Sepasang Hati Malaikat

Sepasang Bidadari - Sepasang Hati Malaikat
3 0

Yth. Bapak AC Region 1

Berikut saya sampaikan artikel tentang Ketulusan Hati Orang Tua
Selasa, 11 Agustus 2020
Lokasi : Kantor CMNT

Siapakah yang memiliki hati malaikat itu? Dan dimana mereka? Orang tua, itulah jawabannya. Mereka adalah sepasang ciptaan Allah yang memiliki derajat paling tinggi. Bagaimana tidak, merekalah yang memiliki hati tulus dan merekalah yang bisa mengorbankan segala kebahagiaan hanya demi seseorang yang sangat mereka sayangi. Siapa? Itu adalah buah hatinya. Hanya mereka yang bisa menunda kenikmatan yang ingin sekali mereka rasakan hanya untuk kenikmatan buah hatinya di masa depan.

Padahal jika di fikir memangnya kita berbuat apa? Kita memberi apa? Mengapa mereka mengasihi kita sedalam itu? Itulah ketulusan orang tua yang kita sendiri tidak pernah memikirkan hal itu. Kita hanya menjadi pedang untuk mereka, kita di lahirkan dengan penuh harapan. Kita di beri kasih sayang, kita di beri ilmu, kita di beri asupan gizi, dan kita di beri doa dalam setiap perkembangan kita. Kita di asah dengan hati-hati, di elusnya, di cium manja dan di jaga dengan sepenuh hati, namun tidak ada yang menyangka jika kita sendiri yang secara tidak sengaja tega menyayat pelan hatinya dengan ucapan bahkan perbuatan kita. Kita membentaknya, kita mencacinya, dan kita melawannya. Mereka itu menahan sakit, mereka menyembuhkan luka dengan caranya sendiri, mereka menyembunyikan tangis di depan kita, mereka tidak bisa membenci kita, yang kita tahu mereka tetap tersenyum dan selalu mengasihi kita. Tidaklah salah jika kita menilai bahwa merekalah sepasang hati malaikat itu.

Ibunda Tercinta
Ibunda Tercinta

Kita tidak pernah tahu, di kala malam mereka menangis lirih di atas bantalnya, meluapkan rasa perih yang kita goreskan di hatinya itu. Dalam benaknya mereka berkata lirih “Anak ku, padahal letih ini adalah cara ayah dan ibu untuk membahagiakan mu, goresan batu dan tusukan duri adalah jalan untuk memenuhi keinginan mu, ocehan dan marahnya kami adalah bentuk kasih sayang yang suci, tapi mengapa kamu sampai hati melukai kami? Kelak kami hanya ingin melihat tawa dan ketenangan masa depan kalian, itu saja”.

Jika kita fikir sebenarnya apa salah mereka? Kurang tulus apa mereka? Kenapa sih kita sebegitu kerasnya, kenapa? Hanya diri kitalah makhluk yang tidak tahu diri, kitalah makhluk yang merasa bisa hidup sendiri. Bagaimana jika mereka terbujur kaku setelah kita menyakitinya? Jangankan kebahagiaan, yang ada kita hanya meninggalkan bekas luka di hatinya. Sesal itu pasti, kita akan teringat segala kebaikannya, apa yang belum bisa kita berikan untuknya, sekarang tidak ada lagi seseorang yang rela mengorbankan nyawanya hanya untuk kita. Padahal kita tidak perlu menjadi sukses untuk membahagiakannya, hanya berbakti dan mendoakannya hingga tugasnya selesai menjadi orang tua, itu saja sudah cukup.

Kasih sayang dan pengorbanan orang tua hingga sepanjang masa, dalam pikirannya tidak pernah terlepas dari kebahagiaan seorang anak walaupun kita sudah berkeluarga sekalipun. Namun kita apakah selalu memikirkan mereka? Kita merasakan tidur nyenyak, kita makan enak, kita tertawa bahagia, namun bagaimana dengan mereka disana? Kita sibuk dengan dunia dan keluarga baru kita, tanpa kita sadari seseorang yang berhati malaikat disana sudah semakin tua, sudah rapuh, sudah berkeriput kulitnya, sudah memudar penglihatannya. Padahal jika kita tahu di usianya yang semakin tua itulah saat-saat mereka membutuhkan kasih sayang kita, itulah saat-saat kita harus bertukar peran, mereka membutuhkan perlakuan tulus sebagaimana ketulusan yang pernah mereka berikan kepada kita di waktu kecil. Jangan sampai sesal yang hadir jika kita tidak bisa mendampingi di akhir usianya.

Namun kita sebagai anak tugas memuliakan dan berbakti kepada orang tua tidaklah berhenti sampai di sini. Di doakan oleh seorang anak agar mendapat surga adalah harapan seluruh orang tua di alam sana. Berbaktilah hingga maut bergilir dan berhenti di tangan kita. Sesungguhnya rezeki, kesuksesan, dan kebahagiaan adalah campur tangan orang tua, ridho mereka adalah jalan terkabulnya doa. Muliakan dan bahagiakan mereka selagi masih ada di dunia. Berikan yang terbaik untuk mereka dan bicarakan dengan nada halus tentang keinginan kita.

Jangan bentak dan mintalah doa yang baik untuk kita. Karena doa mereka besar kemungkinan akan di kabulkan oleh yang Maha Kuasa.

Demikian artikel ini saya buat pak, koreksi dan arahan dari Bapak sangat saya  harapkan.

Happy
Happy
0
Sad
Sad
0
Excited
Excited
3
Sleppy
Sleppy
0
Angry
Angry
0
Surprise
Surprise
0
The following two tabs change content below.
Seorang Admin traksi di Central Mentaya Traksi (CMNT Area 1 yang baru bekerja 1 bulan, sudah melakukan seperti ini... LUAR BIASA ! Sikap mendominasi dan bisa memberikan pengaruh (efek) positif merupakan keseharian yang terjadi spontanitas dalam diri saya. Pendidikan terakhir saya adalah SMK jurusan Akuntansi di SMK Gunajaya, Metro Mentaya. Saya memiliki ketertarikan dalam bidang seni, lebih tepatnya dalam seni lukis. Menjadi wanita karir merupakan pilihan saya ketika lulus SMK, dan tempat yang saya abdikan ialah tempat yang menjadi sumber kerja bagi keluarga saya, tepatnya di PT Karya Makmur Bahagia.
Posted by

Revita Junianing Saputri

Seorang Admin traksi di Central Mentaya Traksi (CMNT Area 1 yang baru bekerja 1 bulan, sudah melakukan seperti ini... LUAR BIASA !
Sikap mendominasi dan bisa memberikan pengaruh (efek) positif merupakan keseharian yang terjadi spontanitas dalam diri saya.

Pendidikan terakhir saya adalah SMK jurusan Akuntansi di SMK Gunajaya, Metro Mentaya. Saya memiliki ketertarikan dalam bidang seni, lebih tepatnya dalam seni lukis.
Menjadi wanita karir merupakan pilihan saya ketika lulus SMK, dan tempat yang saya abdikan ialah tempat yang menjadi sumber kerja bagi keluarga saya, tepatnya di PT Karya Makmur Bahagia.

Anda mungkin juga suka...

(1) Komentar

  1. The Most Popular Traffic Exchange
  2. Budi S @ImpianClub

    Keren, menginspirasi buat semua yang membaca artikel ini.
    Dalam Buku 7 Keajaiban Rejeki, karangan Ippo Santosa dalam satu bab jelas dan detail sekali disampaikan – Salah satu Keajaiban Rejeki “Hadirnya sepasang bidadari”. Siapakah sepasang bidadari itu?… Orang tua dan suami/istri. Selaraskan keinginan kita terhadap sepasang bidadari tersebut, agar rejeki kita dipermudah.
    Kasih sayang orang tua “tanpa batas, tanpa mengeluh, tanpa mengenal lelah, tanpa pamrih”, hanya untuk membahagiakan anaknya. Berbaktilah terhadap orang tua dan selalu berdoa buat mereka.

    Tetap semangat dan tetap berikan yang terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia
shares
X