Tanaman Pangan

Nenas, Komoditi Ideal di Daerah Sampit

“Tidak ada satu ciptaan Allah pun yang sia-sia”

Wilayah Sampit dan sekitarnya hamper 90% daerahnya termasuk dalam topografi low land (rawa, lahan gambut). Dengan kondisi areal seperti ini, dibutuhkan biaya yang besar, jika ingin dikembangkan dalam skala yang lebih besar, misalnya: untuk perkebunan kelapa sawit. Pengelolaan air (water management) merupakan tindakan yang wajib diperhatikan dalam pemanfaatan lahan gambut. Kedalaman lapisan gambut di daerah ini bervariasi, rata-rata 2 m – 6 m, bahkan ada yang lebih dari ini. Kedalaman gambut seperti ini sangat tidak memungkinkan menggunakan tenaga manusia (man power) dalam pengelolaannya.
Komoditi Nenas sangat baik di SampitWalaupun demikian, masyarakat di Sampit tidak diam begitu saja dalam pemanfaatan lahannya. Pemanfaatan lahan di daerah ini meliputi: untuk pemukiman, usaha, komoditi pertanian dan infrastruktur lain. Untuk usaha terutama digunakan pembangunan gedung sarang burung wallet… luar biasa berkembang di daerah ini.
Yang luar biasa lagi…
Sampit sangat sesuai untuk komoditi Nenas (Ananas comosus), lihat gambar. Pada Gambar merupakan Nenas yang ditanam sendiri di pekarangan rumah. Dengan pemeliharaan yang baik tanaman nenas sudah bisa berproduksi dengan baik, tindakan pemupukan yang dilakukan sangat minim sekali. Berat nenas diperkirakan ± 3 kg. Nenas tidak memerlukan perlakukan khusus dalam budidayanya: tidak tergenang, bersih dari akar-akar dan bersih dari gulma merupakan hal yang sudah layak untuk tumbuhnya. Hanya saja komoditi nenas di Sampit masih dikelola secara perorangan.

Semoga bermanfaat, tunggu tulisan selanjutnya!!!

Sharing is caring!

The following two tabs change content below.
SWIG CRU VIP Club