Zoom Meeting PDCA dan CI untuk Departemen Support

Mentalitas Dasar Insan BGA
1 0

Dasar Perlunya PDCA dan CI dilakukan :
Pertumbuhan produksi : pemupukan, eksploitasi agak sedikit benar (membaik) dan luasan panen bertambah (rehabilitasi areal semak)

Masukan Pak Uki:
– CI disatukan dengan PDCA, sebagai perangsang.
Pentingnya proses PDCA dalam melakukan suatu pekerjaan, karena diperlukan cara-cara baru untuk mencapai target.
Cara-cara baru yang natural.
– Lintas departemen EM, harus dikoordinasikan dengan AC/RH. Verifikasi dari bapak RH dan AC.

Penyampaian dari Pak Khalili :
– Bersaing dengan kompetitor
– Kegiatan CI merupakan daya dorong BGA untuk mencapai ketingkat organisasi yang lebih tinggi.
– Apa itu CI/Kaizen?… Kaizen : berubah ke hal yang lebih baik, berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah. Lebih mudah, lebih cepat, lebih presisi, lebih tertib, lebih hemat.
– Memberikan pelayanan terbaik dalam proses selanjutnya (silahkan dibaca Mentalitas Dasar).

Mentalitas Dasar Insan BGA
Mentalitas Dasar Insan BGA

Jenis-jenis CI yang ada di BGA :

  1. Value Added Activity, VAA (perorangan)
  2. Quality Improvement Cyrcle, QIC (bekerja dalam satu team/function)
  3. Quality Improvement Project, QPP (lintas departemen lain : Operasional vs Dept lain, dll — EM, AC, RH)

Sponsor : bisa atasan tidak langsung
Fasilitator : bisa RPI, Staff MOD atau fasilitator di HO.
Project Leader : semua Staff yang melakukan project sekaligus sebagai peserta CI.

Tahapan yang harus dilakukan :

  • Daftarkan projectnya terlebih dahulu. VAA bisa dilakukan sendiri. Ada form tersendiri.
  • Untuk kelompok (QIC, QPP) ikuti form registrasi yang sudah ada.

10 Langkah Metodologi Project CI :

  1. Identifikasi permasalahan : kinerja atau KPI yang belum tercapai, weakness di unit, pola kerja yang belum standard, section yang belum maksimal, bussiness proses yang belum maksimal. Tips : kinierja/KPI yang belum tercapai atau tuntunan dari atasan. Bisa dilakukan jejak pendapat (brain storming).
  2. Pelajari data history, menetapkan tema dan sasaran (target) : dengan memperhatikan SMART (Spesifik, Measureable, Attanable, Realistic, Timelineness. Harus mengacu PQCDSME (Productivity, Quality, Cost, Delivery, Safety, Moral dan Environmental)
  3. Inventarisasi kondisi/pemetaan masalah : dijabarkan aktivitasnya apa. Proses yang bermasalah yang dipetakan, SIPOC (Supplier, Input, Proses, Output dan Customer). Business Process Mapping – sehingga diketahui di mana letak masalahnya.
  4. Mencari akar penyebab masalah : cause effect diagram/fish born diagram : 4M + 1E. Kepala ikan target yang tidak tercapainya. Harus melingkari yang paling berpengaruh, kemudian dilanjutkan 5W Analysis (Why… Why… Analysis)… sampai ketemu akar masalahnya.
  5. Pengamatan lapangan/konfirmasi akar masalah : genba (merasakan dengan melihat apa yang dirasakan di bawah). Perbaikan yang dilakukan sesuai di lapangan.
  6. Rencana Perbaikan Project : menyelesaikan akar penyebab masalah yang terbukti di lapangan. Harus memiliki tabel rencana perbaikan. 5W + 2H (How tambahan… How much, biaya?…)
  7. Melaksanakan Perbaikan : mendokumentasi before vs after.
  8. Monitoring Data Perbaikan : bukan hanya data, tetapi aktivitasnya juga. Dibuatkan langkah, sampai kapan target sesuai harapan.
  9. Evaluasi Hasil Perbaikan Project : Ada perbaikan atau tidak. Bandingkan dengan actual dengan trend yang terjadi. Trend negatif, harus dicarikan cara baru.
  10. Standardrisasi (Cara Kerja) dan Rencana Berikutnya : cek dan validasi team PDCA. Monitoring data sangat penting, ada komite yang akan menyetujui. Laporan akhir cuma 1 lembar (kertas A3), jika project selesai akan dilanjut pada project lanjutan.

CI, terus bergulir – tidak akan pernah berhenti. Bergerak terus dan terus…

PDCA Review Bulanan Juni 2020
PDCA Review Bulanan Juni 2020

Beberapa masukan :

  • Hal baru, membuat kita lebih bersemangat dan tidak berhenti untuk tetap melakukan yang terbaik. Misal: kenapa produksi SMNE tidak naik… kenapa… kenapa… kenapa… sampai mentok jawabannya.
  • Kumpulkan tema, petakan masalah, cari akar masalah… tahapan lanjutan (pendampingan). Didaftarkan, kemudian kita diskusikan.
  • Goal perusahaan : yield, cost, quality dan field condition. Operasional, Pabrik dan Support. Goal Region 1 : 21 ton/Ha th 2020 dari 18 ton/ha dari 2019. Seberapa besar?… Seberapa mahal?… dll. Efektifitas dan efisiensi biaya… ada alat ukur, sehingga tidak muncul perdebatan.
  • Ukurannya : menyandarkan goal besar perusahaan, hilangkan subjektifitas lain, misal : menurunkan klaim lahan dari 300 Ha menjadi 200 Ha.
  • CSR itu harus melekat ke RH atau AC nya masing-masing. Harus bisa diukur, misal: pencurian menurun atau tidak. Belum pernah diukur: harkat hidup Desa sekitar.
  • Sustainability, tujuan : membuat siapapun punya budaya aspek-aspek sustainability. Jadikan proyek CI, sehingga lebih dirasakan oleh siapapun.

Dateline : 1 minggu harus muncul ide untuk dikembangkan !

Silahkan download “Panduan Project Improvement” disini :

Kelanjutan artikel ini hanya bisa dibaca oleh Member, silahkan login disini dulu atau Registrasi di sini

The following two tabs change content below.
Agronomist, Investor, Trader Forex, Reseller dan Internet Marketer. Saat ini saya bermitra dengan SkyWay (Investasi Saham Real Proyek), Program CryptoUnit, Duyunov's Motor, Aquix, Gem4me : the first financial messenger, Immunoterapi UFG, AQUIX Indonesia, DigiU, Project Artificial Intelligence dan Member MLM Melia. Saya dapat dihubungi di Telp/WA : 08115018144 - 08124844544.
Posted by

Budi S @ImpianClub

Agronomist, Investor, Trader Forex, Reseller dan Internet Marketer.

Saat ini saya bermitra dengan SkyWay (Investasi Saham Real Proyek), Program CryptoUnit, Duyunov's Motor, Aquix, Gem4me : the first financial messenger, Immunoterapi UFG, AQUIX Indonesia, DigiU, Project Artificial Intelligence dan Member MLM Melia.

Saya dapat dihubungi di Telp/WA : 08115018144 - 08124844544.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosting Unlimited Indonesia
shares
X