Mental

7 Mental Profesional – 7.1. Mentalitas Mutu

Seorang profesional menampilkan kinerja terbaik yang mungkin. Dengan sengaja dan tidak akan menampilkan the second best (kurang dari terbaik) karena tahu tindakan itu sesungguhnya adalah bunuh diri profesi. Seorang profesional mengusahakan dirinya selalu berada di ujung terbaik (cutting edge) bidang keahliannya. Dia melakukannya karena hakikat profesi itu memang ingin mencapai suatu kesempurnaan nyata, menembus batas-batas […]

7 Mental Profesional – 7.3. Mentalitas Melayani

Kaum profesional tidak bekerja untuk kepuasan diri sendiri saja tanpa peduli pada sekitarnya. Kaum profesional tidak melakukan onani profesi. Sebaliknya, kepuasan muncul karena konstituen, pelanggan atau pemakai jasa profesionalnya telah terpuaskan lebih dahulu via interaksi kerja. +30 Post Views: 462

7 Mental Profesional: Mutu, Altruistik, Melayani, Pembelajar, Pengabdian, Kreatif dan Etis

Kini adalah zaman profesional. Abad 21 dicirikan oleh globalisasi yang serba kompetitif dengan perubahan yang terus menggesa. Tidak terbayangkan lagi ada organisasi yang bisa bertahan tanpa profesionalisme. Bukan sekedar profesionalisme biasa tetapi profesionalisme kelas tinggi, wolrd-class profesionalism, yang memampukan kita sejajar dan bermitra dengan orang-orang dan organisasi-organisasi terbaik dari seluruh dunia. +20 Post Views: 763

7 Mental Profesional – 7.7. Mentalitas Etis

Seorang pekerja profesional, sesudah memilih untuk “menikah” dengan profesinya, menerima semua konsekuensi pilihannya, baik manis maupun pahit. Profesi apapun pasti terlibat menggeluti wacana moral yang relevan dengan profesi itu. Misalnya profesi hukum menggeluti moralitas di seputar keadilan, profesi kedokteran menggeluti moralitas kehidupan, profesi bisnis menggeluti moralitas keuntungan, begitu seterusnya dengan profesi lain. +10 Post Views: […]

7 Mental Profesional – 7.6. Mentalitas Kreatif

Seorang olahragawan profesional menguasai sepenuhnya seni bermain. Baginya permainan tidak melulu soal teknis, tetapi juga seni. Ia beranjak dari seorang jago menjadi seorang maestro seperti Rudi Hartono di Bulutangkis, Pele di Sepak Bola, atau Muhammad Ali di tinju. Sedangkan pemain amatir, tidak pernah sampai ke jenjang seni; asal menguasai teknik-teknik dasar maka memadailah untuk ikut […]

7 Mental Profesional – 7.2. Mentalitas Altruistik

Seorang profesional selalu dimotivasi oleh keinginan mulia berbuat baik. Istilah baik disini berarti berguna bagi masyarakat. Aspek ini melengkapi pengertian baik dalam mentalitas pertama, yaitu mutu. Baik dalam mentalitas kedua ini berarti goodness yang dipersembahkan bagi kemaslahatan masyarakat. Profesi seperti guru, dokter, atau advokat memang jelas sangat bermanfaat bagi masyarakat. Demikian pula pialang saham, computer […]

Cara Menjual Asuransi Yang Baik Dan Memperbesar Kemungkinan Untuk Closing

Semua orang pasti setuju kalau seorang sales atau pamasar bisa dibilang jago dan master kalau sudah menjual asuransi. Kenapa?… Jelas saja menjual asuransi adalah salah satu perkerjaan “terberat” dan “termulia” di alam semesta ini. Kenapa?…, menjual asuransi itu membutuhkan mental yang sangat kuat, seorang asuransi yang sukses pasti akan melewati penghinaan dan cercaan saat menjual […]

7 Mental Profesional – 7.4. Mentalitas Pembelajar

Di bidang olahraga, seorang pemain profesional, sebelum terjun penuh waktu, terlebih dahulu menerima pendidikan dan pelatihan yang mendalam. Dan sepanjang karirnya ia terus-menerus mengenyam latihan-latihan tiada henti. Begitu juga di bidang lain, seorang pekerja profesional adalah dia yang telah mendapat pendidikan dan pelatihan khusus di bidang profesinya. Bahkan untuk profesi-profesi yang sudah mapan, sebelum seseorang […]

7 Mental Profesional – 7.5. Mentalitas Pengabdian

Seorang pekerja profesional memilih dengan sadar satu bidang kerja yang akan ditekuninya sebagai profesi. Pilihannya ini biasanya terkait erat dengan ketertarikannya pada bidang itu, bahkan ada semacam rasa keterpanggilan untuk mengabdi di bidang tersebut. Mula-mula, pilihan itu dipengaruhi oleh bakat dan kemampuannya yang digunakannya sebagai kalkulasi peluang suksesnya di sana. Tetapi kemudian berkembang sebuah hubungan […]

Kembali ke Atas
0

Your Cart