Review Area Controller (1, 6A dan 6B), Rabu 08 September 2021

Arahan HPO KalBar (Bapak Joko Catur Prasetyo)
– Sensus Q3 tidak menggembirakan, kelapa sawit menjadi seksi (pencurian semakin meningkat).
– Evakuasi bersih dan menekan losses semaksimal mungkin (mengais-ngais produksi). Tidak ada satu butirpun berondolan dan tidak ada setetespun yang tercecer di PKS.
– Support operasional wajib dilakukan (menjaga rotasi panen, rekrut pemanen skill, istri bekerja, pendapatan menjadi prioritas pertama).
– Ancak tuntas real di lapangan dan restan.
– Areal-areal scatter dibentuk team task force (langsung dibawah kendali AC dan EM).
– Restan liar, boleh aja dituduh aja Asisten sekongkol dengan pencuri.
– Konsolidasi jalan massive dilakukan (kondisi cuaca seperti ini).
– Memanfaatkan momen seperti ini, untuk menambah jumlah TBS ke PKS.
– Percepatan pemupukan : Oktober 2021 sudah harus sudah selesai.
– Team semprot saat kondisi hujan seperti ini, harus menjadi perharian serius dan tidak boleh ditarik-tarik.
– Water management harus sudah selesai akhir September 2021.
– Memastikan tidak ada pencemaran lingkungan kaitan POME.
– Percepatan aplikasi Jankos dan Kompos, jangan sampai menumpuk di PKS – percepatan penambahan BJR.
– Kesiapan perumahan (drive langsung RH dan AC).
– Membentuk team task force, kita komitmen dan All Out mengawal produksi sampai dengan akhir tahun.
– Harus bisa lebih dari Sensus (RH, AC turun ke bawah – mensupport bawahan-bawahan di lapangan).
– Disampaikan saja kendala-kendala dan evidence juga disampaikan.

Arahan HPO KalTeng (Bapak Guntur Hamonangan Hasibuan)
– 4 bulan ke depan harus benar-benar FOKUS (skala prioritas, konsentrasi, memobilisasi sumber daya yang kita punya, mendatangkan manfaat bagi perusahaan).
– Energi kita, marah kita, alat berat kita (mendrive langsung) yang memberikan manfaat besar ke Perusahaan.
– FOKUS… FOKUS… FOKUS… jangan terlalu banyak diinstruksi.
– Marah kita dimaintenance (agar pasukan di bawah tidak obar-abir).
– Jalan akses. Pengelolaan jalan kita masih lemah (dibentuk team BIMS – agar taktis. Contoh : di Region 3). Harus benar-benar taktis diarahkan alat berat. TLB – kebutuhan side drain, pencucian rorak, dll. Pada situasi trubleshooting saat ini, harus benar-benar taktis. Compact tidak boleh ikut Grader. Grader cukup parit sisi jalan saja. Harus tambah manual, TLB (rorak-rorak itu dicuci). Tidak ada satu tetespun di parit sisi jalan. Manager/AC bawa cangkul sendiri ke lapangan. Bila perlu diundang semua EM dan team kantor – bawa cangkul agar lebih peduli terhadap jalan, jalan, jalan…
– Banyak sekali efisiensi dan kemudahan kita dapat. Jalan harus taktis cara kerjanya (troubleshooting harus di drive langsung).
Spirit mengeksploitasi yang masih lemah, bukan jago-jagoan agar produksi bisa lebih tinggi.

Arahan Pak COO (Bapak Mubarak Ahmad)
– Mistar itu yang paling dekat, ukuran kinerja kita.
– Biasakan jangan pakai rata-rata.
– Harus dijelasin, jangan cerita-cerita umum.
– Berbicara berdasarkan fakta, jangan logika. Jangan jadi pembenar, karena lokasi sensus tidak capai (scatter). Upaya yang harus dilakukan itu apa, bukan karena scatter area. Cara berpikirnya jangan sampai salah… Jika area scatter, apa upaya?… agar sensus capai.
– Format ini sengaja dibuat untuk menghujam masalah-masalah yang terjadi dan tindakan perbaikannya.
– Programnya sudah dibuat, eksekusi tidak dijalankan.
– Post audit (datanya sudah ada dan sudah terjadi). Apa tindakan ke depan?… clear dulu (ada manfaat dan komitmen).

Arahan Bapak POC (Bapak Muklis Bentara)

Arahan Bapak PQIC (Bapak M. Zazali)
– Harus ada tindakan-tindakan perbaikan di areal-areal Tumbang Mangkup (BDME). Masalah dalam pengelolaan panen, masih perlu diperbaiki terutama pusingan panen.
– Wilayah 6, dulu menormalkan pusingan di area Inti terlebih dahulu. Saat ini yang terjadi keterlambatan pusingan justru malah di Kebun-Kebun Inti.

Arahan lain-lain

Recommended For You

Tinggalkan Balasan



pasang iklan gratis
%d blogger menyukai ini: