Penertiban Pemakaian KWh Perumahan, Menekan Biaya Capital Genset

Kegiatan Tindaklanjut Arahan Bapak COO dan Bapak PQIC kaitan Genset
1 0

Dear all RH, AC.

Terkait dengan banyaknya usulan pengadaan budget capital unit mesin genset baru dengan daya yang lebih tinggi pada tahun 2020 dengan alasan genset yang ada saat ini sudah overload karena perubahan gaya hidup dari karyawan (memasak makanan dengan rice cooker, memasak air dengan water dispenser, TV, kipas angin, setrika listrik, dll) disampaikan bahwa sampai saat ini belum ada perubahan standar kebutuhan listrik karyawan, sehingga pengajuan tersebut tidak disetujui. Perhitungan kebutuhan daya listrik perpintu rumah karyawan masih mengikuti ketentuan lama yaitu 450 watt.

Kegiatan Tindaklanjut Arahan Bapak COO dan Bapak PQIC kaitan Genset
Kegiatan Tindaklanjut Arahan Bapak COO dan Bapak PQIC kaitan Genset

Penggantian unit genset baru dengan daya yang lebih tinggi akan menambah beban perusahaan berhubungan dengan cash flow untuk pembelian capital baru, dan juga akan menaikkan biaya produksi karena running account genset akan naik. Pengadaan unit genset yang disetujui adalah pengadaan unit baru karena adanya tambahan emplasemen/pondok baru, pengadaan unit baru sebagai pengganti unit genset sewa untuk emplasemen/pondok lama yang belum dipenuhi sebelumnya, serta penggantian unit genset lama yang sudah tidak layak operasi dan atau sudah melewati life time-nya.

Pimpinan unit operasional harus mampu mengamankan keputusan ini, sehingga unit genset yang ada saat ini mampu memenuhi kebutuhan karyawan di pondok/emplasemen masing-masing. Kuncinya adalah DISIPLIN PEMAKAIAN LISTRIK OLEH SELURUH KARYAWAN sesuai batasan daya yang ditetapkan. Beberapa hal penting yang wajib dilakukan adalah :

  1. Lakukan sweeping secara mendadak terhadap kemungkinan adanya pemasangan listrik yang langsung ke jaringan (“curi arus”) atau mengganti MCB untuk menaikkan daya listrik.
  2. Menggalakkan penggunaan bola lampu hemat energy untuk penerangan lampu rumah karyawan menggantikan lampu pijar atau neon (boros energy). Hal ini berlaku juga untuk penerangan di kantor estate/divisi, fasilitas umum (fasum) dan fasilitas social (fasos) di pondok/emplasemen.
  3. Menertibkan pemakaian listrik warung-warung di pondok karyawan sesuai batasan daya yang ditetapkan. Mengharuskan pemilik warung di pondok karyawan tersebut memakai unit genset sendiri jika memakai daya listrik melebihi batasan daya karena berkaitan dengan usaha dagangnya (memakai kulkas, water heater, dll).
  4. Mensosialisasikan kepada seluruh karyawan penghuni pondok perihal penggunaan barang-barang elektronik secara bergantian menyesuaikan dengan batasan daya listrik yang ditetapkan perusahaan. Tidak menggunakan peralatan elektronik secara bersamaan sehingga melebihi batasan daya.

Harap menjadikan perhatian dan pengawalan di lapangan, khususnya bagian Traksi Region/Area. Terima kasih.

Regards,

Mohamad Zazali (PQIC BGA)

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
1
Sleepy
Sleepy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
Posted by

Budi S @ImpianClub

Saat ini saya bermitra dengan NET89 PT.SMI, SkyWay (Investasi Saham Real Proyek), Program CryptoUnit, Duyunov's Motor, Aquix, Gem4me : the first financial messenger, Immunoterapi UFG, AQUIX Indonesia, DigiU, Project Artificial Intelligence dan Member MLM Melia.

Saya dapat dihubungi di Telp/WA : 08115018144.
Silahkan dilihat : IdentitasKu - PendidikanKu - PekerjaanKu

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Hosting Unlimited Indonesia
error: Content is protected !!
X
%d blogger menyukai ini: