Istilah-Istilah Terlengkap, TerUpdate dan Paling Sering Digunakan di Perkebunan Kelapa Sawit

Istilah-istilah di Mill Biofertilizer

  • BOD : Biological Oxygen Demand: adalah jumlah oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorganisme untuk mengurai bahan organik didalam air. Standard di Perkebunan Kelapa Sawit BOD harus berada di range 3.000 – 5.000 ppm. BOD adalah suatu pengukuran pendekatan jumlah biokimia yang terdegradaasi di perairan. Hal ini didefinisikan sebagai jumlah oksigen yang di perlukan oleh proses mikro organisme aerob untuk mengoksidasi menjadi bahan an organic. Metode ini merupakan subyek dari berbagai factor sebagai misalnya kebutuhan O2 yangdiperlukan respirasi mikro organisme dan oxidasi ammonia, nitrat oleh aktivitas bakteri. Air yang tidak terpolusi biasanya mempunyai BOD 2 mg/l, air yang menerima buangan limbah mempunyai BOD > 10 mg/l khususnya di dekat intake. Air limbah mempunyai kadar BOD sekitar 600 mg/l, limbah yang telah diperlakukan dengan baik mempunyai kadar BOD sekitar 20 mg/l.
  • Biofertilizer : bahan organik yang dijadikan sebagai pupuk (kompos, POME melalui land aplikasi, jankos).
  • POME : Palm Oil Mill Effluent, Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit.
  • IPAL : Istalasi Pengolahan Air Limbah.
  • Land Aplikasi : tempat pengaliran POME dari kolam IPAL. Standard setiap 60 ton/hours, dibutuhkan 300 HA land aplikasi.
  • Flatbed : tempat untuk mengaliri POME, ukuran standard : 4 m x 1,2 m x 0,5 m.
  • DO (Dissolved Oxygen / Oxygen Demand) adalah kandungan oksigen yang terlarut didalam air sebagai parameter untuk mengukur kualitas air.
  • COD (Chemical Oxygen Demand) merupakan jumlah kebutuhan senyawa kimia terhadap oksigen untuk mengurai bahan organik.
4.1. Dinding 3 - RKT LA, BOD dan Monitoring Harian
4.1. Dinding 3 – RKT LA, BOD dan Monitoring Harian

Istilah-istilah di Sustainability

  • RSPO : Roundtable Sustainable Palm Oil, pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
  • ISPO : Indonesian Sustainable Palm Oil, pembangunan perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang berkelanjutan.
  • HCV : High Conservation Value, suatu daerah (area) dengan tingkat konservasi yang tinggi.
  • IPM : Integrated Pest Management, Manajemen Pengendalian Hama Terpadu. Meminimalisasi penggunaan kimia, lebih mengendepankan pengendalian biologi (hayati). Jika IPM ini benar-benar diterapkan keseimbangan ekosistem akan selalu terjadi dan pengrusakan lingkungan tidak akan semakin parah.

Istilah-istilah yang sering digunakan di Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit BGA Group:

  • Excellence Through Discipline, pekerjaan yang dilakukan dengan kualitas yang ekselent. Ini merupakan Tag line BGA. Exellence di lima kongsi kerja terpenting : BHS, BMS, BSS, TP2A dan BM.
  • TP2A : Team Penuntasan Problematika Areal. Bisa masuk dalam Gank kerja rawat jalan dan team areal-areal yang bermasalah.
  • BM : Bongkar Muat (panen dan pupuk), basis BM saat ini 5 ton dan lebih basisnya Rp. 15,-/kg.
  • KHT : Karyawan Harian Tetap, saat ini berganti nama PTH (Pekerja Tetap Harian).
  • KHL : Karyawan Harian Lepas, sekarang namanya menjadi PTT (Pekerja Tidak Tetap).
  • SPU : Strategic Productivity Unit, produktifitas unit yang strategis. SPU dikenal dengan nama SPU 25.5.3. Penekanan yang terpenting dalam SPU ini adalah tidak ada pemisahan antara Mill dan Estate. Our Estate Our Mill, Our Mill Our Estate.
  • Harvesting interval : interval panen. BGA pakai sistem 6/7, artinya jarak 7 hari blok yang sama dimasukin panen kembali.
  • BJR : Berat Janjang Rata-Rata (Average Bunch Weight). BJR ini diperoleh dari timbang BJR bisa diperoleh dari timbang TPH, 20 TPH diambil secara acak atau timbang PKS. Yang terpenting di saat melakukan timbang BJR adalah janjang harus dihitung benar-benar dan sampel harus mewakili.
  • SPKS : Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit, Elaeidobius camerunicus. Saat ini dikembangkan dengan adanya rumah Elaeidobius camerunicus dan aplikasi spikelet. Tujuan dari improvement ini adalah untuk mendapatkan janjang yang baik, sehingga BJR bisa meningkat. Dari sisi visual tandan, jika improvement ini berhasil, bisa ditandai janjang partheno sedikit atau bahkan tidak ada dijumpai.
  • Spikelet : malai bunga jantan. Spikelet ini bisa digunakan untuk mengembangkan serangga Elaeidobius camerunicus.
  • EWS : Early Warning System, sistem deteksi dini terhadap adanya suatu gangguan dalam pengelolaan.
  • Pengendalian secara kimia : pengendalian yang menggunakan pestisida dalam pemberantasannya jika terjadi suatu serangan HPT.
  • Pengendalian secara biologi : pengendalian menggunakan agensi hayati. Misal : Penggunaan jamur Trichoderma untuk pengendalian Ganoderma, Mikorhiza untuk menekan pertumbuhan parasit pada tanaman.
  • 3P : Profit People Planet (Triple Bottom Line), ini merupakan segitu keseimbangan pengelolaan perusahaan perkebunan kelapa sawit.
  • APMN : Advanced Planting Material Nursery, bibit dengan kualitas terbaik.
  • MBWA : Management by Walking Around, matematika jalan kaki.
  • PMV : Preventive Maintenance Vehicle, pemeliharaan rutin kenderaan.
  • MPO : Man Power Opname, jumlah tenaga kerja terakhir.
  • MPP : Man Power Planning, kondisi tenaga kerja.
  • SOP : Standard Operational Procedure, standard kerja yang harus dijalankan dari setiap pekerjaan.
  • IOM : Internal Office Memo, prosedur tambahan standardrisasi pekerjaan sebagai tambahan instruksi dari SOP yang sudah ada.
  • Jangan pulang sebelum pergi, filosofi pada Mubararak Ahmad (red : COO BGA saat ini)
  • Just do it : lakukan, slogan BGA yang harus dijalankan merupakan cerminan budaya planters.
  • Every body no body : instruksi yang sudah disampaikan tidak dijalankan, sudah disampaikan dan merasa sudah dijalankan.
  • Ground management: tanam Nephrolepis, aplikasi janjang kosong, pembuatan siltfit, cutting side drain, parit In Field, Road Side Fit, Embung, teras interrow.
  • CI : Continuous Improvement, tindakan perbaikan yang berkelanjutan.
  • PUAS : Priority UpKeep Assesment, penilaian pekerjaan perawatan. Dalam PUAS ini ada pekerjaan Priotitas 1, 2 dan 3. Jangan melakukan pekerjaan Prioritas 2 sebelum pekerjaan Prioritas 1 tuntas.
  • Kultur Kebun: apel pagi, pengancakan, simulasi kerja, Quality Check (matematika jalan kaki) dan apel sore.
  • GKM : Gugus Kendali Mutu, khusus membahas dan mencari solusi tentang mutu.
  • KKM : Klinik Kerja Mandor, perbaikan kinerja Mandor.
  • ITM : Internal Training Mandor, sebagai ajang latihan para mandor (teknis dan kepribadian).
  • LPAT : Laporan Pertanggungjawaban Anggaran Triwulan, pertanggungjawaban anggaran secara fisik yang dikomparasi terhadap biaya yang digunakan per 3 bulan sekali.
  • LPAB : Laporan Pertanggungjawaban Anggaran Bulanan, per bulan sekali. Dari LPAT dan LPAB ini akan diketahui seberapa besar serapan anggaran, over anggaran dan under anggaran. Perbaikan dari LPAT dan LPAB harus dibuat dan dijalankan, sehingga ke depannya tidak terjadi over dan pemakaian anggaran lebih tepat sasaran.
  • Pusingan Panen, Patron Pusingan Panen. Report dari Pusingan panen akan diketahui apakah selesai satu seksi satu hari dan diketahui mana blok/ancak yang tidak tuntas setiap harinya.
  • Measurement Parameter, parameter pekerjaan perawatan.
  • Peta Kondisi blok, tercantum kondisi ringan, sedang dan berat.
  • Area Marginal, palungan (low land area, Spodosol, Spodik, Kaolin, Berpasir, Inceptisol, Entisol, Ultisol.
  • LA : Land Aplikasi, Limbah Cair, Limbah Padat.
  • BMP : Best Management Praftice, praktek perkebunan terbaik.
  • BHS : Best Harvesting System, System pemanenan terbaik. Terkenal dengan filosofi “In Out Together block by block, masuk bersama dan keluar juga bersama blok demi blok.
  • BMS : Best Manuring System, System pemupukan terbaik. Terkenal dengan 5T (tepat dosis, cara, sasaran, waktu dan tepat administrasi).
  • BSS : Best Spraying System, System penyemprotan terbaik.
  • KKP : Kelompok Kerja Panen, 1 KKP terdiri dari 5 – 6 orang.
  • KKS : Kelompok Kerja Semprot.
  • PPT : Piringan, Pasar Pikul, TPH.
  • TPH : Tempat Pengumpulan Hasil (Platform)
  • Lalang Control : pengendalian lalang dengan cara wiping.
  • Slashing : memotong gulma atau anakan kayu maksimum setinggi 10 cm dari permukaan tanah, biasa disebut juga dengan Gawangan Manual.
  • Selective Weeding : perawatan atau pemeliharaan selektif.
  • Clean Weeding : perawatan tanpa menyisakan vegetasi di atas permukaan tanah.
  • Akses A1 : Akses penghubung ke blok, ke kantor kebun, ke luar kebun, jalan utama, jalan poros, CR, MR.
  • Akses A2 : Akses menuju ke pokok, termasuk pasar pikul dan piringan.
  • Akses A3 : Akses di pokok itu sendiri. Sanitasi, Kastrasi dan prunning termasuk dalam akses ini.
  • CR : Collection Road, umumnya memiliki panjang 1000 meter.
  • MR : Main Road, biasa panjangnya 300 meter.
  • PQC : Productivity, Quality and Cost, disebut juga segitiga produktifitas (triangle productivity). Komponen-komponen ini sangat penting dilakukan dalam Gerakan Efisiensi.
  • Under prunning : jumlah pelepah yang melebihi standard. Lebih dari 2 songgo dari buah yang paling baawah (normal). Jumlah pelepah normal di kisaran 48 – 56 pelepah. Jika pelepah >56 pelepah, maka pokok tersebut dikatakan under prunning.
  • Over prunning : jumlah pelepah kurang dari 48 pelepah.
  • Canopy management : strategi mempertahankan jumlah pelepah agar selalu standard.
  • FKP : Faktor Kali Produksi, meliputi – FKP = Luas areal (Ha) x Pokok Produktif (pkk) x Jumlah Janjang (jjg/pkk) x BJR (kg) x Palm product (%)
  • Palm product : produk yang dihasilkan dari PKS, bisa dalam bentuk OER (%) dan KER (%).
  • OER : Oil extraction rate, kandungan minyak dalam satuan berat tertentu dalam pengolahan TBS kelapa sawit yang berasal dari daging buah (mesocarp).
  • KER : Kernel extraction rate, kandungan minyak yang diperoleh dari kernel TBS kelapa sawit.
  • TBS : Tandan Buah Segar, janjang matang panen.
  • Low land : areal rendahan (gambut atau rendahan). Low land terbagi atas dua : mineral dan non mineral.
  • Area marginal : area yang butuh pengelolaan ekstra, karena memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah. Area marginal : pasir spodik, kaolin, low land mineral (rendahan), low land non mineral (gambut), berbukit dan lateritik.
  • Pokok produktif : pokok yang sudah menghasilkan janjang yang bisa untuk dipanen.
  • Pokok istirahat : pokok yang berhenti berbuah dan pada saat tertentu berbuah kembali. Penyebab dari pokok istirahat ini bisa disebabkan over prunning dan water defisit.
  • Water defisit : kurangnya cadangan air di dalam tanah. Jika cadangan air dalam tanah dibawah angka 0 (nol), maka pada kondisi ini tanah berada dalam keadaan water defisit.
  • Pokok gajah (giant tree) : pokok yang kelewat besar, pokok ini masuk dalam kategori pokok non produktif.
  • Turn Over Karyawan : prosentase karyawan yang keluar dibandingkan dengan karyawan yang ada. Biasanya standard maksimum 2%.
  • Sekat air : tindakan memanen air (rain harvesting, agar air tertahan di dalam blok.
  • SSPA : Sistem Satuan Pengelolaan Air, diinventarisasi – kemudian dibagi atas beberapa zonasi. Dalam SSPA biasa ditemui adanya pintu air. Jika air di luar blok berlebih pintu air bisa ditutup, jika air di dalam blok berlebih, pintu air bisa dibuka. Pintu air ini bisa didesign manual dan semi otomatis.
  • SSPP : Sistem Satuan Pengelolaan Pasir, diinventarisasi – kemudian dibagi atas beberapa zonasi. Dalam SSPA yang terpenting bagaimana air tertahan sebanyak-banyaknya dalam blok, karena air yang keluar merupakan larutan yang kaya akan hara. Teknologi yang digunakan saat ini bisa hydrant pump dan vacum pump, sekat air manual pakai tanah liat yang dikasih over flow.
  • Sign board : papan pemberitahuan, bisa dalam bentuk larangan atau hanya info.
  • Kokfit : monitoring pekerjaan yang dikelopokkan sesuai dengan kongsi kerjanya.
  • Beneficial plant : tanaman yang berguna di perkebunan kelapa sawit, Mucuna bracteata (MB), Nephrolepis, Leguminosae Cover Crop (LCC), Casia cobanensis, Turnera sp , dll.
  • HPT : Hama Penyakit Tanaman, Tikus, Tirathaba, Cretzmaria deusta, patah batang, Oryctes rhinoceros, Rhyncophorus, dll.
  • Loss in translation : instruksi pimpinan yang berbeda atau tidak sama sekali dijalankan di level bawah, bisa karena tidak disampaikan atau disampaikan, tetapi menjalankannya tidak paham – karena tidak diberikan pemahaman yang jelas. Antisipasi biar tidak terjadi seperti ini, simulasi dan budaya memberikan contoh (lead by example) harus dijalankan secara disipin dan konsisten.
  • Distruction : bawahan yang bingung menjalankan instruksi, karena pimpinan memberikan instruksi yang berbeda dalam orang yang berbeda. Untuk mengantisipasi ini yang harus dilakukan bahwahan, tetap pada fokus pekerjaan dan tidak kehilangan arah – namun instruksi pimpinan yang berbeda tersebut tetap dijalankan.
  • BGS (BGA Ground Management System) : merupakan bagian dari Gank kerja semprot, cuma lebih didetailkan. Pekerjaan dari team BGS ini: semprot piringan, pasar pikul dan TPH (CPT Chemist), kaki lima jalan, kaki lima parit, pasar kumis, tanam Nephrolepis.
  • Landing Language : penyampaian instruksi di masing-masing level pimpinan sampai ke karyawan paham menerima dan mampu menjalankannya. Contohnya : Canopy Management – jika instruksi sampai ke bawah dan paham melakukan. Ditemui di lapangan : tidak ada over prunning/under prunning dan susun pelepah dilakukan secara zig-zag (cross wise frond stacking).
  • Buku Pintar Driver CMNT (Central Mentaya Traksi) Area 1: merupakan buku wajib seorang driver, digunakan sebagai syarat tambahan berkendara (Kartu Pass). Buku ini sebagai pendobrak buku pertama yang ada di traksi BGA. Dimulai dari IDE sederhana antara Area Controller 1 (Budi Siregar) dan Manager Traksi CMNT (Ngesahken Sembiring). Buku ini terus dikembangkan sesuai kebutuhan, saat ini berada dalam Versi 1.0.
Buku Pintar Driver Area 1 Ver 1.0
Buku Pintar Driver Area 1 Ver 1.0

Demikian, istilah-istilah lain akan selalu diupdate.

Semoga bermanfaat.

Recommended For You

Tinggalkan Balasan

Sejoli - Pasangan Sejati Pebisnis Online
Ambil Keputusan Sekarang untuk Perubahan Hidup Anda - Take Action Sekarang dengan Komunitas Dash2 untuk Meraih Income Eksponensial di Bisnis eCommerce


pasang iklan gratis
%d blogger menyukai ini: