Bagaimana pencegahan dan pengendalian kebakaran?…

Dilakukan ZOOM Meeting pada hari Kamis, 05 Agustus 2021
Bersama Pak COO, Bu Lim Sian Cho, Bapak HPO, Pak Nandang Mulyana, Pak Agam Fatchurrohman, Fire Fighting KalBar/KalTeng, Pak Aliruddin, Pak Ibnul K dan team Sustainability Head Office.

  • Semua pintu air harus ada slide gate yang bisa dilock cepat pada suatu ketika.
  • Strategi membasahi areal harus satu paket dengan SOP Fire Management.
  • Team handal itu, fast respons.
  • Sistem informasi dan patroli.
  • Dampak kekeringan berdampak banyak (produksi turun, kekurangan air, dll).

Arahan COO :
1. Teamnya harus diperbaiki terlebih dahulu
2. Peta rute mengelilingi daerah rawan.
– Unit patroli dilengkapi GPS Tracking.
– RFID (memantau orang dengan perilaku)
3. Struktur organisasi harus dipegang.
4. Fokus harus diaktivitas, bukan manis direport.
5. Aktivitas kunci terorganisir atau tidak.
6. DNA atau perilaku harus berubah.
7. Harus diakses kepastian perilaku orang.
8. Mengaktivasi sistem kegiatan dan sistem premi yang di dapat.

Senin sore tanggal 16 Agustus 2021 — PRESENTASI.
Diskusi dan elaborasi dilakukan

Patroli (pelaku, rute dan report), tata komunikasi.
Fire dengan TNT – lakukan elaborasi dan diskusi, misal : manual ke automation.

Implementasi VS management K3
– Di rangking – mengguidence orang dari performance (rangking).
– Disiapkan internal trainer (minat dan punya fashion).

Bu Lim Sian Cho
Have to consider at which point of entry and what will be captured
Training : trainer internal as well as external and trainee list; beginner, intermediate and advance level; course content and frequency (no of hours per person), To also include children and wife and helper.
Contractor is to be included especially drivers; to include driver for children’s transportation.

Notulensi, Pertemuan Update Fire, 5 Agustus 2021
Hadir:
– COO, HPO Kalbar & Kalteng,
– Tim Careteker Fire: Budi Siregar, Dwi Diar, Erick PA, Agam F, Asnawi
– EDS: Alirudin
– Tim Sustainability: Bu Lim Sian Choo, Nandang, Hidayat, Amin, Martin, George, Wely
– Tim PDCA: Ibnul, Abid
Arahan
– Struktur
o Segera diperjelas Manajer permanen. IOM & SK Tim Caretaker
o Memastikan semua SK Tim Tanggap Darurat Wilayah & Estate sudah ada. Diketahui anggota & update tiap bulan (antisipasi turn over, dilatih)
o Ada Tim Tetap (terus patroli selama Kemarau) & Bantuan/Ad Hoc (jika ada kebakaran). Dipastikan premi/insentif segera dibayar
– Tugas Koordinator Kalbar & Kalteng: reporting system & feedback
o Koordinasi Inspeksi harian (surprises/random check)
o Koordinasi Inspeksi ke seluruh unit sesuai jadwal
o Koordinasi laporan compliance bulanan dengan ranking
– Membangun Tim yang tangguh
o RH & AC membangun tim pemadam melalu simulasi, surprise drill. Komadan regu aktif mengorganisir tim dengan kegiatan-kegiatan supaya terbentuk tim tangguh.
o Simulasi wajib 2 minggu sekali selama kemarau
– Kelengkapan sarana prasarana
o Tetap dilengkapi. Tapi dalam masa kemarau, patroli, kecepatan respons & area yang basah dengan sumber air, lebih penting.
– Tata Informasi & Komunikasi Tanggapp Darurat
o Hotline dipasang dibanyak tempat
o Hotline estate ke Manajer.Wilayah ke AC & Tim Tanggap Darurat
o Pastikan HT ada & berfungsi, dipakai Tim patroli
– Patroli
o Pastikan ada jadwal & rute patroli. Ada log book di kantor, di menara api. Bawa alat komunikasi/HT
o Jika perlu, ada inovasi teknologi, memakai RFID oleh tim patroli (seperti etoll card. Untuk logbook elektronik). Bisa juga GPS tracking di tim patroli (seperti tim patroli orangutan). Diskusikan dengan IT & GIS
– Program mitigasi kekeringan/Water management
o Memastikan kebasahan area rawan dengan cek rutin ketinggian water gate, jangan ada kebocoran.
o Memastikan ada sumber air (embung, sumur bor)
– Kerjasama kelembagaan dengan Masyarakat Peduli Api

(Notulen : Pak Agam Faturrohman)

Dengan hormat,

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian kita bersama :

Penilaian Self Assessment K3
Penilaian Self Assessment K3

• Dalam penilaian Self Assessment nilai terendah salah satunya adalah terkait dengan meeting P2K3 dan sosialisasi hasil meeting P2K3, hal ini perlu menjadi perhatian kusus karena P2K3 termasuk didalamnya meeting P2K3 merupakan penggerak dari K3 di wilayah sehingga perlu dilakukan secara konsisten dan hasil meetingnya disosialisasikan kepada karyawan
• Hal lain yang perlu menjadi perhatian dalam adalah sosialisasi HIRAC (bahaya dan resiko pekerjaan) yang masih rendah, karena hal ini sangat terkait dengan awareness karyawan yang mempengaruhi tindakan unsafety Act (Tindakan tidak aman) dan mitigasi Unsafe Condition (Kondisi Area Kerja yang tidak aman). Sehingga perlu segera dilakukan sosialisasi HIRAC untuk meningkatkan awareness karyawan untuk setiap pekerjaan.
• Terkait dengan penilaian QA yang perlu menjadi perhatian secara khusus adalah disiplin penggunaan APD terutama pada pekerjaan panen yang masih tinggi angka kecelakaan kerjanya sehingga perlu diberikan penekanan secara kusus

Demikian kami sampaikan mohon dukungan dari bapak bapak RH terutama untuk penegasan penggunaan APD yang juga masih menjadi catatan pada penilaian QA bulan Juli 2021 dan juga pengadaan alat P3K yang dapat membantu mengurangi keparahan dari kecelakaan kerja dan mengurangi angka Kecelakaan Kerja Medical Aid.

Hormat saya,

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Sejoli - Pasangan Sejati Pebisnis Online
Ambil Keputusan Sekarang untuk Perubahan Hidup Anda - Take Action Sekarang dengan Komunitas Dash2 untuk Meraih Income Eksponensial di Bisnis eCommerce


pasang iklan gratis
%d blogger menyukai ini: