dan merangsang perakaran yang sehat. Kompos memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah dan menghasilkan senyawa yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit.
Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misal: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak.
Kompos memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek :

  • Aspek Ekonomi :
  1. Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah
  2. Mengurangi volume/ukuran limbah
  3. Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya
  • Aspek Lingkungan :
  1. Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah
  2. Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan
  • Aspek bagi tanah/tanaman :
  1. Meningkatkan kesuburan tanah
  2. Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
  3. Meningkatkan kapasitas serap air tanah
  4. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
  5. Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)
  6. Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
  7. Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
  8. Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah

Dengan begitu seharusnya kita mempersiapkan area komposting tersebut dengan baik dan benar agar jalur pengambilan komposting oleh unit-unit kebun dapat berjalan dengan baik tanpa ada kendalan di alokasi areal lapangan komposting Mill GMKM tersebut. Bila lapangan areal komposting saja tidak mendukung untuk unit masuk kedalam bagaiman stok komposting yang ada pada areal tersebut bisa kita habisnya sedangkan jalurnya saja tidak dapat mendukung unit untuk masuk kedalam.

Kondisi areal lapangan komposting terkini
Kondisi areal lapangan komposting terkini

Bila kita melihat pada gambar tersebut sangat tidak memungkinkan untuk unit kebun menghabiskan stok kompos yang ada di areal tersebut dikarenakan areal tersebut terlalu bahaya untuk dilewati, sebab arela tersebut sudah menonjol besi besi yang dulunya dicor sekarang timbul diatas genangan air yang begitu lumayan sehingga dapat juga menimbulkan patakan terhadap unit-unit kebun yang bermaksud mengangkut kompos.

Arahan dari Bapak Budi Siregar Selaku Area Controller 1 Region Mentaya :

  • Permasalahan utama pada areal komposting saat ini adalah genangan air, seharusnya dapat dibuatkan saluran.
  • Keringkan dahulu genangan air yang ada di areal tersebut, selanjutnya agar diberikan latrite untuk timbunannya.
  • Kurangnya kepedulian dan perhatian areal ini sehingga mengakibatkan kondisi areal komposting ini tidak terurus.
  • Janganlah kita menyalahkan pendahulu yang sudah berlalu, saat ini mari kita perbaiki bersama-sama.
  • Kita tidak mencari siapa yang benar dan siapa yang salah, kita ingin memecahkan suatu MASALAH
  • Kita sama sama memiliki kepentingan, dengan begitu kita harus sinergi dahulu agar gampang memecahkan masalah yang saat ini ada.
  • Perkecil parit yang ada, dan pastikan parit tersebut alirannya lancar tanpa hambatan.
  • Bagaimana cara agar komposting ini teraplikasi kelahan, kita lakukan perbaikan terhadap jalur di areal tersebut.
  • Kita akan memasang pipa besi pada tiga titik di areal ini agar memudahkan driver dalam pengangkutannya.
  • Permasalahan di areal Komposting ini merupakan permasalahan kita bersama.
  • Sembari berjalan melakukan perbaikan, kita akan bukakan akses yang mudah untuk unit dalam pengambilan kompos, setelahnya kita lakukan rebah pada jalur tengah areal ini agar mudah dilalui.
  • Bila kita memilik suatu blok masalah, sesering mungkin kita hadi kesana untuk menyelesaikannya, pasti dengan sendiri nya masalah tersebut selesai.
  • Lakukan dahulu perawatan manual untuk membuat genangan air yang ada ditengah jalur areal ini.
  • Semangat positif dahulu yang harus kita bangun untuk dapat memecahkan masalah yang ada
  • Jangan malu untuk sharing keatasan ataupun membuka forum diskusi
  • Perbanyakan komunikasi, apa permasalahan yang ada, agar dapat kita menyelesaikan bersama sama.
Kondisi jalur tengah Areal Komposting
Kondisi jalur tengah Areal Komposting

Sekian yang dapat saya sampaikan pak, koreksi dari bapak sangat saya harapkan, selebihnya saya ucapkan terimakasih.

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
1
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
The following two tabs change content below.

Rapeja

Perkenalkan nama saya Rapeja Agustinus, Tempat Tanggal Lahir Medan, 17 Agustus 1996, Status masih Single. Singkat cerita biografi pendidikan formal saya. SDN 101821 Pancur Batu SMPN 2 Pancur Batu SMAN 1 Pancur Batu D-III Teknik Informatika Politeknik Pos Indonesia Bandung Saat ini saya bekerja di PT Karya Makmur Bahagia (BGA Group) sebagai Mantri/Admin EHS Regional 1 .
Posted by

Rapeja

Perkenalkan nama saya Rapeja Agustinus, Tempat Tanggal Lahir Medan, 17 Agustus 1996, Status masih Single.

Singkat cerita biografi pendidikan formal saya.
SDN 101821 Pancur Batu
SMPN 2 Pancur Batu
SMAN 1 Pancur Batu
D-III Teknik Informatika Politeknik Pos Indonesia Bandung

Saat ini saya bekerja di PT Karya Makmur Bahagia (BGA Group) sebagai Mantri/Admin EHS Regional 1 .

Anda mungkin juga suka...

(1) Komentar

  1. The Most Popular Traffic Exchange
  2. Budi S @ImpianClub

    Analisa Visual Question sudah mumpuni… perlu ditambahkan :
    1. Rencana sederhana untuk menyelesaikan masalah yang ada di Area Komposting (sketsa, jumlah kompos yang sudah matang, flow perbaikan yang disinergikan dengan angkutan di masing-masing Hipe).
    2. Dibuatkan PWI (Picturial Working Instruction), sehingga tahapan-tahapan penuntasan masalah lebih terarah, paralel dengan angkut kompos yang siap didistribusikan ke lapangan.
    3. Dahulukan penuntasan jalan as tengah Area komposting terlebih dahulu.
    4. Karena ada alat berat yang dipakai (TLB, Grader + Compact), tidak mengganggu kegiatan operasional penggunaan alat ini. Penuntasan pekerjaan diusahakan mulai sore sampai malam, sehingga tidak terganggu kegiatan operasional penggunaan alat berat tersebut.
    5. Dibuatkan simulasi penggunaan alat berat (PC 200) yang loading kompos, sehingga tidak terganggu dengan angkutan kompos ke Area komposting menggunakan angkutan BIN.
    6. Evaluasi harian dilakukan, sehingga kita bisa ukur apakah mengalami percepatan, sesuai rencana atau mengalami keterlambatan.
    7. Rencana terbaik jika dieksekusi, dikawal dan dibuatkan monitoringnya.

    Tetap semangat dan lakukan perubahan…

Tinggalkan Balasan

Hosting Unlimited Indonesia
shares
error: Content is protected !!
X
%d blogger menyukai ini: